
[Jogja] - 28.09.07
Berikut beberapa phrase percakapan yang gue tangkap disela-sela konsentrasi gue mencocokan nama-nama asia yang asing antara list dari kantor dan list yang sudah dibooking-kan di reservasi hotel:
“Jadi kapan kamu ada waktu untukku?”
Jeda
“Trus jadi menurut lo lebih istimewa temen dari pada gue?
Jeda
”Jangan berfikir kalo gue di Jogja ini hanya senang-senang ya, memang tadi malam gue keluar ma temen-temen pelatihan tapi bukan berarti gue keluar trus ketemuan” !
”Ýa ampun jadi anak ini gak sayang ma aku, jadi anak ini gak cinta lagi ma aku” ?
Jeda
”Sayang, aku cuma sayang ma kamu, aku cuma cinta ma kamu, kalo nggak mana boleh kamu tinggal dirumahku selama aku pergi, mana boleh kamu pake mobilku ”.
Bla bla bla bla bla bla
“Ok Ok, kamu tukang bohong aku tukang bohong, SOOO WHATT”!
And the scene continue more than 30 duration without commercial break
Oh My Dog…. Kata gue dalam hati, lengkingan terakhir dia membuat gue harus menutup lid notebook gue menyenderkan punggung gue di kursi lobby hotel yang bersebrangan dengan dia, gue sedikit selonjorkan kaki kebawah meja pendek itu, sementara kedua telapak tangan gue jadikan sandaran kepala gue yang sedikit merebah ke kursi dan mulai gue arahkan pandangan mata tajam gue kearah muka dia, seakan akan gue lagi melihat seorang pelakon maestro dalam suatu pentas teather berjudul “Romeo dan Romeli”.
Oh my Ipod!
Please deh cong boleh aja lo jadi cong tapi lihatlah kapan lo bisa berakting jadi seorang the-most-high-frequent-traveling-business-woman yang pandai tebar pesona di lobby hotel, dan kapan lo bisa jadi seorang possesive-melankolis-jeaoulessy-cong yang bisa menjadikan lo seorang macho-look menjadi macho-melted-on-the-bed.
Ternyata, tak seindah warna aslinya.
Ternyata, layaknya seorang cleopatra yang terlihat garang dari luar tapi dalemnya tetep berhati lembut seorang wanita.
Ternyata, kalo cinta sudah bicara semua ke-jaim-an bisa lupa dan kepribadian yang asli tersisa.
Ternyata sekali cong tetep cong.
Cong, cong, cong !
Dj, so into queer
Kelihatannya fenomena ini menjadi perhatian para pakar social yang menyampaikannya kepada para pembuat keputusan di tingkat tinggi demi terciptanya kelangsungan umat manusia. Dengan pemikiran bahwa degradasi hormon kelelakian sudah sangat jauh diambang batas minimum, maka untuk mengembalikan kadar hormon kelelakian dibuatlah suatu aturan yang mengharuskan speda motor skutik dibuat dan dikhususkan untuk manusia berkelamin lelaki dan perempuan.
Maka terciptalah Namanya Yamaha SOUL dan Suzuki SKY WAVE alhasil sebuah skutik (baca motor perempuan) yang berganti baju sehingga menjadikannya berkelamin lelaki dan diperuntukan untuk lelaki sejati
Mio dan Spin (red. Motor berkelamin perempuan) yang dinaiki manusia berkelamin lelaki.
Yamaha Soul dan Suzuki (red. Motor berkelamin lelaki) yng dihadiahkan kepada manusia berkelamin lelaki.
Ketika zaman ini sudah tidak lagi memikirkan gender dalam banyak hal, koq malah sepeda motor mulai memilah milah dan diskriminatif terhadap gender?
Apakah ini sebuah perjalanan mundur dari marketing strategi atau taktik lama di zaman pergerakan periklanan masih cukup dirasa efektif?
Ataukah ini fenomena sosial? Masa cowok numpak cowo? (point no.2) bukannya semestinya cowok numpak cewek? Atau malah disini justru benang merahnya dimana bicara soal kelamin tidak lagi hanya cewek dengan cowok jadi penempatan point no.2 adalah pembetulan atas diawal tulisan ini dimana Mio yang berkelamin perempuan ditumpak-i oleh perempuan yang notabene sudah lumrah, kemudian untuk lelaki yang suka lelaki maka dibuatkan Yamaha Soul (dan ini dalam banget) "Soul" dimana kalo 2 orang (red. Cowo) berkelamin sama menjadikannya seorang "Soulmate" (red. Belahan Jiwa) / DALEM BANGEEET!
BANCI/WARIA/WADAM/BENCONG/TRANSEXUAL/TRANSGENDER whatava u call it! But it's true…. Don't tell me I'm telling me bullshit kalo semua itu hanya ganti "baju" saja kelamin tetep sama ato boleh dibilang MUTAN antara MIO dan NUVO (bukan sabun) atau operasi kelamin trus dipakaikan baju yang sesuai dengan kelamin barunya? Kenapa sih tidak sa sama sekali insiyur design di bidang speda motor yang idenya orisinal apa design engineernya semua BENCONG? Please deh kelaut aja…..
Ketika Suzuki menepis opini masyarakat tentang kebiasaan dia hanya ganti casing saja, YESS you DID!
So, Suzuki ganti baju dan Yamaha Ganti Kelamin…. Yuk !
dj, teori pembernaran ……..
translate this page
Blog Archive
-
►
2016
(1)
- ► December 2016 (1)
-
►
2014
(1)
- ► October 2014 (1)
-
►
2013
(1)
- ► December 2013 (1)
-
►
2011
(4)
- ► October 2011 (1)
- ► February 2011 (2)
-
►
2010
(30)
- ► November 2010 (5)
- ► October 2010 (3)
- ► April 2010 (4)
- ► March 2010 (4)
- ► February 2010 (2)
- ► January 2010 (3)
-
►
2009
(199)
- ► December 2009 (3)
- ► November 2009 (32)
- ► October 2009 (52)
- ► September 2009 (10)
- ► August 2009 (27)
- ► April 2009 (1)
- ► March 2009 (3)
- ► February 2009 (8)
- ► January 2009 (5)
-
►
2008
(86)
- ► November 2008 (5)
- ► October 2008 (9)
- ► September 2008 (3)
- ► August 2008 (4)
- ► March 2008 (10)
- ► February 2008 (19)
- ► January 2008 (2)
-
►
2007
(89)
- ► December 2007 (4)
- ► November 2007 (5)
- ► October 2007 (43)
- ► September 2007 (23)
- ► August 2007 (10)
- ► January 2007 (3)