Saturday, May 10, 2008
19:31 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Garden Hotel Surabaya
Umurnya sudah lebh dari 30 tahun, dibuka sekitar tahun 1971 begitu kata seorang waiter yang sudah berumur 51 tahun dan bekerja selama hotel buka, dan tetep waiter di coffee shop!
Hotel tua dan kurang terawat, lain dengan adiknya Hotel Garden Palace yang nempel 1 komplek, tapi karena mengingat budget hotel gue kalo traveling, jangan lebih dari 390ribu jadi aku bisa tebus harga per kamar sekitar 300ribu saja. Menurutku cukup nyaman dan aman, walking distance ke WTC, Surabaya Plaza, Monkasel dan Pattaya serta Texas.... the nite sex market. Apalagi cuma nempel dengan Zangrandy... ice cream italy yang ga buka cabang dimana mana yang terkenal sejak omanya temenku masih gadis, juga sebrangan dengan youth center dimana gue bisa cuci mata selepas kerja sekedar liat-liat art performance disana. Pokoke value for money...
Sidewalk Cafe
Ini konsep entertainment yang cukup brave! Sejak setahun terakhir aku jadi pelanggan tetap hotel ini, ya karena ada sidewalk cafe yang menyajikan Jazz semi outdoor yang sifatnya permanen, terletak di halaman depan hotel sehingga hotel tidak nampak dari depan (mungkin karena nampak ga menarik lagi). Diseponsori oleh Sampoerna Premium, jelas Sidewalk Cafe menyuguhkan hiburan untuk pecinta Jazz yang notabene above 25yo artinya lumayan punya buying power.
Beberapa kaliber jazzer indonesia nampaknya pernah mampir disini, seperti Tompi, Syahrani, Andien, dll. Ini terpampang di foto2 wall of fame-nya mereka. Untuk sekelas hotel katakan average spen selama 8-10 malam rp.50ribu saja lah.
So if you happen to visit Surabaya, I would reccommend to stay here and enjoy the music of the soul....
dj-jazz-lover
lotta loves from,
19:31 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
.jpg)
Garden Hotel Surabaya
Umurnya sudah lebh dari 30 tahun, dibuka sekitar tahun 1971 begitu kata seorang waiter yang sudah berumur 51 tahun dan bekerja selama hotel buka, dan tetep waiter di coffee shop!
Hotel tua dan kurang terawat, lain dengan adiknya Hotel Garden Palace yang nempel 1 komplek, tapi karena mengingat budget hotel gue kalo traveling, jangan lebih dari 390ribu jadi aku bisa tebus harga per kamar sekitar 300ribu saja. Menurutku cukup nyaman dan aman, walking distance ke WTC, Surabaya Plaza, Monkasel dan Pattaya serta Texas.... the nite sex market. Apalagi cuma nempel dengan Zangrandy... ice cream italy yang ga buka cabang dimana mana yang terkenal sejak omanya temenku masih gadis, juga sebrangan dengan youth center dimana gue bisa cuci mata selepas kerja sekedar liat-liat art performance disana. Pokoke value for money...
Sidewalk Cafe
Ini konsep entertainment yang cukup brave! Sejak setahun terakhir aku jadi pelanggan tetap hotel ini, ya karena ada sidewalk cafe yang menyajikan Jazz semi outdoor yang sifatnya permanen, terletak di halaman depan hotel sehingga hotel tidak nampak dari depan (mungkin karena nampak ga menarik lagi). Diseponsori oleh Sampoerna Premium, jelas Sidewalk Cafe menyuguhkan hiburan untuk pecinta Jazz yang notabene above 25yo artinya lumayan punya buying power.
Beberapa kaliber jazzer indonesia nampaknya pernah mampir disini, seperti Tompi, Syahrani, Andien, dll. Ini terpampang di foto2 wall of fame-nya mereka. Untuk sekelas hotel katakan average spen selama 8-10 malam rp.50ribu saja lah.
So if you happen to visit Surabaya, I would reccommend to stay here and enjoy the music of the soul....
dj-jazz-lover
lotta loves from,
Labelnya adalah
Black Community,
Blackinnovationawards,
garden hotel,
sidewalk caffee,
surabaya
|
0
komentar
18:52 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
.jpg)
FACE OFF
Jadi tukang keliling kota on company account memang menyenangkan sekaligus juga memusingkan, senangnya karena bisa ketemu banyak orang dengan latar budaya berbeda dan sekaligus bisa mencicipi masakan lokal, akan tetapi tense pekerjaan juga tak kalah membuat aku terkadang lebih senang stay Jogja untuk beberapa waktu.
Berbeda dengan Medan.
Berbeda dengan tahun lalu.
Surabaya sekarang nampaknya mulai ramah kepada pendatang terutama yang ingin menghamburkan uang untuk sodara kita dari kawasan Indonesia bagian timur, selain terkenal dengan wisata belanja juga tekenal dengan wisata bahari (red. baca birahi). Aku tidak akan mengomentari wisata belanja yang mungkin sedikit telah aku posting diawal thread ini, maupun wisata birahi yang trip kali ini benar-benar aku tidak ada hasrat untuk menyalurkan birahi di kota buaya, yang penuh dengan buaya daratnya, karena memang selama 2 minggu terkahir aku benar-benar sedang tidak bisa menikmati ritual birahiku. Entahlah.
Yang ingin aku share kali ini adalah dimana Surabaya nampak semakin cantik, bukan karena produk pemutih lebih menunjukkan angka penjualan yang tinggi dibanding kota lain, akan tetapi Surabaya banyak didapati pojok-pojok kota yang apik dan cantik dengan dibuatnya taman-taman kecil yang disediakan untuk masyarakat untuk bersosialisasi sambil menikmati indahnya kerlap kerlip lampu malam. YA IYALAH MASA YA IYA DONG kalo siang hari kan bisa buat jemur ikan peda!
Trototar dipercantik dan diperlebar disana sini, kaki 5 juga sudah berkurang banyak tidak seperti 2 tahun lalu yang nampak kumuh dan kotor. Kelihatannya Medan atau Jogja harus lebih banyak belajar dari Surabaya tentang hal yang satu ini. TAMAN KOTA, sebagai paru-paru Kota tercinta.
10KM untuk 5 ribu
Kalau rekanku yang dari Jakarta tidak bisa hadir di meeting kenapa alasanku ke Surabaya kali ini, dikarenakan dia dia tidak bisa melewati Toll Airport di Jakarta karena air laut yang naik ke daratan dan menggenangi lebih dari 1meter jalan sehingga menimbulan chaos untuk penerbangan. Sebaliknya dengan aku bisa menghemat 30 menit dari Juanda ke Waru yang kali ini Toll akses sudah bisa dilewati. Niat hati ingin merampok pengguna jalan toll dengan tariff yang menurutku sangat mahal jalan toll yang aku lewati tampak kosong bak jalanan hantu ditengah hari bolong. Tapi kayaknya hantupun malas lewat sini karena kemahalan.
Time is Money?
Yes indeed! Kelihatannya Surabaya sudah terlalu komersial sekarang. Selain kota untuk menghamburkan uang, semua sudah serba mahal, makan di pinggir jalanpun hanya dengan sepotong tahu dan ikan + es teh = Rp. 17.000 ini gila.
Dj-mlaku-mlaku-neng-tunjungan
lotta loves from,
Friday, May 09, 2008
12:15 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
.jpg)
Laksana memegang pensil dengan 2 jari
IW8560 take off jam 6:30 pagi dari Jogja ke Surabaya, pesawat berbadan paling panjang ini seperti pensil baru yang baru pertama kali diraut, dan kemudian aku harus menahan posisi pensil lurus melintang yang hanya dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah dibagian penghapusnya.
Begitu kira-kira seorang awam seperti aku bagaimana menggambarkan pesawat ber-merk sama dengan sabun cuci ini pada saat tinggal landas. "Wings Air". Belum saja mata cukup terpejam sebagai pengganti kualitas tidurku yang terganggu karena aku harus bangun jam 4:30 pagi dan lantas mengejar waktu check in di bandara, suara pramugari membangunkan aku untuk segera meluruskan sandaran kursi. Tepat Jam 7 pagi waktu Surabaya.
Meeting yang dijadwalkan jam 10 pagi karena beberapa peserta dari Jakarta akan tiba dengan early flight masih 3 jam didepan, so 10 menit aku berputar-putar disekitar arrival hall Juanda hanya sekedar streching "urat-Urat-kakiku-yang-kaku-kaku".
So here some of the "bitch-never-shout-the-mouth-up" check list:
Ultah Saatnya Hamburkan Uang
Akhir bulan Mei ini Surabaya akan merayakan ultahnya yang ke 715, cukup historical mengingat kebudayaan dan perekonomian telah bergerak sejak jaman baheula. Menurut pernyataan walikota Surabaya, katanya akan ada sekitar 200 kegiatan pesta budaya menyambut ultahnya itu dan SSF (Surabaya Shopping Festival) yang akan memberikan diskon sampai dengan 70% yang didukung oleh 14 mall.
RUUUUARR BIASA!!!
Sudah Miskin Semakin Miskin
Ditengah daya beli masyarakat yang semakin lemah karena pemerintah "harus" menaikan harga BBM dengan dampak kemiskinan semakin meninggalkan angka yang semakin membengkak, Surabaya mengajak masyarakat menghamburkan uang!
Isapan Jempol Belaka
Diskon 70% hanya isapan jempol belaka.Meski 14 katanya mendukung SSF ini tapi kenyataan banyak tenant yang tidak ikut partisipasi, beberapa diantara mereka memberikan diskon hanya 20% dan tentunya di-mark-up dulu, ini hanya sebatas pada promosi biasa, tidak ada yang istimewa.
200 Events?
Masa iya sih paaak!Kebetulan ada pojok informasi Wisata yang aku datangi disela-sela kesibukanku:
- Yang di airport, keluar pintu kedatangan belok kanan dekat toilet luar yang hanya menempelkan agenda2 seputar pemilihan ratu kecantikan dll yang tidak menarik. Dan hanya ditempel di kaca!
- Di pokok taman budaya (Mitra), mungkin bukan official tourism information center, karena hanya ada 2 orang manusia yang tidak tahu menahu masalah informasi acara seni & budaya dalam acara ultah Surabaya ini.
- Ini tanggal 8 Mei, berati sekitar 3 minggu lagi perayaannya, tidak ada baliho tidak ada wara-woro disepanjang jalan dari bandara ke kota yang menandakan akan diadakannya pesta budaya. Yang ada hanya spanduk-spanduk di sepanjang jalan utama untuk "Janji Pesta Menghamburkan Uang".
- Flyers? Yes ada flyer SSF yang isinya seputar informasi keramik, batik, furniture, tekstil. Tidak ada informasi events yang digelar di mall maupun pusat perbelanjaan lainnya jika memang SSF flyer ini dibuat dari rangkuman event malls. APALAGI informasi gelar 200 acara seni budaya?? Gimana nih pak walikota?
Nampaknya STPB (red. Surabaya Tourism Promotion Board), meng-kloning Singapore Tourism Board (STB) dalam hal penamaan dirinya, maupun terlihat dari collaterals (flyers, Surabaya Maps 11th Edition) atau mungkin satu agency.Sangat membosankan membacanya, tidak ada sentuhan lokal yang bisa aku rasakan dalam collaterals tersebut.
Kembali ke culture festival, 4-6 juli 2008 memang sudah dicetak di Mei ini, lain dengan acara 200 event ultahnya Surabaya yang tidak ada flyernya, mungkin juga ada tekanan dari pihak perserta lain yang berpartisipasi, seperti Seni Perkusi Korea dan Tari Yosakoi dari Jepang (5/07/08) yang mengharuskan flyer dicetak 2 bulan sebelum event.
DJ, Jum'atan dulu ah....:)
lotta loves from,
Labelnya adalah
Black Community,
Blackinnovationawards,
surabaya,
visit indonesia year 2008
|
0
komentar
Wednesday, May 07, 2008
15:55 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Ternyata Aku masih eksis
This is a 2nd buzz from K-SEE SALON
Cuma ada 2 K-SEE SALON di Jogja seperti
yang diinformasikan di email yang aku forward kesini. K-SEE SALON adalah salon kecil yang hanya menempati Ruko 1 lantai dengan interior dan exterior yang hampir tidak ada penambahan yang signifikan untuk membuat salon terkesan wah dan glamour, tapi apa yang dilakukan K-SEE untuk membuat bisnisnya tetep eksis dan dikunjungi tidaklah susah:
- Buat fist timer, mereka akan diminta menuliskan ultahnya kapan, no hp dan email untuk database mereka. Dan apa yang terjadi? Di ultahku bulan April kemarin, ada sepenggal sms yang mengucapkan Happy Belated Birthday ke aku, mungkin sekitar 3 hari setelah hari H nya ultahku.
- Email dibawah ini saya tidak modif kecuali, alamat to: di header email untuk alasan privacy. Sepenggal email yang sederhana, tidak ada foto, images maupun tulisan warna warni yang centil, mungkin saja ngirimnya juga dari warnet.
Intinya cuma 1, dia ingin diketahui kalo masih eksis! Kalau tidak ada cara seperti ini aku ga bakalan tahu kalo Salon yang di Congcat ada Ladies Room nya, yang diperuntukan cewek-cewek untuk menerima teman cowoknya? Mudah-mudahan K-See tidak menjadi SALON ++ atau terkesan begitu dengan emailnya dibawah ini.
Aku sudah lama gak ke K-SEE, mungkin ada 3 bulan karena bukannya mahal (karena cuma 15ribu untuk potong + cuci rambut) ataupun karena aku malas janjian sama si mbak NIT2 (second hand K-SEE) hanya sebatas 15menit potong rambutku, ataupun malas antri di hari Sabtu dan Minggu, tapi karena faktor aku tidak memerlukan stylish untuk rambutku yang aku cepak kuncung sekarang.
But meskiupun aku udah nggak pernah ke K-SEE tapi aku bisa bicaara dan merekomendasikan K-SEE ke teman-teman lain yang ingin potong atau ganti model, karena menurutku sudah nggak bisa diragukan lagi untuk kualitas model terkini. Dan yang membuat aku merekomendasikan karena aku merasa masih bagian dari K-SEE dan kawan-kawannya.
Teman_Tak_Tak_esti_Selamanya_Ada_Disampingmu_Tapi_Dia_Ada_Saat_Dibutuhkan
+++++++++++++++++++++++
Goresan Kecil Untuk Cinta Abadi
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 05, 2008 7:02 PM
Subject: K-SEE info
Dear ALL,
Pa kabar guys?.......Oh ya
studio 1 K-SEE Con-Cat tambah nyaman lho, sekarang ada LADIES ROOM-nya. Jadi kalo ada temen2 cewek kalian yang malu ketemu cowok bisa pake tuh ruangan OK!
Sekedar INFO, mbak KESI setiap hari kecuali hari Minggu (liburan he…he..he). Lha Studio 2-nya gimana? Disana ada Mbak DWIKA and Mas ZIKO plus para assistant yang ngebantu mereka di sana .
Gitu aja dulu yach, jangan lupa buat kalian pemegang member card Natasha (eksekutif), Ichiban crepes & Ultimate pastikan dpt DISKON 10% for all services di semua studio K-SEE.
Pokoknya ……. keep TRENDS FOLLOW US INSTEAD aja
dech…..
K-SEE management
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
+++++++++++++++++++
Apakah aku masih dalam lingkaran?
Dari teladan diatas, meski masih diiming-imingi oleh alasan bisnis tapi itu adalah usaha bagaimana menjaga perkawanan, aku tahu itu. Sekarang aku jadi mikir, kalo aku masih diaku kawan oleh orang lain,apakan aku masih mengakui kawan-kawanku?
Dari (maaf bukan maksud pamer), tapi kebanyakan orang juga punya lebih dari 1 HP ko sekarang, aku punya 3:
- Iphone yang memuat saat ini ada lebih dari 1000 kontak yang aktif, dari seluruh indonesia yang aku grup dan identifikasikan dengan memulai nama mereka dengan contoh YK Dika UII atau JKT Lina D Mogot, yang artinya bisa ditebak kan? 90% dari database di Iphone ini adalah pemakai XL, karena Iphoneku aku isi dengan XL, jadi dengan sangat mudah untuk aku meminimalis pemakaian pulsa yang 10% nya adalah business contacts. (Rp. 100 ribu/bulan)
- F-200 Samsungku si kecil mungil berisikan no three aku, dengan contacts lebih dari 400 contacts NON XL, karena mursidah bow kan cuma Rp. 100/sms dan Rp. 399 nett/menit tanpa basa basi (maaf ini bukan promosi three) cuma memberitahukan betapa aku sangat pelit (red. cost concern). (Rp. 30.000/bulan)
- N6275i CDMA memuat tentunya hanya CDMA numbers dan lebih dari 250 contacts aktif saat ini. Uniknya HP CDMA ini jarang bunyi, tapi sekalinya bunyi pasti untuk durasi yang lebih dari 30 menit (maklum lah aku banyak investasi diluar kota, jadi LDR masih menjadi alternatif saat ini) termasuk PS yang dirasa aman dan nyaman (akan dibahas kedepan, terpisah) (Rp. 25.000/bulan)
So far, rata-rata Rp.150 ribu - Rp. 200 ribu untuk pengeluaran pulsa untuk maintenance perkawananku dengan let say 1.250 orang yang rata-rata per orangnya diperlukan Rp.120.
Sekali lagi Tidak Mahal!!!
Tapi apakah kawan-kawanku itu hanya sebatas angka dan statistik serta database semata yang terdisplay rapi?
Bagaimana dengan aku disisi mereka?
Apakah sama?
Ataukah namaku sudah tidak ada dalam phonebook mereka?
Mulai besok aku akan pinjem HP temen-temen dan aku akan dial nomorku sendiri dan aku harus siap-siap dengan 3 kemungkinan:
1. Namaku ada disitu
2. Namaku tidak ada disitu
3. Namaku ada tapi dengan nama orang lain NAH LHO!
Maukah Kau Menjadi Kawanku?
lotta loves from,
Monday, May 05, 2008
12:02 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Aduhhhh, kenapa ya hari ini aku banyak sekali kentuuut dan baunya bak telur asin ga jadi..... :P
Sunday, May 04, 2008
15:06 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Keberhasilan Sebuah Branding
Tidak ada bukti yang otentik maupun titi mangsa dan narasumber yang bisa dipercaya kenapa warung nasi ini disebut Mbok Galak. Mungkin si empunya galak atau punya anjing galak? aku belum sampe mengupas tuntas tentang sejarah kenapa disebut Mbok Galak. Yang pasti satu kali aku kesana tahun lalu, memang lumayan rame anak-anak kos daerah situ pada makan, dan karena menurutku makananya tidak masuk ke taste aku ya terpaksa deh aku order jus aja, memang "mursidah bow" tapi mahal buat penyembuhan perutku yang diare selama 2 hari! Aku heran anak-anak itu perutnya terbuat dari apa ya koq tahan banget.
Bicara marketin, sebenarnya meski menurutku berarti negatif (Galak), tapi nama Mbok Galak telah mendapatkan public awareness dikalangan penduduk sekitarnya, kampus, maupun secara tidak langsung sebagai traffic guidance.
"Sebelah mana Mbok Galak"?
"Pokoke 5 omaharah utara setelah Mbok Galak, yo!"
Catatan:
Orang jogja paling senang meyembutkan arah mata angin tatkala memberikan informasi tentang arahan alamat.
Mengingatkan Seseorang
"Aku kan sering main futsal di deket Mbok Galak Koq"! tukasnya.
Seseorang berbetis kesebelasan yang memang pemain kesebelasan ternama di Jogja yang masih melingkarkan handuknya dibawah pusar setelah mandi sore sambil mengusapkan after shave di pipinya yang kebiruan menambah kharisma pesona yang tersimpan, tersenyum kepadaku dengan 1001 arti didepan kaca rias 1/2 badan yang dipasang bersebelahan dengan tempat tidur queen size dengan sprei merah darah berlogo Manchester United.
Ah..elo emang nakal!
dj_anti_branding
14:04 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Suatu pagi di pasar kaget lembah UGM.
Super-Duper-Women
Pernah gak pintu rekan diketuk seorang wanita yang menjajakan kosmetik merk "AVON", mungkin jawabannya tidak, karena kelihatannya produk avon di Indonesia lebih ke konsep MLM ketimbang direct marketing seperti yang dilakukan secara tradisonal di Amerika.
Satu hal yang mirip dengan konsep direct selling (penjualan langsung) adalah "Yakult", memang produknya hanya 1 macam (meski sekarang ada beberapa rasa kurasa) saja tidak seperti avon, produk kategori minuman berfaedah yang konon katanya bisa membantu pencernaan kita baik yang dibantu oleh bakteri yang menguntungkan ini bisa kita dapatkan selain di supermarket juga dijajakan oleh mbak-mbak langsung dari pintu ke pintu, ada yang pakai sepeda kayuh, ada yang pakai trolly tapi ada juga yang ditenteng menggunakan cooling box seperti di foto ini.
Bukan faedahnya yang aku acungkan jempol dari minuman ini, dan bukan pula sistem penjualannya, karena menurutku ini bukan mula pertama orang melakukannya. Tapi "Mbak-Mbak-super-duper-semangat-kerja-tinggi" yang rela meninggalkan suami dan anak-anaknya dipagi hari demi mendapatkan sejumput rupiah dari komisi penjualan per-pack maupun perbotol yakult.
Kalau dipikir berapa sih komisi dari Rp. 1,200/btl yakult yang masuk ke dompet dia? Tapi itulah hidup! Penuh dengan usaha dan kemauan yang keras untuk tetap survive.
I'm Not a Morning Person
Shio Aku Ayam, dan Aku setuju dengan filosofi ayam yang membangunkan seantero jagad kemudian dia akan langsung mengais-ngais-tanah-tanah-becek-lembab-bau untuk mendapatkan cacing-cacing gemuk yang akan diberikan kepada anak-anaknya.
Aku bukan bershio ular yang hanya makan setiap 2 bulan sekali langsung menelan seekor kambing! Its not me!
Tapi aku tidak mengatakan kalau aku seperti kebiasaan ayam diatas, riend of mine called me a "sleepy-head", alias "muka-bantal" yang sepertinya kurang tidur setiap malam. Indeed! aku selalu kurang tidur dari yang seharusnya orang "normal" tidur, and at the end I'm Not a Morning Person.
YES! Aku pikir kalo aku kebanyakan tidur koq rasanya tidak produktif sama sekali, apalagi setelah dikalkulasi "orang iseng
" katanya kita menghabiskan hidup ini dengan tidur 2/3 dari waktu kita! Jadi akugunakan waktuku untuk hal yang tidak aku lakukan disiang hari seperti baca, browsing atau hanya sekedar chit-chat gak karuan diatas kasur tentunya sambil ditemani 1 bungkus "Losta-Mastaku", 1 botol aqua besar yang akan habis menjelang bubu. THIS IS ONE OF MY CELEBRATIONS!!
SALUTE! Kepada "Mbak-Mbak-Super-Duper-WOman".
SALUTE! Kepada rekan yang masih punya gairah-kerja yang tinggi.
SALUTE! Kepadaku......
ps: aku beli 2 botol yakult lho dari si mbak tadi
Friday, May 02, 2008
19:26 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
Penghujung April 30, 2008. Sepulang dari workshop TOT (Training On Trainer) di Wisma Mawar Asri Kaliurang, aku bersama Faizal pulang dan mengambil jalan alternatif kearah palagan terntara, tidak melaluijalan raya kaliurang.
Rintik gerimis dan awan hitam yang menggelayut di langi Jogja sewaktu berangkat dari wisma Mawar sedikit membuat miris hati kami, dan Faizal menyarankan aku memakai Jas hujan tapi tidak aku gubris karena aku yakin gerimis hanya terjadi di dataran tinggi saja, dan memang benar selang 15 menit kemudian langit dan panas di musim pancaroba ini cukup membuat silau perjalanan pulang.
Perjalanan cukup menyenangkan, sinar mentari sore yang menembus pepohonan seakan menggerakan bayang bayang yang bersama motorku melintas lalulintas yang lenggang, sampai pada tikungan tajam sebelum klinik Puri Husada..... tanpa isyarat dan tanda tanda, tiba tiba kami dihadang segerombolan polisi jalanan yang sedang beroperasi.
Semua lalulintas diberhentikan dan khusus motor diarahkan ke lapangan basket untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya, untungnya aku selalu menyimpan stnk dan sim kartu asuransi kartu donor darah dalam dompet kecil khusus di ranselku dan seketika aku menyerahkannya kepada petugas, kurang dari 20detik aku diminta meneruskan perjalanan setelah polisi tadi berujar "terimakasih" (baca. sial gak kena, gak ada setoran).
Tapi lain halnya dengan Faizal yang ternyata, orang seganteng dan segaul dia sim c nya udah mati! alias gak diperpanjang.... ya! kena deh.... akhirnya aku menepi di pinggir jalan sembari menunggu dia tawar menawar dengan polisi tadi.
Akhirnya 5 menit kemudian Faizal keluar dari lapangan basket dan aku tanya "berapa?", dia bilang sudahlah J.... dengan nada yang datar tak nampak dosa maupun kesalahan yang dia barusan lakukan dengan polisi tadi.
Udah biasa? ya iyalah.... apa sih yang nggak bisa dibeli di Indonesia! Tanggal 30 memang belom waktunya gajian buat PNS, sementara di junior masih harus minum susu formula!
Aku jadi ingat sebenarnya, 2 pihak terkait tadi bisa saja masing masing melaporkan kalo si Polisi dilaporkan oleh Faizal bahwa dia menerima suap, dan si polisi pun bisa melaporkan bahwa si Faizal mencoba menyuap petugas! Dan "Bangkok Hilton" akhirnya bisa jadi tempat peristirahatan yang lumayan panjang!
Hiih Serem!!
Lain lagi dengan kasus temenku sebut saja Arie yang parno pulang ke kosnya dalam beberapa hari ini karena temennya dia di-gep (ditangkap polisi) di kosnya si Arie pas si Arienya lagi gak di kosnya, karena 2 orang temannya itu ternyata TO (Target Operasi) diduga sebagai pemakai atau mungkin juga penyalur ganja. Jadi si Arie sekarang lagi pusing karena temennya masih di Polda nunggu ditebus 25juta kalo mau keluar, lantas siapa yang mau nebus?
Orang tuanya?
Bandarnya?
Alhasil, menjadi warga yang baik sepertinya tidak susah ko!
- Mempunyai Sim yang masih valid adalah kewajiban sebagai identitas kita.
- Menghindar dari penggunaan psikotropika juga hidup lebih nyaman dan aman.
- Berteman dengan orang-orang yang baik tentunya banyak memberikan manfaat yang positif ketimbang berteman dengan pemakai. Tapi emang kita tahu kalo temen kita ga make?
- Berurusan dengan polisi adalah hal terakhir yang ada di benak gue. Ketemu mereka di persimpangan jalan aja udah bikin gue ilfil, terakhir gue berurusan dengan polisi saat perpanjangan SIM gue di bulan april tahun lalu, semetara perpanjang stnk cuma lewat calo aja.
Trus, dimana fungsi mengayomi masyarakatnya ya? Yang akan membuat masyarakat lebih tentram tanpa takut merasa bersalah saat jumpa di jalanan?
Thursday, May 01, 2008
11:53 | diposting oleh
didin.jamaludin |
Edit Post
HUH! Hanya itu yang keluar dari mulutku. All in dalam benak, dada, dari mulai kerjaan, social life, sex life menyita banyak energy yang makin lama makin menipis.
Today Status gue:
Intelligent 45%
Mental 60%
Fisik 50%
Sex 25%
Akibatnya:
all messed-up!
What i need is a satellite recorder yang bisa merekam semua kejadian di alam ini di semua tempatdan waktu. Trus gue upload langsung ke otak dan hati gue dan gue download pada saat gue membutuhkannya.....
Any one mau ctrl-shift-del gue?
Subscribe to:
Posts (Atom)
translate this page
Blog Archive
-
►
2016
(1)
- ► December 2016 (1)
-
►
2014
(1)
- ► October 2014 (1)
-
►
2013
(1)
- ► December 2013 (1)
-
►
2011
(4)
- ► October 2011 (1)
- ► February 2011 (2)
-
►
2010
(30)
- ► November 2010 (5)
- ► October 2010 (3)
- ► April 2010 (4)
- ► March 2010 (4)
- ► February 2010 (2)
- ► January 2010 (3)
-
►
2009
(199)
- ► December 2009 (3)
- ► November 2009 (32)
- ► October 2009 (52)
- ► September 2009 (10)
- ► August 2009 (27)
- ► April 2009 (1)
- ► March 2009 (3)
- ► February 2009 (8)
- ► January 2009 (5)
-
►
2008
(86)
- ► November 2008 (5)
- ► October 2008 (9)
- ► September 2008 (3)
- ► August 2008 (4)
- ► March 2008 (10)
- ► February 2008 (19)
- ► January 2008 (2)
-
►
2007
(89)
- ► December 2007 (4)
- ► November 2007 (5)
- ► October 2007 (43)
- ► September 2007 (23)
- ► August 2007 (10)
- ► January 2007 (3)