Oke lah, saya tidak akan memperpanjang masalah salah editorial Kompas toh saya percaya sebuah koran besar pasti mempunyai seorang editor yang sudah kompeten untuk memegang wilayah metropolitan Jogja yang harus berkompetisi dengan koran lokal (red, Ndeso) sebuah kota yang mempunyai nilai strategis dari segala bidang. Tapi yang ingin saya share disini adalah komentar seorang Kapurel itu sendiri yang saya pikir beliau mewakili semua orang PR yang terlibat dengan pariwisata di Jogja entah itu al. Hotel, Cafe, Agen Perjalanan, dll. Komentar beliau bahwa Jogja harus berkaca dari Bali yang menomor satukan pariwisata diatas prioritas lain, tidak seperti Jogja dengan bukti kesemrawutan tatanan wisata kota Jogja yang tidak ada perubahan selama lima tahun terakhir.
Malioboro sebagai ikon wisata yang kumuh dan semrawut adalah contoh nyata dari ketidak berdayaan Jogja meng-upscale kotanya sendiri. Lupakan dengan Sultan sejenak yang sibuk mencalonkan diri menjadi Gubernur se-Indonesia, tapi lihatlah apa yang saya selalu foto dari waktu ke waktu setiap kali saya landing di Bandara Adisucipto.
Siapa sih yang tidak ilfil saat anda seorang wisatawan yang memimpikan sebuah suguhan wisata lokal dengan beragam informasi wisata di lounge kedatangan sekarang disuguhi oleh etalase sebuah real estate, furniture? Konter pusat informasi yang kosong melompong tanpa seorang petugas ataupun brosur tentang pake wisata, penyewaan kendaraan, promosi akomodasi yang murah, agenda perujukan seni di kota?
Kemana semua itu?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Jujur! Saya cinta jogja meskipun saya bukan orang jawa dan tidak lahir di jogja. Tapi saya sangat peduli dengan apa yang saya cintai. Kalo orang Jogja sudah merasa nyaman dengan keadaan sekarang, saya “tidak” saya ingin memajukan kota ini. Saya ingin direct-flight-international selalu penuh pulang dan perginya apalagi buat orang lokal sekarang banyak kesempatan keluar negri tanpa bayar palak (red baca fiskal). Jangan sampai mereka menarik kembali jalur penerbangan internasional yang destinationnya 'tidak international”.
Tidak heran kalau Jogja cukup senang dengan sisa turis Eropa dan Jepang yang overland dari Bali sebelum kembali ke negaranya yang hanya stay maximum 2 hari itupun kelas Prawirotaman kan?
lotta loves from,

Periksa agenda kota mingguan atau mulai ngecek ke agen perjalanan terdekat untuk mendapatkan penawaran pelesiran. Dimulai 9 Maret adalah hari libur Nabi Muhamad, sehingga Anda dapat memulai hari libur pada hari Sabtu 7 Maret dan Anda akan memiliki 3 hari berturut turut, asyik kan?
Memasuki minggu ketiga adalah minggu tancap gas lagi setelah liburan panjang sebelum menginjak long weekend kedua di bulan Maret minggu ke 4 , pada hari Kamis 26 Maret dan diikuti oleh Jumat 27 Maret seperti yang kita sebut hari, kejepit, mengambil satu hari dari jumlah cuti tahunan dan pergi selama 4 hari keluar untuk beberapa pekan pantai di Indonesia.

Bali?
No fuckin-way, ada banyak pantai di Indonesia, memeriksa di sepanjang pantai selatan Jawa, salah satu tempat mereka dan pergi baik melalui darat dengan mobil atau sepeda motor dengan teman-teman Anda.
Teman serumah saya seorang berkebangsaan jerman ras Srilanka yang diadopsi keluarga jerman sejak kecil berencana untuk pergi ke Semarang dengan bus dari Jogja. Saya melihat dia seperti hantu saking shiock, Saya tidak dapat percaya apa yang saya dengar bahwa ia adalah kepala Semarang selama 3 hari? lalu aku tanya dia kenapa Semarang? Ternyata dia dia direkomendasikan oleh teman untuk pergi kesana yang jelas temannya itu bule juga dan sangat terkesan dengan semarang.
Aku ingat kembali beberapa tahun silam dimana saya yang diharuskan untuk melakukan perjalanan ke Semarang pertama kali dalam hidup saya dikarenakan sebuah mimpi yang mengganggu saya setiap malam. Dan waktu saya masih belia tanpa arahan sapa sapa/
OK, sebelum menutup postingan awal di bulan Maret ini saya ingin membuat beberapa keinginan bahwa suatu hari nanti ... someday saya akan menghabiskan malam dengan kekasih di pulau ini, seseorang yang tidak pernah pergi dari kepalaku! Telanjang sepanjang hari dan malam, menerawang purnawa seindah dan sejujur kita dalam gelap tanpa sehelai benang.
lotta loves from,
Ja! Perdebatan publik yang menurunkan rating pak SBY karena seorang bocah bernama ponari telah memutar uang perhari di lingkungannya sebesar 1 milyar, sengaja saya tidak menuliskan dalam angka karena kalkulator di otak saya hanya mentok 6 digit saja. Gila.... Hebat ..... entah apalagi kata-kata yang pantas aku keluarkan setelah fenomena Ryan Jombang, kembali kecil ini "terangkat" oleh fenomena dukun cilik ini.
Saya sendiri tidak menutup mata jika pada akhirnya banyak orang sakit yang sembuh gara gara minum air yang dicelupkan oleh batu yang dipegang ponari yang konon katanya batu itu berasal dari kilatan petir!
Jika dia bisa membuat banyak orang sembuh.
Jika dia bisa membuat banyak orang perekonomiannya terangkat.
Jika dia bisa membuat dirinya kaya tanpa pergi sekolah.
Jika dia bisa sakti mandraguna tanpa bersusah payah puasa 40 hari 40 malam di goa hantu.
Jika dia bisa menjadi tenar seketika.
Ya jelas. Secara pribadi saya juga sirik atas apa yang diperoleh dia. Kalo beribu ribu orang mengantri selama berhari-hari hanya untuk mendapatkan sebotol air suci yang bisa saja terkontaminasi e-coli lantas seakan-akan negara terancam oleh sekelompok aliens dari planet lain yang mengharuskan negara waspada dan angkat senjata?
Aliansi anti Ponari
MUI menggodok fatwa
Militer bersiaga 24 jam
Saat ini, mata saya masih melototin sosok anak ndeso di layar komputer yang lagi main-main notebook dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya dipegang seorang dewasa sembari mencelupkan batu yang digenggam ponari ke air yang setiap pasen bawa. Ponari si "innocent" asik saja main dengan fikirannya sendiri, "autis" mungkin itu yang bisa menjabarkan ia, sama seperti anak-anak mahasiswa di Jogja saat pada ber "fuck-book" ria di Kedai Kopi tadi malam.
dj, stm (sirik tanda tak mampu)
pernah mem-follow-up mimpiku ataukah aku tak pernah bangun dari mimpiku?
Tapi lucu, juga kalo tiba-tiba aku mimpi tadi malam (baca. pagi),
setting scene mimpinya seperti ini:
Aku tiba di sebuah U-turn jalan outer dan aku sedang mengendarai mio
putihku ingin memutar balik. Sebenarnya ada celah untuk mioku memutar,
akan tetapi ada sebuah mobil bak sejenis Suzuki Pick Up senada dengan
warna putih mioku malang ditengah-tengah U-turn dan tidak bisa memutar
karena kurang mengambil space. Didalamnya, sepasang suami istri berbaju
hitam-hitam serta berkacamata hitam, dengan masing-masing kedua jendela
kaca mobilnya dibuka lebar, yang pengemudi setengah mengeluarkannya
tangannya gaya supir angkot menyetir.
Si istri melongokan kepalanya keluar seraya meneriakan supaya aku
memundurkan motorku supaya mereka bisa memutar, maka aku mundurkan
sedikit. Akan tetapi entah kenapa, mobil mereka marah menyeruduk mioku
dengan posisi mundur, aku sudah berteriak kalo mereka telah menyeruduk
dan menyeret mioku beberapa jarak, tapi mereka cuek, malah si pengemudi
tak menoleh sedikitpun dan jujur aku memang tidak bisa melihat mukanya
si pengemudi tapi aku tahu itu suaminya.
Kemudian mereka kabur setelah membuat mioku ringsek! Kelihatannya mereka
sedang dikejar-kejar seuatu, atau malah sedang mengejar sesuatu tapi aku
tahu si istri ga bisa berbuat apa-apa kecuali manut dengan suaminya yang
notabene pengemudi yang tidak tahu ber-etika di jalanan. Sementara aku
tidak bisa berbuat apa-apa, sudah kucoba untuk menyusul mobil mereka
tapi apadaya, mobil mereka telah membuat mio bagian belakangku saja ringsek.
Dalam scenario itu aku tahu rumah mereka dari tayanyan info-tainment
karena mereka pernah diberitakan, maka aku pikir ah gampang nanti saja
minta pertanggung-jawaban mereka yang penting sekarang aku lapor polisi
dulu atas kejadian ini. Dan aku tak liat didekat sana ada sebuah
bangunan kecil dengan tulisan "POLISI" besar di sidinding kiri bagian
luar yang menghadap jalan raya. Ya, sebuah kantor polisi kecil yang sepi
tak ada polisinya sama sekali, maka aku hanya numpang memarkir mioku dan
selanjutnya aku entah kemana (mungkin menunggu di tempat lain) sampai
ada petugas di kantor polisi itu.
Selanjutnya, aku sudah kembali ke kantor polisi itu adan apa yang
terjadi, ternyata mioku sudah ada didalam bagunan itu nampak
bergelantungan kulit jok motor dan aku melihat seseorang sedang
"menambal" jok mioku yang robek akibat diseruduk tadi dan orang tersebut
memperlihatkan kondisi roda belakangku seraya berkata kalau bagian
keseluruhan roda belakangku sudah tidak bisa diperbaiki dan harus
diganti semuanya, alias perlu biaya yang tidak sedikit.
AH Sial!
Atau Untung!
Ternyata cuma mimpi di pagi hari. Jam menunjukkan jam 6:30 pagi. Aku
yang biasanya ga bisa terbangun sebelum alarm HPku berbunyi jam 7:30
pagi, pagi ini terasa segar padahal aku baru beranjak ke peraduan jam 2
tadi malam (pagi). Segera aku turun dari tempat tidur, membuang sedikit
cairan yang medesak keluar lalu aku menjerang air untuk membuat kopi pahit.
Dan mimpi itu masih segar di kepalaku. Kemudian aku tersentak kaget,
kalo si suami pengemudi pick-up tadi adalah si aktor kawakan yang
meninggal akibat kecelakaan sewaktu turing motor besar di kawasan karang
anyar tahun lalu.
Mimpi = bunga mimpi?
Tapi koq bunyanya nggak indah ya?
Ah dasar mimpi.....ada ada saja.
Pernah dengar gak kalo iPhone akan kerjasama dengan Telkomsel untuk pemasaran di Indonesia? Kalo kalian penggemar gadget berlogo apel yang digrogot sekali, click disini biar secara official dapet tuh barang. Entah inden yang ke berapa ratus atau ribu deh, tapi at least gue daftarin diri dulu, kalo dapat tak bayarin selanjutnya bisa dipake sendiri ato dijual lagi ga masalah.Dalam sejarah gue, mungkin baru kali ini ga beli HP anyar dalam setahun terkahir. Bukan karena tidak tergiur oleh produk baru, tapi kalo iPhone generasi pertama yang aku beli setahun lalu adalah "a-computer-that-makes-calls" gimana gue bisa menggantikan dengan yang lain? Tak terkecuali BB (Blackberry, Bread-Butter) atau apalah namanya yang harganya sama dengan iPhone atau mungkin lebih tinggi.
Lalu temenku berkomentar lagi, sepertinya elo udah bisa setia sama pasangan lo kalo elo ga ganti HP selama setahun, dengan kata lain kalo gue sudah berudah tidak berganti setiap jagung berbunga?
HEY! Listen-UP,
Gue gak ganti Iphone gue selama setahu ni karena:
- Gue hanya keluarin dari tasnya saat gue pengen "make" aja dan hanya sesekali karena gue ada hp lain yang gue pake setiap hari.
- Gue gak ganti ganti karena ga ada tandingannya lagi dari yang lain. Paling tidak itu menurut gue, entah kalo ada yang lebih baik.
- Karena ga ilang, coba kalo ilang pasti gue cepet cari gantinya. Waduh mudah-mudahan aja jangan pernah sampe ilang ato dicuri ya...
I signed up for my new 16GB white iPhone 3G.
Do I need to sign-up for new lover??
U tell me....
lotta loves from,

Na hanjuang taya kamelang
Daun pulus lalambaran
++++++++++
Gambar dipersembahkan oleh Lifestylemagazine.weblog
Sepotong bait lagu jaipongan itu masih ada di benak kepala saya.
Bagaimana tidak, dulu saya pernah menjuarai festival Jaipongan mesti hanya tingkat kecamatan saja, tapi saya bangga karena paling tidak saya pernah "disana". Torehlah nadi saya. Pasti masih tercium segarnya merahnya darah Sunda dari dalam diri saya.
Geram! Mungkin hanya itu yang saya rasakan sekarang tatkala membaca kalau Gubernur Jawa Barat terpilih telah "mengharamkan" Jaipong. Ternyata hati dan pikirannya ada di padang tandus arab sana. Bagaimana tidak, hanya dengan dalih bahwa tidak sesuai dengan agama yang ia peluk, ditambah dengan cerita bahwa tari jaipong secara sejarah berasal dari kalangan "prostitusi" jaman baheula yang menjajakan kemolekan tubuh menarik simpatisan para lelaki hidung belang dengan 3G nya (Goyang, Gitek, Gaul) + Gedubrak!
Sejak kapan agama dicampur-adukan dengan budaya?
Duh, bagaimana nggak semakin kuat saja kalo saya akan menjadi orang yang golput di putaran pemilu legislatif ini kalo ternyata saya salah pilih pemimpin seperti dia. Mungkin saya akan mendirikan partai "Jaipong" saja ah, paling tidak ada 1/3 masyarakat Jabar dan ini sama dengan 50 kursi di DPR? yang pro kalau Jaipong tidak mau diharamkan dan dilarang dari peredaran... hihihi jadi mimpi ya.
Tarik maaaang... mangga atuh sok ngibing!
lotta loves from,
Hm, koq bisa ya?
However, urusan cinta dan selangkangan memang selalu mengesampingkan akal sehat, karena katanya memang tidak ada logika dan perhitungan disana yang mampu dicerna oleh otak kita. Yang ada hanya hati (nafsu) yang berbicara. Benarkan demikian?
dj, jadi serem deh
lotta loves from,

ngana pe goya pica-pica
ngana pe bodi poco-poco
cuma ngana yang kita sayang
cuma ngana yang kita cinta
cuma ngana yang suka beking pusing
..................
Aiih, dah lupa gue gerakannya poco poco ini. Ayo ah mumpung Ibu Mega sedang me-recyle, ayo kita badansa pesta pemilu.
dj, tarik-ulur, maju-mundur, naik-turun, ah lebih enak
lotta loves from,
Halah.. apa bahasanya ya? mboh aku gak gerti, anak asuh? anak pungut? whatava.... ceritanya it was a late afternoon sewaktu gue pulang dari kantor menjelang magrib gitu deh, ada anak peremuan kecil sekitar usia 9-10 tahun nenteng kresek hitam dengan 2 ekor anak kucing yang masih merah mengeong-ngeong memelas.WTF! "Pasti mau dibuangnya tuh anak kucing", umpatku dalam hati. OK! I hate cats... But letting them to get killed before they event know how the taste of fish is not the nice way to die...
So, bukannya trying to be a hero, atau apalah, I took them home, making them a nice-cozy-comfort-warmth-dry sleeping booth. And what now? Gue bingung mau kasih makan apa? Untung masih ada sekaleng kecil corned beef di lemari, persediaan terakhir gue kalo pas kelaparan malam hari bikin spagheti corneed beef adalah alternative lain selain makanan pokok kedua bangsa indonesia "indoie goreng". So, kubuka kalengnya dan kutuang kedalam mankok kecil melammin, kupegang leher kucing itu, kuenduskan hidungnya ketas corned beef.
Tetep ga mau makan dan mengeong-ngeong makin keras, "ah kenapa pula"! bingung aku jadinya. Segera kutuang susu condense dicampur air hangat diatas piring ceper, dan segera kulakukan yang sama dengan mengenduskan hidungnya ke susu tadi, tetep gak mau juga.... "holly sh**t".
"Bodo ah", umpatku dalam sekali lagi. "It's your fault", siapa suruh bawa anak kucing pulang. Kusulut sebatang rokong sambil duduk bertekuk lutut sebelah dilantai sambil kutatap 2 ekor anak kucing yang mungkin masih berumur belum genap seminggu itu.
Pelan-pelan anak kucing itu menempelkan badannya di sela-sela kakiku kemudian menggesek-gesekan badannya, kemudian berhenti dan merebahkan badannya sambil keduanya. Ah... sejak kapan gue menjadi sangat melow dan sensi gini?
"Ternyata bukan makanan mahal empat sehat lima sempurna yang dia inginkan, tapi empat cinta dan lima kasih sayang yang mereka perlukan".
lotta loves from,
Gambar ini gue ambil sewaktu melintas di lampu merah Monjali-Palagan on ring-road junction.Seorang ibu sepertinya minggat dari rumahnya, karena bawaanya lumayan banyak; ada tas gedong di beldaakang, trus ada juga tas kresek besar mengait di depan sepertinya perlengkapan susu bayi tersebut.
But look at the baby's legs. Entah terlelap tidur di-ninabobokan oleh klakson dan deru kendaraan di ring road utara atau memang sudah tidak bernafas dibawah selimut tebel dan jaket mamanya?
Rasanya pengen aku berhentikan si ibu dan ngobrol ada apa gerangan dengannya, karena aku perhatikan sepertinya dia ga fokus mengendarai motornya, dikit2 ngerem dikit dikit kiri kanan. Ah tapi perduli amat, lah wong si ibu aja ga perduli sama bayinya itu... gue cuma berdoa semoga selamat sampe tujuan dan dapat jalan keluar masalahnya kalo iya ada masalah.
dj, lho ko jadi gue yang ga fokus di jalan
lotta loves from,
Bagaimana dengan lelaki?
Fc*k dengan peribahasa lama boys don't cry. Gue rasa cowo bebas saja meluapkan emosinya dengan menangis, dan dengan menangis katanya akan lebih baik ketimbang melampiaskan emosi ke media atau lcara ain yang lebih destruktif. Contohnya menceburkan diri ke Got, bakar rumah, dll.
Tulisan ini bukan excuse yang pernah nangis sampai nafas habis dan capek laksana habis marathon sejauh 20KM, tapi memang benar adanya!
Tapi kapan ya gue terakhir menangis? Sudah lama dan lupa, gue gak tahu kalo mata gue masih memproduksi airmata lha wong di saku luar backpack notebook gue selalu tersedia Rohto (Airmata Buatan)
dj, menangislah di dadaku cinta....
lotta loves from,
Kaget gue baca artikel kalo Baznas (Rumah Zakat) telah mengumpulkan lebih dari Rp. 1.000.000.000.000 (satu trilyun) rupiah di awal tahun 2009 ini. Salut, angkat topi tinggi-tinggi dan angkat 4 jempol deh, ngangkang2 deh gue... hahahaha demi apresiasi gue kepada Baznas. Padahal gue belom pernah tuh berurusan dengan Baznas, paling banter setahun sekali secara official zakat fitrah terakhir di 2008 kalo ga salah bayar Rp. 15.000,-
Sedang angka kemiskinan di akhir tahun 2008 adalah 15.4% dibanding tahun sebelumnya 17,7% begitu berita yang dikutip dari pemberitaan di sebuah koran nasional ternama.
Ah, sejenak aku merasa optimis, masih ada harapan di negri ini. Ternyata masih ada manusia yang mau berderma atas nama agama, andai badan zakat itu bersifat umum pasti sudah 10 trilyun yang rekumpul kurasa. Cuma mau diapakan
uang sebanyak itu ya? Kalo dibagikan ke yang 15.4% itu apa jadinya?
Mungkin kemiskinan bisa dicegah? Sesaat?
Lha kalo pemiskinan gimana? Alias proses yang dilakukan untuk menciptakan kemiskinan.
Sontoloyo! Itu yang semestinya dibabat duluan.
lotta loves from,
1. Merokok
2. Yoga
3. Golput
Entah nanti apalagi ya? Yang pasti fatwa MUI itu kan buat orang islam saja ya? Kalo non-islam kan ga ngaruh kan?
Apalagi tadi malam di TV One ditanyangkan debat perihal fatwa ini terutama tentang golput ini, dan gue rasa kalo Islam sudah sangat terpecah belah didalamnya, menjadi sebuah agama yang sangat rapuh dan tidak solid, gampang dipengaruhi dan dipancing keributan.
Oh.... gue cuma pengan hidup saling berdampingan dalam cinta dan kedamaian.
dj, cinta semua
lotta loves from,
Itu bukan pilihan saat kepergok musuh waktu berperang tapi kondisi blog gue saat ini diantara pilihan itu.
Banyak banget buah pikiran yang pengen dituangkan kesini dari perihal ranjang sampe ke rantang dan bantang... but becoz it too much... then my fingers type nothing but big NULL
lotta loves from,
Ah, kalau mau didaftar ya jelas lah butir-butir RUU Pornography akan terlihat sangat pendek ketimbang list yang gue punya. But It's okay.... at least ada kompensasi apa yang menjadi pasal kemarahan gue. Puaskah gue? Ya nggak lah.... bukan tindakan dia yang membeli kesemua apa yang dia "curi" selama ini tapi permintaan maaf dan tindakan yang tidak diulang yang akan membuat negatif kredit dia menjadi "0" lagi. s
Tapi mau gimana lha wong:
Tadi malam aja gue mau bikin cereal drink cokelat kesukaan untuk supply P3K (Persediaan Pertama Pada saat Kelaparan) dia embat di depan mata gue saat gue masukin motor ke garasi yang kebetulan konekting dengan dapur. Lucunya pas gue masukin motor dia cepet-cepet ke kamar mandi dan tidak keluar-keluar sampe gue masuk ke kamar, tapi gue sempet liat segelas cereal drink panas diatas meja yang masih mengepul.....ooh gue cuma mengurut dada (Ngebathin)
And you know what?
Mie instant yang dia beli untuk pengganti bukan Sarimi Soto Koyo, bukan Indomie Mie Goreng Super Pedas, bukan pula Kare Sapi yang Warna Merah.
Roti Tawar yang dia beli bukan produk Sari Roti yang terbuat dari gandum kasar yang pinggiranya masih utuh.
Bukan pula Susu Full Cream Ultra Jaya karena rasanya akan berubah kalo gue minum dicampur 2 butir es batu + Madu.
Believe me....those are bunch of Waste....
So, pada akhirnya fullfill materi bukan jawaban akhir. Toh gue juga bisa beli sendiri, tapi "sepotong permintaan MAAF yang tulus" adalah sebuah penawar racun yang ampuh.
Sebenarnya gue ga pelit! Seberapa duit sih samphoo sama makanan harian yang gue beli trus dimakan orang tanpa ba-bi-bu (dasar emang BABI lo). Tapi ya ini masalah attitude dan kebiasaan yang tidak baik apalagi gue bukan sodaranya atau papa asuhnya, gue ini ya sama-sama cari sesuap berlian!
Ah eniwei... kadang konflik itu penting dalam perkawanan. Let's create conflict to make the friendship more stronger! I prefer to take a winding road rather than taking a toll way@ Gak ada seninya gitu. Dan pagi ini perasaan gue soooooooooooo release setelah kemarahan tadi malam, gue gak perduli kalo omongan gue setajam bilah belati “anita sarawak” atau setajam siletnya “fenny rose” tap meluapkan kekesalah adalah SEHAT.
Sesehat pagi ini, fikiran dan perasaan gue so bright and light. Dan gue hari ini merasa bersyukur kalo gue hidup dijaman ini meski RUU Pornography telah menyempitkan ruang gerak gue dan kawan-kawan, meski ekonomi dunia sedang mengalami sebuah kematian suri. But who cares! Paling tidak gue masih bisa:
Beli gas diwarung sebelah gak susah kalo mau masak gak harus gesek2 batu buat nyalain api
Kemana2 gampang pake motor, mobil, kereta, gaklayak dulu harus rela jalan ratusan kilometer.
Dulu ga ada hiburan, paling cuma kimpoi doang, now hiburan ada tivi, internet 24jam.
Dulu gak ada musik, bayangkan jika hidup gak ada musik, sekarang musik2 bertebaran.
Dulu gak ada listrik bayangin kalo hidup gak ada listrik, semua serba gelap dan manual
Dulu makanan terbatas paling cuma makan hewan2 buruan dan dibakar pake garam sekarang lidah kita udh dimanjain dgn beberapa rasa makanan kaya pecel,gado2 hingga pizza.
Dulu gak bisa menjelajah ke mana mana paling cuma hidup nomaden dari goa ke goa sekarang udh pesawat yg bisa nganter kita keliling dunia.
Dulu nyari barang2 keperluan serba susah sekarang tinngal ke mall ato order ebay.com besoknya barang nyampe di depan rumah.
Dulu gak ada baju bayangin aja baju kita ga ganti2 sampe bau skrg tinggal pilih baju tiap hari.
Dulu gak ada sabun, shampoo, odol. Bayangin sendiri baunya mulutmu.
lotta loves from,
Akhirnya kemarahan gue tadi malam memuncak@! Bagaimana tidak, housemate gue lama-lama koq kurang ajar, dan yang pasti kalo sebelumnya belum pernah belajar lalu gue ajar-in tapi dia tetep kurang ajar yang akhirnya dia mesti dihajar!
Tinggal bareng dengan orang lain adalah suatu kepercayaan pribadi. Semuanya sekarang menjadi issue bersama dari mulai kebiasaan jorok yang harus dibuang, sharing keperluan dapur maupun yang lainnya yang masih bersifat keperluan bersama. TAPI tidak sesuatu yang bersifat pribadi, Sabun, Shampoo, atau makakan yang gue beli itu kan untuk memuaskan hasrat pribadi dari mulai merek, jenis, maupun darimana gue beli semua itu karena semua berdasar pada kepentingan pribadi.
Tadinya gue diemin, malah samphoo dan sabun cair sempet gue bawa kedalam kamar dan hanya gue bawa keluar saat mau mandi saja. Tapi apa yang terjadi selama 2 minggu gue bawa toiletries itu kekamar gue tidak ada sabun yang dia beli untuk dia mandi, jadi selama hampir 2 minggu ini dia mandi gak pake sabun?
Some people have NO ASS!
lotta loves from,
Lutuna....
Note: kalau display diatas tidak bisa dibuka di MP silakan berkunjung click disini contoh nyata dari vendor buatan anak pertiwi yang sepertinya pernah ngintip saya jika saya membuat sarapan pagi sebelum berangkat kerja.
lotta loves from,

Moga-moga ini adalah pose terakhir yang narcis bin narcism yang dilakukan oleh sekelompok manula yang merasa masih bau kencur. One come one go! But inside my heart you are still my friends. Kalo pacar ada istilah bekas pacar tapi teman semoga tidak asa istilah ex-freiends.
To my Ichal and Ade, semoga kalian cepet mendapatkan pasangan yang memperbaiki keturunan kalian dan menjadi insan yang rela membela kebenaran.....huuuekssssss!
lotta loves from,
Yang gak tahu Sumanto pasti katro! Tapi mungkin sedikit yang tahu kalo dia akan di-hire sebagai debt collector yang akan datang kerumah anda dengan mimik muka seperti ini.Ah untung gue ga punya utang sama siapapun kecuali utang report progress sama partner kerja. Mungkin juga utang budi (eh boleh bayar pake adiknya budi ga) ke orang-orang yang pernah disusahin ama gue. Gue pikir ide yang sangat brilliant...!!! Bayangkan....
Hmm Yummy....gue koq jadi lapar
translate this page
Blog Archive
-
►
2016
(1)
- ► December 2016 (1)
-
►
2014
(1)
- ► October 2014 (1)
-
►
2013
(1)
- ► December 2013 (1)
-
►
2011
(4)
- ► October 2011 (1)
- ► February 2011 (2)
-
►
2010
(30)
- ► November 2010 (5)
- ► October 2010 (3)
- ► April 2010 (4)
- ► March 2010 (4)
- ► February 2010 (2)
- ► January 2010 (3)
-
►
2009
(199)
- ► December 2009 (3)
- ► November 2009 (32)
- ► October 2009 (52)
- ► September 2009 (10)
- ► August 2009 (27)
- ► April 2009 (1)
- ► March 2009 (3)
- ► February 2009 (8)
- ► January 2009 (5)
-
►
2008
(86)
- ► November 2008 (5)
- ► October 2008 (9)
- ► September 2008 (3)
- ► August 2008 (4)
- ► March 2008 (10)
- ► February 2008 (19)
- ► January 2008 (2)
-
►
2007
(89)
- ► December 2007 (4)
- ► November 2007 (5)
- ► October 2007 (43)
- ► September 2007 (23)
- ► August 2007 (10)
- ► January 2007 (3)
