Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts
Wednesday, October 13, 2010

"lovely"

This is an edited blog. The original article is only the picture and the cap of the picture with word "lovely". The picture was taken when I was sitting down doing my business in the "easy Sunday morning", well it was not morning if I was there  after my long Sunday sleep after 11 and before 12 Noon.
The picture was taken by using Android HTC Magic. The phone that I only used 10% in his life cycle since Jan 2010, so it could be last year product bu still sort of virgin which until now, I am in the mood of ON and OFF of reselling it I love white but especially mine is TMobile my 3G Touch, graffity special edition for US market which I got it in Pattaya early this year, when I spent my 10 days of New Year Holiday.


There is an application called "pixel line" where you can sigh-up and share the  image right after you took a picture to the assigned platform, just happenly like I do link to my blog here. So, it so fun when you love gadget and know how to use it properly unlike "a monkey who does not know how to open a coconut".

+++++++++

Then, this blog will be automatically also link to my Facebook page. There is an application on Facebook to link your blog become their "Note" what they called blog within the Facebook.

So, that's it!! 

Isn't it FUN?


Speaking of the witch! @Daniel suspecte me to change the tooth brush everyday. Which is true! See, I am having short memory problem. And I don't pay much attention on  "what day to day" policy. SO, I must manage to keep my brain works, and one of the trick is to have different colors of  the tooth brush in addition I always have at least 4 flavor of my tooth paste to put taste to my colors. 

Have you try a cocktail toot paste? You should... it was soo good.
Thursday, April 22, 2010


Lima menit menjelang keberangkatan Sancaka sore jam 16:00 saya baru keluar dari parkiran motor di Stasiun Tugu, waktu itu Juma't 16 April 2010 Jogja diguyur hujan deras bak air tumpah dari langit. Teman wanita saya dian yang saya todong dia untuk menemani saya ke Surabaya tampaknya sudah pucat pasi karena belum melihat batang hidung saya sementara kereta sudah mau diberangkatkan. But, I made it. Saya percaya the power of "kindness" saya percaya Tuhan maha adil dan membantu sekecil apapun pekerjaan baik yang kita lakukan, bahkan baru niat sekalipun. And here we go!

Saya salut kepada PT KAI yang terlihat lebih memperhatikan ketepatan waktu ketimbang dunia penerbangan di negeri ini. Entah karena kereta punya satu jalur saja sehingga sedikit keluar dari jadwal akan mengacaukan semua perjalanan yang lain, ataukah karena lalin di langit sana lebih luas sehingga delay sudah menjadi hal yang lumrah. At leat suplus yang dibukukan BUMN ini telah menjadi laporan yang cukup memberikan kepercayaan publik terhadap sektor transportasi di Indonesia ini. Bahkan teman saya dari Cambodia, Laos, Phillippines bahkan teman dari German sekalipun cukup memuji dengan Pelayanan Kereta di Indonesia ini ya khususnya jalur Jawa.  Termasuk teman saya Dian itu yang nampak bagai anak sekolah dasar yang diajak berlibur dengan naik kereta api tuuut tuuut tuuuut, siapa hendak ikut. Terakhir dia ke Surabaya adalah tahun 2001 jadi selama hampir dua kali pemilihat gubernur jatim pastinya banyak sekali perubahan yang dilakukan Surabaya yang sekarang menjadi kota pilihan saya untuk shopping ketimbang Jakarta, ya gimana lagi pertimbangan saya adalah:
1. Jarak yang bisa ditempuh hanya 5 jam dari jogja by train atau by bus setiap jam. 
2. Saya punya banyak kawan di Surabaya yang bisa ditumpangi tidur.
3. Jarak dalam kota surabaya antar tempat menarik yag serba dekat tak seperti Jakarta
4. Harga yang relatif lebih murah dibanding Jakarta atau Jogja sekalipun dalam beberapa hal.
5. Ada lebih dari 20 pusat perbelanjaan di Suabaya bahkan yang khusus sekalipun seperti IT dan Wedding.
6. Kuliner yang International
7. Ada lebih dari 10 taman yang asri dan rindang di dalam kota dimana kita bisa berteduh, relax bersama kawan hanya untuk meminum segelas minuman dingin. Bahkan beberapa taman sudah dilengkapi dengan wifi gratis! 

OK, cukuplah bicara Surabaya. Toh saya tidak dibayar untuk mempromosikannya. Saya hanya selalu berbagi yang baik kepada teman, meski terkadang saya membicarakan fakta yang menurut saya tidak baik untuk memberikan input dan perbaikan.  OH YA satu hal yang menurut saya sangat berbeda dengan kota lain dalam musim pilkada ini yaitu slogan slogan yang dipublikasikan oleh para calon pemimpinnya sangat berbeda contoh:

Di Surabaya:
Indahnya Perbedaan
I Love (lambang love) 100%
Di Solo:
Calon pemimpin wong cilik
Bebaskan biaya pendidikan

Pokoknya bedo! Entah masyarakat surabaya yang sudah megapolitan dengan mudah menyerap kata kata slogan ala surabaya, ataukah mereka sudah menganggap kalo slogan solo bila ditempatkan di Surabaya sudah di-cap "ndeso" katro!  Aatau kebalikannya, slogan yang ada di surabaya jika ditempatkan di Solo maka orang orang tak akan faham artinya dan baru memahami kata kata generik saja? Padahal mereka semua kan menonton sinetron Cinta Fitri bukan?

Tapi paling tidak slogan politik sedikit lebih maju ketimbang propaganda anti narkoba yang selalu bilang dimana mana mulai dari tanah inyong sampai tanah ngapak seperti:
NARKOBA NO, PRESTASI YES
SAY NO TO DRUGS

It is so so  primitive in saying so! Kayaknya perlu sebuah PR Agency yang handal untuk supaya message-nya sampe ke akar rumput. Buktinya berita terakhir penagkapan drug dealer dari Malaysia ke Jogja dengan 2.5 KG barang haram itu pastinya akan dipasarkan di Jogja (bukan seperti yang dilansir oleh seorang pejabat dari pihak kepolisian Jogja yang katanya hanya dijadikan transit untuk selanjutnya dipasarkan di Jakarta) bukankah Jogja kota yang sangat prospektif dengan pemasaran seperti itu? I call it it is a drect marketing, ngapain mesti susah susah via Jakarta kan lebih enak langsung ke end user.

Eonugh is enough DJ! Jangan kemana mana ngomongnya, nanti jauh dari judul artikel ini! Ah mungkin juga masih efek dari disorientasi karena virus flue ganas itu, toh kata dokter itu biasa sebagai symptom-nya. 
Anyway! Finally we made it. Saya, Dian dan couple Elly & Andre having a good time, an intimate conversation, waktu yang berkualitas antara saya dan Elly yang sudah seperti sodara kandung sendiri. We had great time in the past, sharing things in life, belanja ke pasar basah berdua beli sayur dan ikan demi menghemat pengeluaran dan meng explore skill kuliner masin masing, Elly dan saya punya taste yang sama tentang bumbu dan rempah, hanya saja dia lebih suka masak nasi lebih lembek ketimbang saya yang lebih sedikit air jika menanak nasi.

Life must go ON

Hey! I am happy for you. Apapun yang kamu lakukan dan dimanapun kamu hidup aku  akan selalu ada disampingmu untukmu sahabatku. Ende, hanya sebuah titik dari ribuan pulau Indonesia tapi saya yakin kamu akan menjadi bintang disana yang akan selalu menerangi langkahku dimalam hari. Toh aku tak perlu menengadah setiap kali ingin bertemu dan melihat wajahmu karena aku yakin kamu ada disana untuk-ku.

lotta loves from,
Tuesday, February 03, 2009
Yang gak tahu shekh Puji pasti elo baru turun bertapa di gunung selama paling tidak setahun terakhir ini deh. Tahu gak? Si pecinta daun muda (red. Fedophilia) ini katanya menuntut balik si aktivis LSM atas kerugian usahanya yang dia derita selama pemberitaan buruk mengenai dirinya. Begitu paling tidak brief yang dilansir oleh detik.com

Hm, koq bisa ya?

Gue bayar secangkir kopi Rp. 25.000 untuk secangkir kopi di Starbuck ya karena gue suka dan gue sudah menikmatinya? Memang sangat mahal! Tapi itulah harga sebuah kesenangan yang kita inginkan. Jadi jangan pernah komplen tentang resiko maupun kerugian apa didapat dari apa yang kita telah lakukan, karena toh seharusnya kita sudah mempertimbangkannya matang-matang atas resiko itu.

However, urusan cinta dan selangkangan memang selalu mengesampingkan akal sehat, karena katanya memang tidak ada logika dan perhitungan disana yang mampu dicerna oleh otak kita. Yang ada hanya hati (nafsu) yang berbicara. Benarkan demikian?

dj, jadi serem deh

lotta loves from,Link
Thursday, January 29, 2009
Setelah MUI mengeluarkan fatwa haram:
1. Merokok
2. Yoga
3. Golput

Entah nanti apalagi ya? Yang pasti fatwa MUI itu kan buat orang islam saja ya? Kalo non-islam kan ga ngaruh kan?

Apalagi tadi malam di TV One ditanyangkan debat perihal fatwa ini terutama tentang golput ini, dan gue rasa kalo Islam sudah sangat terpecah belah didalamnya, menjadi sebuah agama yang sangat rapuh dan tidak solid, gampang dipengaruhi dan dipancing keributan.

Oh.... gue cuma pengan hidup saling berdampingan dalam cinta dan kedamaian.

dj, cinta semua

lotta loves from,
Friday, July 18, 2008


ku tak tau
apa yg ada di pikiran dia

ku tak tau
apa yg dia rasakan tentang aku

ku tak tau
sedang apa dia

ku tak tau
apa yg dia pikir tentang aku

ku tak tau
mengapa aku begini

ku tak tau
sampai kapan kah ku dapat bertahan

ku tak tau
apa dia bisa merasakan yg ku rasakan

ku tak tau
tentang diri nya

ku tak tau
tentang keluarga nya

ku tak tau
apa mau nya

yg ku tau
ku tlah jatuh cinta pada nya





lotta loves from,
Thursday, July 17, 2008

Kepada Yth Tech Support,

Minggu lalu saya meng-install sebuah brondong manufactured 1990. Sebuah device baru yang baru dilauncing minggu berbarengan dengan festival gamelan jogja tepatnya tanggal 10 Juli 2008. Device ini mampu membagi partisi hati saya untuk mengalokasikan beberapa registry cinta yang pernah diinstall didalam jiwa saya dan kemudian akan meng-utilise beberapa registry yang tidak terpakai dengan cara mendelete-nya dan menggantikannya dengan registry baru. Dengan menginstall device ini diharapkan kinerja RAM akan berjalan secara simultan mengatur traffic informasi dan intruksi dari fikiran dan hati yang bekerja menuju proses emosi dengan outputnya cinta.

Versi yang saya pakai sebelumnya adalah Jomblo versi 6.9.9 dan dengan menginstall brondong manufactured 1990 ini otomatis versinya ter-upgrade menjadi BF 1.1. Diawal minggu pertama pemakaian terlihat kinerja komputer saya menunjukan performa yang sangat signifikan akan tetapi disisi lain peningkatan temperatur hardisk meningkat dari yang biasanya antara 40-50% C ke 70-80% C, dan ini jelas-jelas akan membahayakan terhadap life-cycle komputer saya.

Bahkan disaat-saat pemrosesan love-making, CPU hampir jebol dan mengharuskan saya meng-hibernate atau malah terkadang melakukan short-cut dengan cara meng CTRL+ALT+DEL untuk menghindari kemungkinan yang lebih fatal. Padahal beberapa add-ons yang menyertainya saya coba tanamkan didalam CPU diantaranya Poker Nite 11.20PM dan juga beberapa teknik Love-Position yang saya sudah upgrade ke versi 2008.

Akan tetapi usaha saya tersebut hanya menyedot banyak RAM dan energy resources yang ada. Dan pernah juga saya coba untuk un-install device ini tapi monitor saya bilang bahwa proses un-install FAILED. Jadi sementara ini saya hanya membiarkan proses ini sebatas in the background process while attempting to run my favourite application.

Pertanyaan saya adalah bagaimana saya menyikapi computer behaviour semacam ini? Apakah ini semacam virus baru yang belum ada anti virusnya?

Untuk pencerahan problem solving silakan langsung menghubungi email saya di cinta@dunianyata.co.id



lotta loves from,
The troubled in love
Tuesday, July 08, 2008

dan kamipun saling menatap
dan semakin berdekatan
sehingga
nilai koefisien gesekan kinematis
antara tubuh kami mendekati NOL

lotta loves from,
Sunday, June 15, 2008


Sampai kapan aku bisa bertahan dengan perasaan ini
aku menunggumu, bahkan sampai saat ini..
berharap kau datang dan PULANG kembali Ke pelukanku..

Entah kapan aku benar-benar bisa melepaskanmu,
melupakanmu seperti kau begitu mudah meninggalkanku...

aku begitu tersiksa dengan cinta ini
kebencian dan Luka yang semakin perih bahkan tak mampu memaksaku melupakanmu..

Sosokmu hadir menjadi bayangan yang begitu nyata,
namun tak dapat kusentuh..
hadir di setiap sudut ruang gerakku
muncul di setiap detik yang berlalu..
bahkan di saat aku ingin membuang semua cerita tentangmu...

Kapan kau kembali Cintaku..??
Kapan kau akan PULANG ke rumah Hatiku??
dimanapun kau berada, PULANGlah

Tuesday, June 03, 2008
Tawaran minum kopi setelah acara makan malam di restoran yang romantis sebagai acara kencan pertama dengan seorang perempuan kemudian mengantarnya pulang ke apartmentnya yang ia tinggali sendiri adalah scene klise untuk undangan bercinta dalam film-film drama percintaan ala Hollywood.

Tapi ajakan minum kopi jam menjelang jam satu tengah malam di Manut Nite tidak membuat aku lantas mengasumsikan sebuah ajakan bercinta untukku meskipun aku menginginkannya. Kutepis segala bisikan setan dari kuping kiriku dan kupaksakan mendengarkan ajakan malaikat untuk tetap berfikir positif dan bertingkah layaknya seorang teman biasa.

Aku tidak mau memaksakan sesuatu yang pada akhirnya akan membuat aku kecewa disuatu saat nanti jika ternyata perkiraanku meleset dan jika kenyataaanya tidak sesuai dengan pengharapanku. Paling tidak tip ini aku sudah berkali-kali aku terapkan kepada seseorang yang aku baru kenal sehingga sejelek apapun yang kualami adalah sebagai pilihan alam saja dan tidak patut disesali maupun membuatku marah dengan orang lain maupun diri sendiri.

Suasana Manut Nite sudah lenggang ketika aku dan Yuki tiba. Hanya beberapa meja yang terisi dengan segerombolan mahasiswa insomania yang kelihatannya saling berkirim sms satu sama lainnya karena masing masing sibuk dengan hp di tangannya masing masing dan tak banyak yang mereka bicarakan. Sampai aku menulis blog ini aku masih penasaran dengan nama warkop yang satu ini, kenapa disebut “Manut Nite” sampai-sampai aku google-ing apa arti dari “Manut” tapi yang keluar hanya seputar cerita-cerita blogger tentang memori mereka di Manut Nite, ada sekitar 1.520 hits dalam 31 detik pencarian “Manut Nite” tapi tidak dari arti kata Manut itu sendiri. Dan sampai sekarang aku hanya mengira kalo “Manut” berarti menuruti perintah. Seperti penggalan kata “aku manut saja”, berarti aku setuju atau menyerah dan melakukan yang orang lain setujui.

Segelas tinggi Kopi Aceh yang aku pesan masih panas diujung lidah dan aku hampir menyemburkannya dari mulutku sambil aku sedikit menyumpah serapah karena selain panas kopinya sangat manis. Aku lupa memberitahu pelayannya untuk hanya menuangkan sedikit gula kedalam kopiku. Yuki seketika menertawakanku sembari menyeruput Kopi Toraja yang ia pesan. Sepertinya lidahnya sudah kebal dengan panas dan sepertinya sangat menikmati manisnya kopi yang lebih pantas aku sebut “sirop kopi” karena terlalu manis rasanya.

“Maaf mas kami sudah mau tutup”, seorang pelayan tanpa rasa bersalah menyodorkan bon pembayaran. Seketika darahku naik ke ujung ubun-ubunku. Untuk Yuki segera menengahi dan ia segera memberikan selembar uang lima-ribuan kepada si mas yang sok innocent itu. Ingin aku tumpahkan kopi aceh panasku ke muka si mas tadi, gimanapun juga aku sekarang di Manut Nite adalah karena pengorbananku untuk bisa berdua dengan Yuki dan mengenalnya lebih jauh.

Kopi Acehku tak sempat aku sentuh lagi. Kulihat Kopi Toraja yang Yuki order baru seperempatnya ia minum ketika kami meninggalkan Manut Nite. Mioku secepat melesat lebih agresif ketimbang sewaktu menuju ke Manut Nite, dan sebuah rangkulan erat kurasa dipinggang. Sekali lagi hangat nafas itu kambali terasa dikuping bagian belakangku dan kudengar ia bergumam hampir tak terdengar.

“Easy Bro”.

Klebengan – Selokan – Jakal. Kuberhentikan Mioku di tukang rokok dekat apotik K24 di KM5 Jakal.

“Mau ngapain bro”

“Beli Rokok”.

“Titip Malbor Merah ya”.

Lima menit berlalu.

“Apa itu”? Yuki keheranan melihatku menenteng kresek hitam.

“Cerewet”, kataku sedikit membentak dia.

Kelihatannya beberapa kejadian yang sangat emosional teleh membawaku kepada titik emosi yang membuat aku ingin sedikit memberikan kompensasi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan yang aku alami malam ini. Dua botol vodka murahan yang berkedok kios rokok 24 jam itu paling tidak terkenal seantero anak-anak Jakal dan sekitarnya memerlukan sedikit kesenangan dimalam hari.

“Kita mau kemana”?

“Jangan cerewet”! Sekali lagi aku dengan sedikit nada tinggi mengacuhkan dia sambi aku berikan kresek hitam untuk dia bawa.Tanpa berani angkat bicara lagi Yuki kembali duduk di belakangku.

“Gila”! Hanya itu yang aku dengar. Aku tidak yakin apakah maksud dia dengan kelakuanku atau dengan belanjaanku ketika dia sadar bahwa dia tengah menenteng dua botol kecil vodka.

Tidak sampai lima menit. Aku segera memasukan Mioku ke garasi dan Yuki segera menyadari kalau aku membawanya kerumahku.

“Masuk”! Perintahku kepada Yuki yang terlihat masih ragu antara masuk dan tidak.

“Copot dan simpan sepatumu disitu”. Ujarku lagi sambil menunjuk ke arah rak sepatu di garasi motor.

Yuki segera mengekor dibelakangku. Kebetulan garasiku connecting dengan dapur, segera kuambil dua kaleng Ginger Ale yang selalu sedia di kulkasku, segelas es batu dari freezer dan dua gelas kosong.

“Bang, pinjemi aku kaos dong”. Masih dengan rambut yang basah Yuki menghampiriku selepas dia mandi, sekarang dia nampak lebih segar.

“Ambil aja di lemariku sana”.

“Yang mana bang”? Teriaknya ladi dari dalam kamarku.

Aku paling benci orang teriak-teriak dirumahku apalagi ini sudah larut malam. Segera aku berlari kecil menghampiri dia dikamarku.

“Kaos abang bagus-bagus, aku cuma mau yg jelek buat tidur”.

Segera kupilih kaos usang yang tipis biasa aku pakai untuk tidur.

“Berdiri”. Perintahku. Dia menurut.

“Angkat tangannya”. Bak anak kecil yang dipakaikan baju oleh mama-nya Yuki “manut” saja tatkala kupakaikan kaos kebadannya yang masih “boyish” paling tidak segelas Ginger-Ale-Vodka masih belum mengaburkan pandangan mataku dari penglihatanku saat itu.

Ku-kucek-kucek rambutnya yang masih basah.

“Keringkan lagi tuh rambutmu, nanti bau apek” kataku lagi sambil segera meninggalkan dia yang masih berpatung didepan lemari bajuku yang masih terbuka.

Segera kukembali ke ruang tamu dan melanjutkan nonton tv. Kutuang lagi segenggam es batu kedalam gelas minumanku yang sudah kosong, seperempat vodka dan setengah gelas ginger-ale. Kusulut lagi batang rokok dan kemudian aku baru menyadari kalau ternyata aku masih meyisakan setengah batang rokok yang tengah menyala sebelum aku memakaikan kaos ke Yuki. Dan aku juga baru sadar kalau pendengaranku masih waras kalau Yuki manggil abang, bukan manggil mas karena ini di Jogja ataupun manggil “bro”.

Sepuluh menit berlalu. Gelas kedua ginger-ale-vodka-ku baru saja menyisakan es batu didasar gelas yang minta diisi lagi. Rokok terakhir yang aku hisap hampir saja membakar jariku dan menumpahkan abu rokok di kursi yang aku duduki. Yuki belum juga menyusulku kedepan TV. Segera kulempar puntung rokok ke asbak tanpa aku mematikannya dulu kemudian aku masuk ke kamarku untuk mengecek keadaan Yuki. Aku pikir dia masih sibuk mengeringkan rambutnya makanya kenapa ia tidak menyusulku kedepan TV dan bergabung dengan pesta kecilku.

Kulihat sesorang tidur diatas kasurku. Paling tidak itu yang aku lihat. Matanya setengah terpejam tandaia baru saja telelap. Nafas yang dalam dan pendek terdengar berat ditelingaku. Tangan kiri masih menggengam handphone sementara tangan kanan diatas perut dibawah kaos yang tersingkap sedikit keatas menyisakan gurat bulu bulu harus ditengah perut. Jelas terlihat, terlihat jelas!

Tigapuluh menit berlalu. Trans TV telah mengumandangkan lagu closing, pertanda siaran segera berhenti. Sebotol vodka, dua kaleng ginger-ale, segelas es batu sudah masuk kedalam perutku.

Mataku mulai berat.

Tapi aku tak ingin malam cepat berlalu.


Jagalah aku wahai malaikat malam.
Bawalah aku kelangit ketujuh.
Tidurkan aku diatas awan yang lembut.
Sehingga aku bisa melihat sejuta bintang.
Dan melihat jauh kebawah.
Melihat ia tertidur pulas diatas ranjangku.
Bagai seorang bocah ingusan yang innocent.
Tanpa beban, tanpa masalah hidup...

lotta loves from,
Friday, February 15, 2008
Name :
Shimi (taken from hebrew = Simone)
Age :
unknown
Profile:
My house mate Maren, she likes all kind of animals and she wanted to have cat in our house just to add some chain from our house-ecosystem.

Imagine when you have to stay in the house with rats, mosquito cheechak, Gecko, Cockroach.

They are all connected: Mosquitoes suck our blood -> Mosquitoes are eaten by Cheechak -> Rats are eaten by Cats -> and Cats are eaten by Human (hehehe off course Not), we compliment each other.


After 3 nights shimi stay at our house and after having on a 1st day warm-mild-human-shamphoo-bathing she was given a human-corned-beef meal everyday, she seemed to be happy even tough we do not let stay in the house especially during we are away to work or night time (coz the 1st night we let her stay inside just to intro her that she has her new home, I found out and I almost sit on her SHIT just on the chair's cushion cover) and this is the very bad experience the 1st time I encounter with her.

So, today I came home and found her carrying a headless-rat on her mouth with as you can see her pics and video.

My another shero of the day



lotta loves from,
Monday, October 29, 2007

Jum’at, 20 Oktober 2007

Jam 6 :00 pagi

Pasar Colombo – Km7 Jakal

Iseng habis nganterin temen pulang ke kosnya, mampir belanja keperluan hari-hari stock-up kulkas yang hampir selama bulan puasa ini selalu penuh dengan bahan makanan untuk keperluan buka puasa dan sahur. Sebelumnya paling malas namanya masak atau belanja, tapi karena makin lama makanan di seantero Jakal dan jogja koq tersasa seragam dimana mana dengan kombinasi sayur yang sangat kurang, maka mulailah aksi masak memasak dirumah dan kebetulan pula dalam satu tahun terakhir ini yang biasanya tinggal sendiri baru di bulan puasa ini gue serumah dengan orang lain dan nggak tanggung-tanggung ada 3 orang housemate teman sekantor yang lagi magang dari German.

So, selain memperkenalkan masakan-masakan Indonesia kepada lidah mereka, sekalian juga gue makan makanan taste rumahan yang selama ini sangat jarang gue dapetin di warung umum. Yang pasti gue juga gak suka makanan yang rumit memasaknya, jadi ya alakadarnya ala gue deh, tapi ternyata tiap hari mendapat pujian dari house-mate, entah hanya menyenangkan hati gue atau memang iya enak, tapi fakta bahwa makanan selalu habis dan mereka nggak segan bantu masak sekedar pengan tahu rahasia gue memasak, padahal biasanya gue paling males namanya ada orang sekitat gue kalo masak.

So here we go:

Telur asin @1300 x 6 butir = Rp. 5,200

Ikan Cue @1200 x 2 pak = Rp. 2,400

Sayap Ayam 4 + ceker 6 = Rp. 5,000

Jamur Payung Putih = Rp. 3,500

Ubi Talas = Rp. 1,000

Ubi Jalar = Rp. 1,000

Jagung Muda = Rp. 1,000

Cabe Ijo = Rp. 1,500

Minyak Curah = Rp. 5,000

Leunca siap makan = Rp. 1,000

Total = Rp. 27,600

Note:

Pasar Colombo terkenal lebih mahal sekitar 20-30% harga ketimbang pasar Kranggan terutama untuk komoditi sayur mayur, tapi nggak mungkin kan gue jauh-jauh ke pasar kranggan hanya belanja sekantong kresek item buat stock seminggu. Halah….!

Penyakit gue kalo udah belanja suka lapar mata, tapi karena memang uang di dompet saat itu cuma sisa Rp. 30,000 jadilah sisa di dompet masih ada Rp. 2,000 dikurangi parkir Rp. 500. Cukuplah stock belanjaan diatas untuk 1 minggu gue, jadi rata-rata makan/hari Rp. 5,000 untuk 2-3 makan, huh memang akan sedikit bosan mungkin jika siang dan malam dengan menu yang sama, tapi gue bisa ngirit dengan makanan yang sehat dan berkualitas serta cocok dengan lidah gue tentunya.

Sudah 6 bulan terakhir hampir tidak makan daging merah (binatang kaki 4) dan jarang sekali juga makan sejenis poultry (ayam), bukannya gak mampu beli tapi ngerasa kalo makan tanpa daging lebih ringan di badang dan juga dompet (hehehe) tentunya dengan tidak mengindahkan asupan protein toh bisa didapat dari susu, telur, tempe & tahu.

Yupe, memang hari ini gue beli daging ayam (note. gue bukan vegetarian) kangen rasanya sup ceker + sayap ayam yang dicampur jamur putih murni hasil kreasi gue dulu sewaktu panen jamur di tempat uwa gue di sukabumi.

Bolehlah gue kasih sedikit contekan resep gue kali ini, toh namanya resep bisa didapat dari mana-mana yang pasti teknik serta hati yang beda saat memasaknya:

Bahan-bahan (sesuai yang gue belanja diatas).

4 Chiken Wing

6 Ceker ayang

1 Kantong Jamur payung putih sekitar berat 2 ons

1 kantong sohun kualitas super sekitar 1 ons

4 batang seledri (daun sop)

2 batang daun bawang (dibuang daun hijaunya)

Bumbu-Bumbu

1 sdm Garam bubuk beryodium

1 sdt Merica bubuk

2 butir maggy rasa ayam

1 sdm gula putih

3 buah cabe merah besar

2 ruas jahe tua sekitar 2 ruas jari

6 siung bawang putih

Cara Memasaknya

1. Siapkan jamur yang di-suir-suir kemudian cuci dengan air dingin seperti membilas pakaian, kemudian remas air yang mengendap didalam jamur kemudian sisihkan di tempat yang berlubang.

2. Robek rabe merah besar melintang dari pangkal ke ujung dengan menggunakan ujung pisau, biarkan biji cabe didalamnya.

3. Cuci ayam sampai bersih kemudian masukan ayam kedalam panci ukuran sedang dan isikan air sekitar 1 telujuk diatas permukaan ayam.

4. Letakan panci diatas api, biarkan air mendidih selama 10 menit bersama ayam yang direbus sejak air dingin tadi, kemudian buang air rebusan tadi. Cara ni untuk membuat ayam tidak bau pada saat dibuat sup dan akan menghasilkan ai sup yang bening menawan selera (tidak keruh).

5. Masukan kembali ayam beserta air dingin dan kembali letakan diatas api yang besar.

6. Masukan jahe yang telah dimemarkan beserta irisan daun bawang, cabe merah. Biarkan sampai benar-benar mendidih.

7. Sementara rendam dalam air dingin sohun yang telah disiapkan tadi. Sohun yang baik akan terlihat seperti nilon yang tidak lembek serta patah pasa saat direndam atau saat dimasukan kedalam air panas (coba merek burung phoenix buatan RRC).

8. Siapkab bawang putih iris memanjang, kemudian goreng terpisah sampai berwarna kecokelatan kemudian sisihkan.

9. Jika sudah mendidih selama 5 menit, masukan maggy blok beserta bumbu2 lain (kecuali irisan bawang putih goreng dan seledri cincang) yang telah disiapkan beserta jamur yang telah disiapkan, tunggu untuk 5 menit berikutnya:

10. Sekarang, waktunya untuk mencoba kalo kurang garam atao merica.

11. Matikan api kemudian, masukkan seledri cincang dan bawang putih goreng.

12. Tiriskan sohun yan direndam tadi kemudian potong supaya tidak terlalu panjang sesuai selera. Kemudian masukan kedalam sup tadi.

13. Siapkan dihidangkan untuk 4 orang.

Nha loh koq 4 orang? Siapa yang gue undangi ya? Tentunya orang-orang yang dekat dihati dong!

Tips:

Makan sup ini cukup mengenyangkan tanpa nasi, tapi namanya orang Indonesia katanya belum disebut makan kalau tidak dengan nasi.

Untuk penambah selera yang suka pedas, tambahkan irisan cabe rawit merah atau yang diulek kasar kemudian disiram oleh kuah sup.

Pasti dijamin Mak-NYuss!

dj, cook-with-love


Monday, October 08, 2007

What if you are sent an email from someone you used to have a good time with, like this…. But you know that you are not deceiver, and you know what you wanted. At least you are being honest to yourself.

And It happens to me now..... gila kan!!

++++++++++++++++++

I haven't seen you in a week and a half, and I'm still hung up on you.
You texted me yesterday to say you are just too busy to spend time with me this week and hopes I'll understand. We all make time for the things that matter in our lives, so what I understand is that I'm not someone who matters to you. You tried to call me today, but I guess only for luring me back into you for another sex vista.

I don't know how to deliver it to you, because I know you'll start your speech about typical fags wanting so much for things. So here I am, writing this, wanting things. Things you can't afford. I don't know why, well actually I know, it's because you are a self centered, crippled narcissistic person with intimacy issues you bastard!

So, why do I keep going back to you? Well, your body is magnificent and I love how naturally dominant you are in bed. You know what makes me cum and you know how much pleasure I get from having my hands tied to the bed so you can whip me. You know talking dirty is the fastest way to turn me on and that I like it when you fuck me, hard.

You understand ownership and control and boundaries. You know how to hold me afterwards and say words like "I love you" to soften the pain.

You are my drug of choice.

But being with you only sporadically is killing me. When I'm alone in my apartment afterwards, I feel drained and quiet. I look at myself naked in the mirror and observe the marks you leave on my skin with a mixture of pride and revulsion. I can smell you on my hands and taste you in my mouth. I do nothing but think of how badly I want to see you again, how I would do anything to spend a few more hours in your arms,
how good it feels to be wanted and cherished and whole. I spend days trapped in a fog of sadness and anxiety. Will you want to see me again? How long will you make me wait this time?

Do you even think of me when we're apart?

How many other guys do you do this to?

It's like this again and again and again. Have another meaningless sex with other is helping somewhat, but not fully. Still don't know how people can deal with it.

I hate myself every time I justify this non-relationship with you. I hate craving something so destructive and worthless. I am smart, strong, good looking, and confident. I have a bunch of friends and a family that loves me. I keep busy with practice and clubs and a well-used gym membership. I am passionate and giving and sensual. I deserve a man in my life who will meet my needs both in and out of bed, but I have never found someone capable of both.

So I settle.

Afterall, it's only a message for you. I know you will be reading it since this is where you found your satisfaction of meeting strangers to fuck don't you. And why openly? Because it's my resolution from now on to stay single (and looking, hehe) for as long as it takes to meet a guy who does not make me feel like settling.

You are already exclude.

dj, no-regret-person-aku-tahu-yang-kumau

Sunday, October 07, 2007

[Jogja] 06.10.07

Berapa persen dalam hidup kita buat mendengarkan radio? Gue yakin pasti jawabannya less than 10% kecuali kalo lagi iseng nggak ada media lain yang bisa dijadikan hiburan. Bosen dengan kumpulan MP3 di HP kita (mending kalo punya HP yang ada radio + Mp3 player-nya) atau pada saat kita di mobil pribadi yang lupa kaset (mending kalau masih punya kaset kan sekarang jamannya CD).


4:45 AM – Female Radio FM


Sepulang dari berjamaah subuh di mesjid selepas imsak dihari ke -6 lebaran di tahun 2007 Masehi.


SANDIWARA RADIO

Prolog:

Tiba-tiba laki-laki yang seharusnya menjadi ayah kandung Ando muncul tiba-tiba muncul begitu saja setelah tujuh tahun hidup Echa dalam ketenangan, dan Agus yang selama ini telah menggantikan fungsi kepala keluarga dalam rumah tangga Echa harus dihadapkan dengan dilema baru dimana dia harus bertempur dengan bathin-nya sendiri apakah iya harus tetap bekerja di café yang telah menjadi sumber keuangan satu-satunya tapi harus selalu menjadi objek nafsu setan managernya.

“Ah penasaran juga pikirku dalam hati”, baru kali ini gue switch ke radio lain setelah sejak pertengan juli lalu gue beli radio kesayangan gue ini selalu bercokol di Swara Gama yang emang gue suka denger tembang tembang apik buatan negeri sendiri dengan DJ2nya yang muda ber-otak yang fresh dengan obrolan seputar jogja dan permasalah anak kampus.

JADIKAN DIRI KITA SEPERTI MEREKA

Memang sih gue bukan anak kampus lagi, rasanya gue udah meninggalkan kampus seumur Adhit yang sekarang duduk di kelas 10 atau mungkin seumur Demas yang baru diwisuda S1 Teknik Industri, gue udah lupa lagi saking kelamaan. But never mind, itu bukan toh permasalahannya tapi lebih kepada permasalahan gue yang harus mengetahui sekitar permasalahan kampus (red. Mereka) sehingga gue bisa menempatkan posisi gue di posisi mereka dan melihat dari sisi dan kacamata mereka, kalau gue mau tahu dan mengerti apa yang ada di kepala dan hati mereka sebelum tahu isi “selangkangan” mereka tentunya! Dan dengan cara ini gue ngerasa a lot of easier to get along with them ( you know what I meant) dan sebaliknya mereka selalu menerima gue selevel dengan mereka bukan mereka melihat gue seperti Assisten Dosen apalagi sebagai Dosennya (ini hubungannya dengan factor “U” lho!) bukan dengan factor knowledge.

Hush jangan salah sangka, gue udah mundur dari kumpulan gerombolan si berat yang meng-atas-namakan kaum hedon kampus meski kadang sekarang masih ada sisa-sisanya sekitar 80% (lhoo koq masih banyak sih), tapi ya gitulah toh gue pada akhirnya hanya segumpal “micro organism yang perlu orgasm” demi terjaganya kelangsungan hidup yang entah sampai kapan berakhir. So, enjoy aja lah dengan apa yang gue miliki saat ini.

BANGKITNYA RUNTUHNYA SANDIWARA RADIO

Ok, back to Sandiwara Radio yang seinget gue terakhir rame-rame-nya sandiwara radio sewaktu “Tutur Tinular” atau “Saur Sepuh” sewaktu gue masih di SMP. Gue inget nyokap dengan radio 2 band Phillip-nya yang hanya bertenaga 2 batere ABC yang ukuran gede itu, mirip dengan radio (red. Gadget) yang gue punyai saat ini, nyokap gue sembari memasak di sore hari mendengarkan sandiwara itu sampai-sampai dia kadang gak bisa diganggu sama sekali kalo sudah manteng dengerin sandiwara itu.


Tapi setelah era itu muncul TV2 swasta apalagi dengan hadirnya sinetron2 yang menggantikan hilangnya perfilm-an Indonesia pada saat itu, otomatis Radio Phillip nyokap gue hanya sebatas pajangan lemari pajangan, tapi tanpa mengenyampingkan tugasnya sebagai seorang ibu buat anak2nya dan istri bokap gue. Itulah nyokap gue yang gak pernah mengeluh! (mode sentimental ON”.


Nah hari ini, gue denger lagi sandiwara radio di jam yang sangat minim pendengarnya, mungkin hanya slot kosong dimana jadwal radio sudah ON sementara penyiar belum ada jadwalnya, jadi secara otomatis terjadwal di antrian oto-running di computer di studio radio.

Kasian?

Rasanya tidak juga!

Karena walau jumlahnya sedikit, tapi pendengarnya adalah “market target” yang sangat loyal dan ini adalah potensi yang baik untuk memasarkan ide maupun produk.

RADIO ADALAH MEDIA YANG EFEKTIF

Gue yakin masih banyak penggemar yang memanjakan telinganya dengan mendengarkan radio, toh memang setelah program gue “back to audio” (red. Radio) rasanya banyak sekali hal yang missing dalam hidup gue kembali lagi, coba fikirkan dengan mendengarkan radio;

1. Komunkasi 2 arah antara pendengar dan presenter dengan kirim2 sms atau hanya curhat lewat call center.

2. Update dengan informasi teranyar tanpa kita baca Koran.

3. Update lagu lagu teranyar tanpa beli CD bajakan atau an juga tanpa membeli Ipod atau Mp3 player yang harganya bisa sampai sama dengan uang kuliah D3 UGM 1 smster atau tanpa “mengunduh” dari lime wire yang kebanyakan hanya tukar menukar virus atau dari blogspot pribadi yang notabene “menjamurkan” dunia pembajakan lagu! (no comment lah).

4. Dengan mendengarkan radio kita masih bisa mengerjakan banyak hal yang tidak memerlukan konsentrasi 2 dari panca indera bersamaan, bisa sambil masak, baca koran, nyapu, mandi, apapun lah selama jangkauan volume-nya masih terdengar. Tidak seperti TV yang mana kita harus duduk terpaku depan TV sementara mata dan kuping terpasang dengan full mode.

5. Dan juga banyak sponsorship yang bekerja sama dengan radio dimana kadang memenangkan door prize lebih gampang hanya dengan ikutan quiz sms atau telefon interkatif dibanding dengan media cetak atau TV. Lumayan kan kalau dapat jatah Indomie untuk satu tahun, apalagi buat anak kos bisa dijadikan P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KELAPARAN).


AKU ADALAH APA YANG AKU PUNYAI

Setelah gue beli radio seharga Rp. 475,000- padahal harga waktu pre-launching-nya 1 tahun lalu hanya Rp. 375,000,- yang gue bela-belain di hari terakhir Jakarta Fair tahun ini yang sebelumnya telah memimpikannya sekitar 6 bulan terakhir. Cuma karena memang kurang populartitas karena memang diproduksi hanya terbatas bukan oleh produsen HIFI tapi oleh sebuah perusahaan peripherals computer yang core business-nya spekaer aktif “Sonic Gear”, maka lengkaplah sebuah radio seukuran tissue box berwarna putih polos dengan kesan yang sangat minimalis gue miliki.

Dengan hanya terdiri dari volume control, tombol ON/OFF dan pencari frekuensi dengan model radio kuno, tapi radio ini dilengkapi dengan jam analog yang kalau radio dinyalakan maka sinar lampu putih susu menyala menjadikan background led control untuk bisa jelas melihat angka-angka gelombang radio dan waktu di jam analog, sementara single speakernya cukup nyaring menghadap keatas dengan ber-diameter selebar panjang telunjuk orang dewasa yang dibalut dengan cover speaker berbaut empat terbuat dari stainless steel yang terkesan solid dan macho dengan mengetengahkan retro fashion yang kontemporer + ada lubang booster di belakang radio sebesar lubang MUG Kopi, sedangkan antenna standar yang bisa dipanjang-pendekkan dan dimasukan dalam slotnya menambah kesan klasik dan tetap berkesan radio apa adanya. Oh ya, meski sederhana radio ini dilengkapi dengan line-in untuk memasang Ipod atau Mp3 Player, kita tinggal putar tombol ON/OFF ke posisi aux maka kalau malam hari kamu set wake-up alarm Ipod kamu makan radio akan membangunkan dan memutar lagu lagu kesukaanmu dan mengantar kamu mengarungi hari hari pagi yang indahmu.

Satu hal yang palin gue sukai, body luar radio ini berwarna putih susu terbuat dari kayu! Sekali lagi kayu….! Alias Wooden Radio…. Sungguh perpaduan antara kesederhanaan, elegance, macho, klasik, tapi tetep mengetengahkan sisi kegunaan jaman sekarang (red. Modern).

KENCAN DENGAN PRESENTER RADIO

Duh sebenernya malu sharing disini tapi udah kadung bicara tentang radio, sekalinya gue pernah “ditembak” oleh penyiar radio. Gara-garanya gue diundangi ke studio radio buat talk-show tentang event sebuah festival yang gue ama temen gue organise waktu itu, talk-show nya lumayan hidup sampai-sampai selain sms dan interkatif lewat call center juga sampai Off-Air setelah acara talk-show masih banyak yang penasaran dengan event tersebut. Dan pada saat itu dia sebagai penyiar yang mendampingi kami, biasa lah setelah acara kelar kita itu tukar-tukaran no hp termasuk dengan si penyiar tadi. Belum lagi berselang hari, ada sms dari dia “mas aku udah kelar siaran, ngopi yuk, mau ga”, sms masuk di HP gue.

Then, berlanjutlah ke kopi darat lalu hari-hari selanjutnya dikala dia siaran ada aja lagu cinta yang dikirimkan buat gue itu berlangsung sekitar 2 bulan lebih sampai akhirnya kita jadian (duuh senengnya).

Oh ya satu hal yang unik selama “menjalin hubungan” dengan penyiar radio ini adalah gue menemukan suatu pribadi yang sangat komplek sekali diantaranya:

  • 1. Lebih sensitive terhadap audio menelefon dia 30 detik akan jauh lebih puas daripada 30 sms berantai.
  • 2. Lebih romantis.
  • 3. Lebih percaya diri.
  • 4. Lebih banyak tahu segala permasalahan hidup dan bisa menjadi pendengar yang baik saat dicurhatin.
  • 5. Lebih tepat waktu kalau diajak ketemuan.
  • 6. Lebih rapi dan modist.
  • 7. Lebih cuek dengan gaya yang bikin ngangenin.

Tapi tidak bisa ambil sikap dan menentukan permasalah hidupnya, termasuk permasalahan yang timbul selama menjalin hubungan sama gue! So, I said “Honey, I know ee have something in common but I think we better to stay as a special friend, kayak adek kaka gitu aja deh buat kebaikan kita berdua”.

(padahal dalam hati gue, kita sudahi saja sampai sini gue capek!)


DJ WAS A DJ’S RADIO

Another true story of mine. Yess, I was a DJ’s Radio once!

Ceritanya waktu gue di Balikpapan, you know di kota kecil yang modern berskala international itu selepas gue kerja gak ada kerjaan lain selain mengajar sebagai dosen di sebuah lembaga pendidikan rabu dan sabtu selebihnya, sooo boring! So, adalah seorang kawan mengenalkan seseorang yang notabene adalah founder dari sebuah radio station untuk kalangan dewasa lah. Dan satu dari sederet program-nya ada semacam obrolan malam yang inter-aktif dengan pendegar dari jam 11 malam sampe radio OFF jam 1 pagi.

Setelah beberapa kali gue tandem dengan penyiar tetap yang di statistik tidak menunjukan rating yang signifikan akhirnya gue dengan berbekal beberapa acara talk show Oprah + Majalah Cosmo gue mengudara sendiri mengembangkan program yang ada. Memang kadang menyimpang dari patokan yang ada tapi justru disini tercatat rating mulai naik perlahan, terbukti dengan makin banyaknya sms dan telefon masuk serta di grup milis yang dikelola.

Jadilah gue seorang Mr. Ditch yang dikenal dengan obrolan “nyeleneh” tengah malam! Gue gak mau ulas lebih detail apa itu obrolan “nyeleneh” karena itu ide gue dan jangan sampai dibajak oleh pelaku di bidang radio yang baca blog gue. Halah!

Tapi kalo masih penasaran then “HIRE ME AND I’LL TELL U”!

dj, listening-to-female-radio

join me on