Thursday, April 22, 2010


“Ketika seseorang adalah maniak end-gadget dan pemuja open source (red. Linux) maka disitulah ciri ciri akhir zaman nampak terlihat”.

Saya pernah membaca sebuah artikel keagamaan dan juga mendengar sebuah khotbah Jum'at di sebuah mesjid jami di sebuah university terkenal yang notabene bilang bahwa, “jika dunia sudah bisa digenggam, yang jauh menjadi dekat, yang tidak terlihat bisa terasa, yang mustahil menjadi biasa, itu adalah ciri-ciri akhir zaman.

what the f*ck!

True! Setelah lebih dari lima tahun saya tidak megang merk Nokia, saya ingat terakhir saya mempunyai Nokia adalah seri N2175 kalo ga salah, sebuah Nokia CDMA yang cukup mumpuni dan baik dari segi design dan performa termasuk didalamnya multimedia dan networking ini terbukti selama kurun waktu tiga tahun waktu itu harganya tetap tidak berubah. Setelah itu saya berkelana setiap paling lama enam bulan sekali berganti handset, aliran fesyen, multimedia dan netwoking adalah tiga unsur utama saya dalam menentukan sebuah gadget!

INGAT... it is a gadget, it is not a mobile phone but it is a mobile hand-held personal computing atau dengan kata akhir saya adalah “a computer that makes a call”. Mudah mudahan ada padanan bahasa indonesianya yang tepat untuk itu, saya sendiri lebih suka menyerhanakannya dengan bahasa inggris.


Saya sering pindah Agama tapi Tuhannya tetap Satu.

Sialnya, tidak ketiga item yang menjadi petimbangan saya untuk membelinya tidak selalu bersamaan ada dalam satu handset. Ditambah ketika saya menjadi seorang pengguna linux, tentunya saya harus mempertimbangkan lagi sebuah device yang cukup kompatibel dengan lingkungan sistim yang saya gunakan, paling tidak untuk kebutuhan mendasar seperti mentransfer multimedia files, ataupun sebatas koneksi modem. That is it!! chef farah queen mode ON! So, akhirnya device versus distro yang saya gunakanpun harus disesuaikan demi hanya untuk memuaskan “nafsu” saya, sebagai seorang non-xda nor technical background di bidang IT apalagi seorang gigs linux. No f*ckin way!
So, awal Januari 2010 sebuah HTC Magic berbasis android yang masih jamaahnya linux saya tebus di sebuah mall IT terbesar di kawasan Pataya, Thailand sewaktu saya berlibur tahun baru selama sepuluh hari disana. Ah sudahlah, hidup atau kesempatan itu hanya sekali toh! Setelah sampai hampir empat kali saya ke mall itu hanya demi memuaskan windows shopping saya, maka saya tebus HTC Magic myTouch 3G special edition berwarna putih keluaran T Mobile seharga sama dengan 4.5 juta rupiah. Sebuah harga yang cukup “pantas-tis” untuk sebiah endgadget yang hanya segelintir dibuat apalagi dengan tulisan “with Google” di cover belakangnya lengkaplah sudah kenikmatan sampai keujung ubun ubun hanya dengan memegangnya saja. Konsekuensinya BB Gemini white edition yang saya tebus 3.2 juta di mall Plaza Ambarukmo keluaran T Mobile juga harus saya lepas ke teman saya (tentunya harga teman dan dicicil pula) cuma satu hal saya hanya menjual gadget bekas saya ke teman teman yang memang menurut saya dia pantas memilikinya. TITIK!

BB si miskin yang tukang porotin orang

Saya pernah merivew sedikit perihal BB dari sudut pandang saya yang tentunya dengan perilaku pasar untuk kapasitas saya. Faham kan lo... yang gua maksud? Gemini special white edition itu hanya berumur tidak sampai musim panen padi di belakang rumah saya. Kepenasaranan saya terhadap perilaku gila orang Indonesia yang men-Tuhan-kan BB sudah sirna sama sekali dan saya tidak mau menjadi bagian orang orang sedeng itu “ENOUGH IS ENOUGH”, selain miskin dengan aplikasi dan feature, RIM dan operator GSM hanya mengeruk keuntungan dari para “NETWORK CLIMBER”, ini sungguh gila!! Entah kemana uang yang dikeruk RIM dipakai? Apakah dia punya bagian research dan development-nya? Saya rasa tidak. Dan jika punya BB tentunya kita harus terdaftar untuk paket layanan BB kan? Kalau tidak, sebuah BB hanya bisa untuk SMS dan memotret tidak lebih baik dari sebuah mid-end handphone kan? TITIK

Aku ingin IMAM bukan Jamaah

Ketika saya mengupload sebuah foto hasil jepretan di Singkawang minggu lalu ke Facebook, akan tertera tulisan dibawahnya “uploaded by N900”, tapi SIAPA PEDULI? Toh sekarang HTC (red Hape Teko Chino) pun sudah bisa mengupload foto ke facebook langsung. Bahkan temen saya seorang hacker dan linuxer sejati, sebut saja namanya Darmansyah seorang mahasiswa asal Kendari malah bisa merubah footer untuk sebuah komen di facebook apa saja, dia bisa membuat seolah dikirim dari iPhone, Mac, apapun lah yang dia mau.

So kembali ke gadget, kembali ke OS yang dicangkokan dan kembali ke non-provietary application linux based, setelah saya main main delama 3 bulan dengan android yang notabene masih jamaahnya linux, saya tidak puas karena N900 yang saya beri julukan Imam nya OS smartphone saat ini dengan berbasis linux maemo adalah kepuasan multi orgasme yang pernah ada.

Ah, ini komputer apa smartphone sih?
lotta loves from,
Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar meminta Dirjen pajak dan pihak kepolisian untuk menindak tegas para produsen dan penjual CD bajakan. "Menindak pembajak bukan kompetensi kami. Itu sudah penegakan hukum," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, siang ini (22/3).

Menurut Patrialis, pihak-pihak berwenang harus menindak tegas para produsen dan penjual CD bajakan. Langkah tersebut diambil untuk memperbaiki citra Indonesia yang terkenal sebagai negara yang gemar melakukan pembajakan. "Harus disikat, harus ada kerjsama, polisi harus turun," tegasnya.

Patrialis mengatakan peraturan yang tegas mengenai larangan pembajakan sudah ada, hanya perlu diimplementasikan saja. Saat ini Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tengah melakukan pembicaraan untuk meratifikasi peraturan mengenai Hak Kekayaan Intelektual antar negara ASEAN. Pembicaraan tersebut juga termasuk dalam rangka Asean Economic Humanity.

+++++

Artikel ini cuma untuk mengingatkan saya saja. Yang diingatkan oleh beliau soalnya lagi sibuk perang di kancah perang bintang, mana mau dia meihat kebawah yang terjadi di muka bumi. Lah wong masih dilegalisasi!!! 

Buat Microsoft contohnya, dia lebih senang windows bajakan masih merajalela ketimbang orang beralih ke OS lain, apalagi ke Linux. Saya tidak meminjam kuping san mata orang lain kalo VJ Daniel pernah berceletuk di GLOBAL TV, "Dengan software bajakan sebenarnya kita sudah dibuat pinter", kurang lebih dialognya begitu. 

So, siapa yang mau menjadi tim "STREET JUSTICE" seperti di film TV jadul dulu? 

lotta loves from,


Lima menit menjelang keberangkatan Sancaka sore jam 16:00 saya baru keluar dari parkiran motor di Stasiun Tugu, waktu itu Juma't 16 April 2010 Jogja diguyur hujan deras bak air tumpah dari langit. Teman wanita saya dian yang saya todong dia untuk menemani saya ke Surabaya tampaknya sudah pucat pasi karena belum melihat batang hidung saya sementara kereta sudah mau diberangkatkan. But, I made it. Saya percaya the power of "kindness" saya percaya Tuhan maha adil dan membantu sekecil apapun pekerjaan baik yang kita lakukan, bahkan baru niat sekalipun. And here we go!

Saya salut kepada PT KAI yang terlihat lebih memperhatikan ketepatan waktu ketimbang dunia penerbangan di negeri ini. Entah karena kereta punya satu jalur saja sehingga sedikit keluar dari jadwal akan mengacaukan semua perjalanan yang lain, ataukah karena lalin di langit sana lebih luas sehingga delay sudah menjadi hal yang lumrah. At leat suplus yang dibukukan BUMN ini telah menjadi laporan yang cukup memberikan kepercayaan publik terhadap sektor transportasi di Indonesia ini. Bahkan teman saya dari Cambodia, Laos, Phillippines bahkan teman dari German sekalipun cukup memuji dengan Pelayanan Kereta di Indonesia ini ya khususnya jalur Jawa.  Termasuk teman saya Dian itu yang nampak bagai anak sekolah dasar yang diajak berlibur dengan naik kereta api tuuut tuuut tuuuut, siapa hendak ikut. Terakhir dia ke Surabaya adalah tahun 2001 jadi selama hampir dua kali pemilihat gubernur jatim pastinya banyak sekali perubahan yang dilakukan Surabaya yang sekarang menjadi kota pilihan saya untuk shopping ketimbang Jakarta, ya gimana lagi pertimbangan saya adalah:
1. Jarak yang bisa ditempuh hanya 5 jam dari jogja by train atau by bus setiap jam. 
2. Saya punya banyak kawan di Surabaya yang bisa ditumpangi tidur.
3. Jarak dalam kota surabaya antar tempat menarik yag serba dekat tak seperti Jakarta
4. Harga yang relatif lebih murah dibanding Jakarta atau Jogja sekalipun dalam beberapa hal.
5. Ada lebih dari 20 pusat perbelanjaan di Suabaya bahkan yang khusus sekalipun seperti IT dan Wedding.
6. Kuliner yang International
7. Ada lebih dari 10 taman yang asri dan rindang di dalam kota dimana kita bisa berteduh, relax bersama kawan hanya untuk meminum segelas minuman dingin. Bahkan beberapa taman sudah dilengkapi dengan wifi gratis! 

OK, cukuplah bicara Surabaya. Toh saya tidak dibayar untuk mempromosikannya. Saya hanya selalu berbagi yang baik kepada teman, meski terkadang saya membicarakan fakta yang menurut saya tidak baik untuk memberikan input dan perbaikan.  OH YA satu hal yang menurut saya sangat berbeda dengan kota lain dalam musim pilkada ini yaitu slogan slogan yang dipublikasikan oleh para calon pemimpinnya sangat berbeda contoh:

Di Surabaya:
Indahnya Perbedaan
I Love (lambang love) 100%
Di Solo:
Calon pemimpin wong cilik
Bebaskan biaya pendidikan

Pokoknya bedo! Entah masyarakat surabaya yang sudah megapolitan dengan mudah menyerap kata kata slogan ala surabaya, ataukah mereka sudah menganggap kalo slogan solo bila ditempatkan di Surabaya sudah di-cap "ndeso" katro!  Aatau kebalikannya, slogan yang ada di surabaya jika ditempatkan di Solo maka orang orang tak akan faham artinya dan baru memahami kata kata generik saja? Padahal mereka semua kan menonton sinetron Cinta Fitri bukan?

Tapi paling tidak slogan politik sedikit lebih maju ketimbang propaganda anti narkoba yang selalu bilang dimana mana mulai dari tanah inyong sampai tanah ngapak seperti:
NARKOBA NO, PRESTASI YES
SAY NO TO DRUGS

It is so so  primitive in saying so! Kayaknya perlu sebuah PR Agency yang handal untuk supaya message-nya sampe ke akar rumput. Buktinya berita terakhir penagkapan drug dealer dari Malaysia ke Jogja dengan 2.5 KG barang haram itu pastinya akan dipasarkan di Jogja (bukan seperti yang dilansir oleh seorang pejabat dari pihak kepolisian Jogja yang katanya hanya dijadikan transit untuk selanjutnya dipasarkan di Jakarta) bukankah Jogja kota yang sangat prospektif dengan pemasaran seperti itu? I call it it is a drect marketing, ngapain mesti susah susah via Jakarta kan lebih enak langsung ke end user.

Eonugh is enough DJ! Jangan kemana mana ngomongnya, nanti jauh dari judul artikel ini! Ah mungkin juga masih efek dari disorientasi karena virus flue ganas itu, toh kata dokter itu biasa sebagai symptom-nya. 
Anyway! Finally we made it. Saya, Dian dan couple Elly & Andre having a good time, an intimate conversation, waktu yang berkualitas antara saya dan Elly yang sudah seperti sodara kandung sendiri. We had great time in the past, sharing things in life, belanja ke pasar basah berdua beli sayur dan ikan demi menghemat pengeluaran dan meng explore skill kuliner masin masing, Elly dan saya punya taste yang sama tentang bumbu dan rempah, hanya saja dia lebih suka masak nasi lebih lembek ketimbang saya yang lebih sedikit air jika menanak nasi.

Life must go ON

Hey! I am happy for you. Apapun yang kamu lakukan dan dimanapun kamu hidup aku  akan selalu ada disampingmu untukmu sahabatku. Ende, hanya sebuah titik dari ribuan pulau Indonesia tapi saya yakin kamu akan menjadi bintang disana yang akan selalu menerangi langkahku dimalam hari. Toh aku tak perlu menengadah setiap kali ingin bertemu dan melihat wajahmu karena aku yakin kamu ada disana untuk-ku.

lotta loves from,
Tuesday, April 06, 2010

Kemarin sore Aku baru membungkus pulang sebuah “setan hitam kecil' Lenovo 103-S berprosesor N470 dari Harco Mangga Dua dengan tebusan hanya 3.7 juta saja. Ini harga fantastik untuk sebuah mesin IBM yang hanya tidak lebih dari setipis VAIO seri X125LG seharga US$ 1270 yang Aku beli di Jogjatronik untuk teman Aku di Phillipine, dia bilang harga di jogja 30% lebih murah daripada di Manila. “Ada 2 hal yang murah di jogja, satu adalah elektronik yang kedua adalah “shuttle cock”, makanya Aku setiap kali pulang ke Manila pasti bawa shuttle cock sekardus untuk Aku bagi-bagikan buat temen temen Aku di Manila”, celetuk Resty teman Aku yang sudah lima tahun bekerja di Jogja.


Lain Harco Lain Jogjatronik Lain Pula Hitech Mall Surabaya

Berbeda dengan Jogjatronik, di Harco Mangga Dua penjual memberikan pilihan OS untuk net/notebook yang kosongan alias computer yang tidak terinjeksi OS Windows pabrikan yang mereka sebut W7 Starter. Beberapa toko membandrol varian harga berbeda antara 500 s/d 1 juta untuk jika ingin disertakan OS Windows dan mereka berani menuliskan “LINUX” yang notabene Ubuntu untuk diinstallkan jika mereka tidak mau menambahkan Windows sebagai starternya. Untuk Aku sebagai seorang pengguna Linux tentu saja bangga dengan pendekatan yang telah menyentuh para toko penjual net/notebook ini. Tapi tidak di Jogja yang notabene adalah kota pelajar dengan komunitas Linux yang cukup aktif, dan malah mereke mempunyai Komunitas Linux Sub-Loco Jogja yang cukup terkenal seantero komunitas pengguna linux. Tentunya ini harus menjadi catatan penting untuk para penggerak linux di Jogja khususnya. Apalagi di bulan April 2010 ini, Ubuntu akan merilis edisi LTS (Long Term Support) nya yang bernamakan Lucid atau versi 10.04.

Sedangkan di Hitech Mall Surabaya, mereka sudah lebih maju ketimbang Jogjatronik dan Harco, mereka lebih melek hukum. Stiker, signage maupun spanduk kampanye pemakaian barang haram alias software bajakan sudah mendarah-daging dari mulai pihak otoritas, manajemen mall dan pihak penjual hardware maupun software. Pihak manajemen menempelkan stiker besar yang cukup mencolok mata di pintu masuk ke setiap toko untuk tidak melayani, mengedarkan software bajakan, yang pasti di Hitech Mall yang berlokasi bersebelahan dengan THR (Taman Hiburan Rakyat) ini tidak akan dijumpai toko yang menjual software bajakan. Aku pernah mengecek ke sebuah perakitan jangkrikan PC untuk meng-copy software dan mereka bilang dengan ringan “maaf mas kami tidak melayani copy software”. Ini sebuah prestasi yang patut diacungkan jempol untuk pemerintah Surabaya, sementara di Harco Aku masih melihat beberapa toko penjual CD installers Software Bajakan, sementara di jogja masih ketimbang “mendingan” yang hanya menyewakan CD installers di beberapa tempat penyewaan VCD seperti di Wahana KM5 Jakal (paling tidak itu satu tempat yang Aku tahu).

Jakarta dan Jogja sepatutnya belajar dari Surabaya. Surabaya memang keras kotanya, kasar bahasanya, orang orangnya berperangai lebih urakan ketimbang Jogja tentunya yang lemah lembut mengusung totokromo keraton, atau Jakarta yang notabene etalase indonesia yang bercermin diri sebagai sosok pengambil keputusan dimana hampir 80% perekonomian dan peta politik Indonesia disana yang suka sok menjadi trend-setter yang akhirnya terkadang gagal karena hanya memikirkan imej ketimbang usaha nyata yang berarti.


“Kembali ke Laptop”.

Kembali ke perihal penggunaan OS Windows gratisan, anggaplah begitu. Aku bertanya kepada si mas salesnya toko LENOVO yang didominasi warna “kuning temulawak” kayaknya warna itu yang cocok untuk menjelaskan corporate color lenovo yang Aku sukai itu, “Mas apa sih W.7 Starter itu? Apa sudah seperti Home Edition?”, si mas nya cuma mesem aja tuh ga tahu apa yang Aku tanyakan. Sing pasti, begitu Aku pencet power button W.7 terinstall dengan baik di Lenovo 103-S itu dan rasanya secepat Aku installkan jolicloud versi Alpha dulu di BenQ Lite U101 2 tahun lalu. Tentunya dengan catatan W.7 starter hanya nyawa yang kosong saja yang ditanamkan kedalam raga Lenovo, tak seperti Jolicloud yang sudah diberi hati dan fikiran. Padahal hati dan fikiran itu yang menentukan kinerja dan perilaku, memang mau kita berhubungan dengan kehidupan tanpa hati dan fikiran? Tentu tidak bukan?

Please Try Again Kategori – Microsoft.

Aku menyebutnya pengguna windows gratisan. Entah itu usaha microsoft atau usaha vendor yang jualannya ingin laku yang pasti keduabelah pihak telah sepakat untuk memaketnya. Bukti stiker hologram di bagian bawah net/notebook baru Aku catatkan di konter Microsoft di bagian lobby Harco Mangga Dua yang
yang diundi untuk mendapatkan motor maupun mobil ditambah hadiah comotan sesuai dengan nomor yang diambil dari “fish bowl” sialnya (red. Syukur) mendapatkan CD game asli, eh padahal netbook yang baru dibeli kan ga ada DVD drivenya alhasil pastinya hanya akan mejadi sampah yang susah didaur ulang. Cukup diacungkan jempol untuk usaha Microsoft dalam kategori “Please Try Again” Marketing Effort.

Seperti semua pengguna Windows gratisan. Pengguna harus memperhatikan virus checker trial version yang ikut ditanamkan sewaktu W.7 starter terinstall, dan menunggu 30 hari masa percobaan sedekat kepala para perawat di ruang ICU mengawasi monitor pasien. Setelah itu update akan terhenti dan sistem sekarang terbuka untuk semua virus dan bakteri yang membuat kita terganggu dengan “buzz “ dan peringatan lain yang mengingatkan kita kalau sitim tidak lagi kebal dan rentan terhadap sistim yang tidak lagi stabil dan akan mengakibatkan malapetaka. Saat itu Aku akan merasa seorang “Jack” yang didukung oleh tim kesebelasan Persija yang main di Stadion Sepuluh November, surabaya.
Akhirnya Aku harus mengeluarkan biaya dua atau malah tiga kali lipat jika Aku harus tetap menggunakan windows gratisan. Sebut saja upgrade ke W.7 yang sebenarnya! Mungkin yang paling murah adalah home edition belum kita bicara versi profesional, office, anti virus yang asli, aplikasi lain yang harus dibeli terpisah dan diinstall lewat DVD drive yang harus dibeli terpisah pula, and THIS IS HELL!!!

Tidak heran, kemudian, bahwa ketika pengguna Windows (red Aku) akhirnya mampu memecahkan/memutuskan rantai kapitalis IT dan beralih ke sebuah OS dan aplikasi yang bebas dipakai maupun didistribusikan untuk sebuah kebebasan pengalaman pada desktop Linux. Selanjutnya mereka (para sales support) menatapku tak percaya ketika aku bilanng aku akan “menuntut mereka” untuk apa yang mereka tawarkan menginstallkan aplikasi apa saja yang ingin Aku installkan. Toh Aku tidak bilang kalau Aku pengguna Linux, mereka enggan untuk menghentikan mental bajakan itu. Mereka masih berfikir costumer akan merasa senang jika mereka mengisntallkan aplikasi aplikasi bajakan di net/notebook “mereka” dan ini benar benar sebuah PEMERKOSAAN massal yang BIADAB.
Sedikit Aku terpanggil untuk berbagi, dan Aku mencoba menjelaskan bahwa hak akses pada Linux membuat upeti seperti tidak perlu. Tanpa kebawelan atas definisi virus dan trojan, Aku juga memberitahu mereka bahwa mallware tidak dapat mengeksekusi pada komputer berbasis linux, kecuali Aku secara eksplisit memberi mereka root izin untuk melakukannya. HAHAHA sok tahu ya! Habisnya kesel aku sama mereka.
Permissions (akses) di Linux bersifat universal. Ada tiga hal yang dapat kita lakukan dengan file: membaca, menulis, dan mengeksekusi. Tidak hanya itu, mereka hadir dalam tiga tingkat: untuk pengguna root, untuk pengguna individu yang masuk, dan untuk seluruh dunia. Biasanya, perangkat lunak yang dapat mempengaruhi sistem secara keseluruhan membutuhkan hak akses root untuk menjalankan.

Microsoft Windows yang dirancang untuk memungkinkan orang luar (non authorise) untuk menjalankan perangkat lunak pada sistem kita. Perusahaan software yang menjustifikasi dengan mengatakan bahwa kita akan mendapatkan pengalaman dan dapat melakukan hal-hal yang dianggap keren pada desktop kita. Padahal menurut Aku harus jelas sekarang bahwa hanya orang yang mempunyai akses terhadap sistim adalah mereka yang mendapatkan benefit dan selanjutnya bertanggung jawab terhadap pengamanan tambahan didalam sistim atau memperbaiki kerusakan sistem yang disebabkan oleh itu.


Seperti bercinta dengan seorang pelacur cantik, kembangnya “pasar kembang”

Malware di Windows biasanya ditularkan melalui klien email, browser, atau klien IM, sistim kita merespon dan melayani manis madunya suatu interkaksi online diamana malware laksana sebuah kenikmatan tabu yang lambat laun menghancurkan sistim kekebalan kita, sementara kita tidak sadar kalo kita digerogoti olehnya. Beberapa program malware mengharuskan kita membuka lampiran. Lainnya bahkan tidak mengharuskan kesalahan pengguna. Dengan cara apa pun, malware pada Windows sering dijalankan, menjangkiti sistem lokal pertama, kemudian menyebar sendiri kepada orang lain. Njing! Sebuah lingkungan yang mengerikan, aku bahkan tidak berani lagi keluar rumah hanya untuk membeli sebungkus nasi goreng setelah jam sepuluh malam.

Tapi untuknya aku tidak tinggal di linkungan semacam itu, aku senang aku tidak tinggal di sana, aku tinggal di lingkungan yang aman dari malapetaka itu diman semua orang saling mendukung untuk menjaga keamanan tanpa dibebankan biaya dari perusahaan sekuriti.

Saya Tinggal di Kampung Linux.

Pada Linux, ada built-in perlindungan terhadap “kerajinan” tersebut. File baru yang tersimpan dari klien email kita atau browser Web tidak langsung diberi hak mengeksekusi. Mallware memang cerdik, ia mampu mengubah extensi nama file yang dapat dieksekusi secara umum dalam OS windows tapi tidak dengan LINUX, karena Linux dan aplikasinya tidak tergantung pada ekstensi file untuk mengidentifikasi sifat-sifat suatu file, sehingga mereka tidak akan keliru mengeksekusi malware saat mereka berinteraksi dengan itu. Keren kan?
Well itu hanya satu dari sejuta kenyamanan jika anda tinggal di pemukiman Linux. Mungkin saya hanya satu dari sekumpulan warga linux, dan mungkin juga mereka kenal dengan saya yang suka penasaran dengan kepulan asap dari dapur tetangga sebelah. Sebut saja ada tetangga depan rumah yang selalu memakai blangkon mungkin orang jawa ada juga tetangga belakang rumah seperti keturunan orang aceh yang didepan kaca rumahnya bertuliskan tulisan arab gundul ijo royo royo yang katanya cuma sebuah nama tempat di daerah aceh sana, ada juga tante Dora, Ibu Debi, ada juga orang aneh yang selalu memakai Topi Merah, ada juga penjual jamu pegel linux serasa daun mint, dan yang paling banyak para warga pemerhati binatang langka seperti anjing gunung, kemudian koala, ah pokoknya banyak deh!

Meskipun kita berbeda beda tapi kita hidup tenang dan rukun bertetangga, terkadang dari beberapa perkawinan antar warga yang berbeda darah itu kami mempunyai anak cucu yang manis manis sehingga menjadikan keturunan kami lebih variatif dan Plural. Eh, apakah itu namanya masih sama BHINEKA TUNGGAL IKA?

Kampung Preman yang lewat melalui Jendela dan Gerbang.

Lain halnya kampung tetangga kami di sebrang sungai, perkampungan mereka terlihat sangat mewah tapi aku melihat muka muram mereka dan terkadang stress setiap ada warga baru pindah mereka bertindak seperti preman, ada uang perijinan ada uang keamanan dengan dalih untuk membuat kampung mereka steril ada uang tambahan lain untuk fasilita tertentu yang mereka inginkan, dll.

Padahal aku sudah mencoba di perempatan jalan sebelum mereka berbelok ke perkampungan yang gemerlap itu, untuk menjelaskan kepada mereka bahwa mereka bisa tinggal aman dan nyaman dengan biaya hidup yang hampir NOL jika memilih tinggal di kampung Linux, mereka bisa sebebas saya dan para tetangga di kampung linux yang saling gotong royong untuk saling membantu kepentingan pribadi

Lalu mereka bertanya apa tinggal di kampung Linux tahan terhadap serangan terosris? Apakah rumah rumah di kampung Linux tahan thd peluru? Saya bilang tidak juga, cuma kita harus bertindak cerdas dan cepat untuk untuk menjaga sistem lingkungan dan kita tidak sendiri, kita melakukannya bersama sama tanpa pamrih, itu adalah sebuah kekayaan budi yang tidak dimiliki kampung sebelah sana.
Jadi jangan sampai anda terkecoh dengan iklan real estate yang menyesatkan dan iklan palsu dengan jaring perlindungan virus yang bertentangan. Kalo ga percaya silakan mampir di kampung saya.
lotta loves from,
Wednesday, March 17, 2010

Saya tidak mimpi di siang bolong, tapi saya percaya tidak lama lagi kita hanya akan menemukan sebuah icon di layar komputer sebagai pembuka masuk ke dalam sistem ataupun jaringan, lebih ekstrimnya tidak akan ada lagi sebuah aplikasi yang terinstall didalam komputer tersebut, yang diperlukan adalah hanya koneksi internet super cepat, secepat kita membuka sebuah file yang tersimpan di hardisk saat ini.

Saat ini, google telah memperkenalkan sebuah paradigma baru dalam dunia computing. Sebut saja sebuah virtual hardrive sebuah penyimpanan data layaknya sebuah flashdisk, google docs dimana kita bisa mengetik, membuat balance sheet ataupun presentasi bahkan membuat sebuah template angket pertanyaan yang bisa interaktif sehingga datanya bisa diolah. Belum lagi kita bicara OS generasi masa depan yang telah diliris dan bisa diunduh secara gratisan buatan google yang bernama “google chrome” yang akan menjawab semua teka teki dari istilah “cloud computing”. Ini sebuah revolusi di dunia IT yang terus terang meninggalkan sebuah pertanyaan besar di kepala saya “Apakah kita harus menyerahkan semua data kita kepada google”? Kita simpan dulu pertanyaan itu.

Terus terang saya bukan ahli di bidang telematika, saya hanya pemakai sebuah netbook untuk menunjang keperluan pribadi maupun pekerjaan yang senang dengan platform open source. Ketika saya membeli Netbook BenQ Joybook Lite U101 tahun lalu, saya hanya sebenarnya hanya tertarik karena bisa ditambahkan modul internal modem GSM 3G dari Sierra yang sudah mendukung driver di Linux – Ubuntu. Jadi dimanapun saya berada, saya bisa terkoneksi dengan internet bahkan pada saat saya bergerak.

Memilih Distro Yang Cocok untuk Netbook
Perilaku Netbook yang berbeda dengan Notebook maupun Desktop tentunya harus disesuaikan dengan OS maupun aplikasi lainnya untuk menyesuaikan ukuran layar yang lebih kecil dan serta aplikasi yang harus ringan tapi tidak mengurangi kinerjanya tanpa memberatkan processor Netbook yang tidak didesign untuk beban berat. Ada beberapa distro linux yang tersedia saat ini dan bisa diunduh secara gratis seperti Moblin, Ubuntu Remix, Jolicloud, semuanya mempunyai keunggula masing masing. Secara teknikal, saya tidak menemukan ketidak sesuaian, semua driver dikenali dan bekerja dengan baik, akan tetapi memilih distro di linux seperti kita memilih pasangan hidup, keduanya harus saling menyesuaikan meskipun pada akhirnya kita akan merasa terbiasa dan nyaman bersamanya.

Setelah saya mencoba semua distro Netbook, pilihan terakhir saya adalah Jolicloud. Sebuah Distro berbasis Ubuntu 9.04 Jaunty yang telah di-remaster dan disesuaikan untuk kebutuhan “fully mobile” saya tidak perlu lagi menyesuaikan konfigurasi atau menyetting modem GSM/CDMA bahkan untuk koneksi handphone yang mendukung auto-joint-network baik menggunakan koneksi kabel maupun bluetooth tinggal colokan saja langsung anda terhubung dengan internet, serta “end-design-layout” yang memikat mata, tanpa meninggalkan sedikitpun keunggulan Ubuntu. Memang dibandingkan dengan Ubuntu Lucid (10.04) yang akan dirilis April 2010 sebagai distro yang mendukung LTS (Long Term Support), Jolicloud terlihat tertinggal dalam perkembangannya selama satu tahun dari platform ubuntu yang ada ditambah Jolicloud yang saya gunakan masih dalam fase BETA, alias belum menjadi sebuah RC (Release Candidate), sebenarnya masih panjang jalan yang harus ditempuh menjadikannya sebagai seduah distro yang benar benar patut dijadikan versi rilis (akhir). Tapi menikmati Jolicloud laksana saya menikmati iPhone ala jailbrake dengan firmware terbaru berbasis open source Linux Ubuntu yang pada akhirnya “membiarkan pikiran saya tenang” dan bekerja dengan “style”.

Sebagai pengguna linux saya tidak menyarankan anda membuang Windows XP asli prabrikan netbook asalkan saja aplikasi lainnya bukan sofrware bajakan, gunakanlah aplikasi freeware yang bisa diunduh di www.filehippo.com atau opensource berbasis Windows. Lalu installkan Jolicloud langsung dari Windows XP dari sini http://www.jolicloud.com/download#jolicloud-express selanjutnya jangan salahkan saya kalau anda akan kecanduan memakai Jolicloud ketimbang Windows XP.

Jika anda membaca artikel ini, baca juga:



lotta loves from,
Sunday, March 14, 2010
 Dian Purnomo wrote an article on Grebeg Air 2010 which will be held on 21.03.10 at 08:00-13:00 Hrs at Kampung Jethak 2, Sidoakur, KM8 Godean, Yogyakarta as you may see here:

View Sanimas Jethak - Godean in a larger map



But what is it all about "GREBEG AIR"? 

Do you know that more than 500 babies in Indonesia or 5000 babies in the world died because of lack of sanitation access? Do you know that we don't have the access to the basic needs mean that we are poor? the answer is YES! I remember when I attended the 2nd KSN (Konferensi Sanitasi Nasional) in Jakarta came out withe result of acceleration of communities' sanitation by 2014 and one of the action plan is to built 1000 communal toilets around Indonesia. It mean in each district/Kabupaten at leat they must have new communal toilets around 2-3 sites.

I am not sure if we can do it. But giving an opportunity to opportunists to start a new business in sanitation sectors. So, any one interest to do it? let's talk about it. But, hold on. Let's show our concern first on tha sanitation issue in Indonesia, showing that we care on the improving of public health, let participate in the event of "GREBEG AIR" just come to the event and queue with others. That is it!

There will be a lot of activities on GREBEG AIR beside breaking THE LONGEST TOILET QUEUE that will be recorded on GUINNESS BOOK OF RECORD, and we (Indonesia) are part of other 56 countries who participate in this event. I am so proud that we are the first in Indonesia who take a part of this public campaign in Indonesia. If you don't believe it click here

Let's WET and DIRTY! 
Jogja is Hot & Dry lately. I prefer to sit down in ice cream parlor to enjoy what most of people complaining about. But having to be in GREBEG AIR, we can play wet and dirty making new friends, bring your kids and play wit us. In addition to the event, we will have some art perfoming like Gejog Lesung, Kotek-an as traditional javanese art performing. Murrals painting on the toilet walls by professional and kids, handwashing acts, edu-tainment on how to make bio-pori to help the environment from flood and composting, capoera, accoustic music, MUDs Football, Fish Hunting by barehand, and more crazzy games.

So far up to today 14.03 we secured more than 300 people will join the event. So if you are facebooker please join on GREBEG AIR or join the LONGEST TOILET QUEUE on Facebook or if you are twitter user let talk about #waterwednesday #worldwaterday #toiletqueue with @oralalikaroaku @dianpurnomo @borda_indonesia @felixkriz @ToiletQueue let share here.

So, what r u waiting for. Set yourself free on 21.03.10 and bring your friends along! cal me on +62899500447 or DIAN +62 274 9253226

dj, wishes to have more than 24 hrs in a day 

lotta loves from,
Friday, March 05, 2010
Ah, greget rasanya saya menunggu kehadiran veri LTS Ubuntu di versi 10.04 yang rencananya aka dirilis bulan Aprl nanti, pas dengan bulan kelahiran saya tanggal 11.04, yang baca jangan lupa kasih kado ya (not a virtual gifts tentunya), pas banget kan perbedaan dengan kantot pusat ubuntu dan waktu jogja adalah 12 jam, hem! Patut dibuatkan sebuah momentum emas rupanya! 

let make party ubunteros


Kelihatannya 2010 ini peperangan di dunia OS semakin memanas entah yang berbayar maupun yang tidak, yang jelas kita-kita lah yang diuntungkan selama menggunakan Ubuntu dari segi financial maupun kebebasan berkreasi dalam flatform open source. So, daripada membayar $200 beli edisi home W.7 ataupun upgrade dari xp maupun vista yang sedikit murah yaitu $120 ya mending pake ubuntu 9.10 atau tunggu versi LTS di april nanti untuk versi 10.04 nya, supaya kalian inget terus ulang tahun saya. Daripada buat beli W.7 mending buat pesta ulang tahun saya em...

si Ubuntu 10.04 yang bernama Lucid Lynx

Ah apa sih arti sebuah nama?  saya bahkan tidak tertarik untuk mengeja code name dari setiap code name ubuntu yang terkadang tidak sesuai dengan kepribadian nama binatang dengan versi ubuntu tersebut. Katakanlah, Karmic seekor koala kecil nun jauh di australia sana yang pemalas dan kerjanya cuma makan, itu yang ada di imej saya tentang karmic dan saya tetap memakai linux mint 7 versi xfce yang telah diremix sehingga sangat ringan untuk notebook dell inspiron 700 notebook sekelas vaio di jamannya yang gaj jadi dibeli temen, saya yang katanya kemahalan, padahal dia sudah mengobok-oboknya sejak september lalu dan baru balikin februari kemarin. AH sudahlah saya ga mau membahasnya disini baik itu linux mintnya maupun lappynya, daripada nambah dosa mending nambah ilmu saja.

Ayo kita omongin antara Ubuntu 10.04 dengan saya saja. Bagaimana di LTS 10.04 ini kelihatannya nampak lebih ringan tampilannya atau istilah nya "sleek" dalam versi dektopnya, semoga saja performanya juga semakin ringat alias tidak terlalu menguras resources yang ada, entah para developer ubuntu telah aware dengan istilah "go green" yang umum lalu diimplentasikan dalam struktur kinerja sistim yang baru ini. Yang pasti buat saya sebagai pemakai saja sudah dari cukup apalagi gratisan meskipun "gratis is not my principle of life".



there is no such free lance or free lunch
Saya harap ubunteros menggaris bawahi itu. Now, take a look of new look dari kandidat ubuntu 10.04 ini:
 
Bandingkan dengan yang ini:

Doe it ring the bell?

Yap! Anda benar. Saya setuju denga komentar mereka kalau ubuntu meniru max os. Entah karena sudah kehabisan ide yang dikejar setiap enam bulan sekali untuk merilis versi baru sedangkan ini projek yang tidak berbayar atau kah ada intrik politic steve job yang ingin menggabungkan ubuntu dengan kerajaannya di suatu hari sehingga nanti orang pada akhirnya diharuskan membeli juga untuk menginstallkan ubuntu di komputer pribadi?

Apakah ini sebuah revolusi ubuntu untuk menjadikan Ubuntu 10.04 sebagai "Leopard Killers" setelah meng-klaim kalau Ubuntu 9.10 sebagai "Windows 7 Killers". Kita lihat di pertarungan 2010 ini. Semoga tidak semakin meredup seperti kebanyakan warna abu abu dalam mac os.

dj, likes a chocolate ubuntu

lotta loves from,
Tuesday, March 02, 2010
Teman saya tertawa terbahak bahak sampai airmatanya keluar. Entah karena dia orang mudah terhibur atau karena jawaban saya yang lucu saat dia menanyakan siapa benchmarking saya dan saya menjawabnya "choky sitohang".
Secara GUI saya sama dia ga jauh beda, dia sexy dan saya kurang sexy tapi lebih pintar, fungsi basic saya malah lebih banyak shortcut yang lebih mendukung produktivitas ketimbang via agency untuk menghubungi choky sitohang. Lah emang siapa sih choky sitohang dan siapa saya? Ga penting lagi kayaknya saat ini untuk melihat packaging.

gak penting banged ya 

sing penting ferform
sing penting lebih irit kalo bisa gratis
pilih yang mahal atau yang murah
pilih yang beli atau gratis
pilih yang bajakan atau asli
pilih yang halal atau haram

semuanya ga ada pilihan yang pasti, tapi kembali ke kebiasaan. Toh orang jadul dulu bilang, ala bisa karena terbiasa, jadi jangan saling menyalahkan dan saling membedakan sebuah perbedaan yang bukan pada levelnya masing masing. Kalo mau membandingkan adalah perbandingan Win 7 dengan Mac OS Leopard propietaries yang berbayar dan sama sama bergerak di mainstream-nya bisnis IT, tidak membandingak Ubuntu 9.10 sebagai Win7 killers.

this is totally wrong
Jangan  mentang mentang Windows berasal dari Amerika, lantas haram dan Linux halal tidak seperti itu dab. Apalagi sampai Ubuntu 9.10 (at least itu rilis terakhir) mau mendebat Win 7, ya nggak aja kale, tapi kalau Linux Mint 8 (which is masih keturunan yang dipercantik dari ubuntu 9.10) ya jelas lewat lah. Saya harap kalian mengerti maksud saya, ya ya ya!
Teman saya mas Rijal menulis jujur tentang perbandingan Ubuntu 9.10 dengan Win 7 di blognya serta konsekuensi kalo masih memakai Win 7 versi RC (Release Candidate) yang pernah diberikan icip-icip oleh Microsoft sebagai pemanis kepasa public atas Vista yang gagal, menurut saya Win. 7 tidak lebih dari XP yang diupgrade itu saja, karena saya tidak melihat begitu signifikan untuk sebuah OS berbayar jika kita harus mengeluarkan kocek paling $200 untuk full home package atau $120 untuk versi upgrade.


being realistic and being fair 
So, ayolah kalau memang tidak mampu beli barang asli jangan membajaknya. Itu haram sifatnya paling tidak itu fatwa saya sebelum difatwa-kan MUI yang masih sibuk dengan urusan nikah sirih itu. Saya tidak membenci propeitary software, saya hanya mengibarkan bendera berperang terhadap pencurian hak intelektual. Saya tidak mau disebut pencuri karena saya tinggal di Indonesia dimana kekayaan intelektual orang lain dibajak sejumlah $411 juta di tahun 2007 dan $544 juta di tahun 2008, saya harap dengan dimulainya GCOS pertama 2009 lalu serta adanya PP yang mengatur 2009 akan menurun angka pencurian itu. Tunggu, $544 juta itu kira kira Rp. 5.440.000.000.000,- duh banyak banget ya, sampe saya nggak tahu mengejanya itu trilyun apa bilyar ya?  

Eh tunggu maksudnya kalo kita ga usah membayar sejumlah itu dengan memakai software tak berlicensi dan tak berbayar alias Linux - Ubuntu, berarti kita  bisa ngirit sejumlah itu kan dan uang kita ga berpindah keluar negri. 

Tapi kayaknya lebih dari cukup untuk menyulap Jogja menjadi Singapore. 

saya menyesal mengenal linux
sudah lebih empat tahu ini saya menyesal karena saya memakai linux, tepatnya turunan ubuntu  jaunty yang ditouch-up menjadi jolicloud yang cocok di netbook saya dan linux mint 7 berbalut lembut XFCE yang ringan dan powerfull di notebook dell inspiron lama saya. YA! Saya menyesal kenapa saya duluan mengenal windows ketika awal kursus komputer dulu yang membuat otak saya statis.

 So, see me at the Ubuntu mendebat Windows 7 di acara mega bazaar komputer 2010 yang berlangsung dari tgl 3 s/d 7 Maret di JEC - Jogja


dj, sudah "meracuni" 28 komputer teman dipasangi ubuntu 

lotta loves from,

Saturday, February 20, 2010
Tadi malam saya menemani teman saya untuk sebuah perhelatan kecil anniversary perusahaan sepupunya. Saya pikir sepupunya itu bekerja di perusahaan tersebut dan kebetulan mungkin dian adalah client atau bisnis partner, eh ternyata perkiraan saya salah.

Kami datang sedikit telat, dimana undangan seharusnya datang jam 19:00 hrs kami baru sampai 19:30 Hrs, sebenarnya untuk sebuah corporate anniversary event oke-oke saja sih, tapi ternyata ini lebih ke semacam family gathering dimana sepupu teman saya itu adalah pemilik sebuah web hosting company yang cukup diperhitungkan secara local (Indonesia) malah katanya menduduki peringkat 3 dengan pelanggan 10.000 orang dalam kurun waktu 8 tahun.

BRAVO!!

Jika dihitung secara kasat mata orang awam, berarti dalam setahun ada anggota baru sekitar 1.250 anggota , so berarti ada lebih dari 100 new clients dalam sebulan dan lebih dari 22 anggota baru dalam seminggu atau paling tidak 3 new clients dalam sehari. Angka yang cukup signifikan untuk sebuah perusahaan
web hosting local!

Nama perusahaan yang cukup ear-catching rumahweb adalah sebuah nama sederhana. Tapi ternyata mampu bersaing dengan perusahaan internasional yang cukup punya nama, tentunya saya tidak perlu menyebutkannya disini.

Mas Yusuf adalah seorang bisnis enterpreneur di bidang IT ini adalah sepupunya dian teman saya itu, konon katanya istrinya mas yusuf ini adalah seorang finance yang handal sedangkan mas yusuf sendiri adalah seorang konseptor yang cukup boros kalo belanja, hahahaha semoga saja gossipnya ga bener, sehingga suami istri ini cocok menurut ramalan dewi fortuna untuk menyelola sebuah family bisnis.

Dipikir pikir, hebat atau beruntung ya? Bisnis semacam ini kan ga butuh kantor yang mentereng, cukup mempunyai ruangan sebesar kamar tidur biasapun bisa, alias dirumah. Sedangkan karyawan juga ga mesti ngantor seperti 9-5 kantor biasa, malah bisa dilakukan darimana saja selama terkoneksi dengan server tentunya.

Ini Bisnis Kepercayaan! Dan membangun kepercayaan itu tidak gampang, apalagi sampai 8 tahun. Semoga angka hoki ini menjadi simbol keberuntungan untuk rumah web mas yusuf selamanya.
++++++++++++++++++

Oh ya teman saya didaulat menjadi MC malam itu, memang teman saya itu seorang ex penyiar yang sekarang menjadi station manager FeMale Radio di Jogja. Mestinya bayaran dia mengjadi host per-jam nya 1/2 juta tapi tentunya untuk menjadi MC malam itu, dia rela menjadi volunteer demi keluarga.

Selain keluarga, tetangga dekat ada juga clients dan komunitas blogger di jogja yang diundang, mungkin sedikitnya ada 50 orang undangan yang hadir. Cukup intimate acara makan-makan di "the sawa" (tanpa H) sebuah resto yang cukup upmarket di jogja utara seputaran jalan damai dengan jalan palagan tentara.

Acaranya cukup basi sebenarnya, biasa lah ada sambutan2 ga penting, lalu door prize berhadiah t-shirt rumah web yang tentunya kita disuruh beriklan jalan, lalu ada juga meja notebook yang berbentuk bantal, serta ipod stick (entah betul2 ipod atau ipod2-an) karena saya ga melihat langsung, dan nomor undian saya adalah "4" yang bertolak belakang dengan no "8" dimana rumah web ini aniversary yang ke 8. Semoga saya bukan tamu tak diundang yang "ciong" untuk progress bisnis kedepan.

Tapi untungnya si MC dapat juga kaos dari hasil undian door prize (bukan pemberian) tanda kasih ngemci loh! dan kebetulan kaosnya model dan ukuran cowo, akhirnya saat saya mengetik artikel ini saya pake juga. hehehe. Padahal maunya saya sih pengunjung dikasih domain dan hosting gratis, paling tidak untuk waktu 1 tahun kedepan lah, kan 100 MB x 50 orang cuma 5.000MG atau sama lebih besar dari kapasitas flashdisk saya sehari hari (mupeng.com ON).

Gud luck mas yusuf! perlu sepertinya banyak enterpreneur muda yang seharusnya menyusul keberhasilan anda, supaya bisa memberikan lapangan kerja lebih banyak di bidang IT khususnya.

Saya sendiri, selain ga punya modal. Adalah low-risk-taker person yang dijejali oleh ide usaha yang belum satupun terealisasi. Mungkin tahun depan!

dj, selalu optimis





lotta loves from,
Wednesday, February 17, 2010
Membaca teman saya posting di wall-nya "Juaaancccuukkk tenan iki, moso ga ada sim sekarang kena 50 ribu".

Cuma yang tinggal di Jogja atau pernah ke Jogja yang melihat rambu-rambu jalan yang bertengger hampir di setiap “bangjo” sebutan lampu merah a la orang jogja. Saya pikir pasti kependekan dari “Abang = Merah” dan “Ijo = Hijau” untuk sebutan lampu pengatur lalu lintas di persimpangan jalan raya. Tapi kemungkinan besar rambu “turn-left-go” itu yang biasanya ditempel sebelah kiri di tiang bangjo akan lenyap dan tak akan dijumpai kembali, dikarenakan per 1 Februari peraturan lalulintas baru tahun 2009 yang di-syah-kan SBY itu akan diimplementasikan.

Peta berikut adalah lokasi saya pernah ditilang:


View Jogja - Lokasi Tilang Motor in a larger map

Alkitab yang berhalaman 203 lembar itu seakan sebuah alkitab perjanjian baru yang akan menjerat para pemakai kendaraan terutama di jalan protokol, saya tidak perlu menjelaskan detil dari semua tarif baru tilang tersebut tapi siapkan saja uang minimum Rp. 50.000 untuk tilang roda dua yang sms-an atau terima telephone sambil mengendarai motor dan maximum Rp. 750.000 rupiah saja! Karena dikategorikan mengendarai tidak konsentrasi dan membahayakan nyawa orang lain. Sepertinya saya harus istirahatkan ipod saya mulai sekarang jika saya harus bepergian dengan si “white angel” mio 2007 kesayangan saya, padahal dengan earphone ipod yang menempel dikuping saya, saya merasa lebih konsentrasi kalau mengendarai motor, tapi saya tidak bisa membela argumentasi saya ini di depan hakim bukan?

Sekali palu telah diketok tidak mungkin ditarik kembali kecuali saya menyewa seorang pengacara hebat yang mau membela saya dengan bayaran super mahal tentunya, meskipun ada indikasi bahwa people power sedang naik daun saat ini. Ah, semoga tidak menambah poin negatif untuk SBY yang sedang di-demo diseluruh Nusantara yang puncaknya 28 Januari kemarin, tapi toh tetep kelihatannya rupiah masih menunjukan angka yang kuat terhadap mata uang kuat lainnya. Ini bukti kalau kepercayaan internasional tehadap Indonesia masih megang!

Jadi ya mari, siapapun pemimpin di negri ini kita dukung demi kemajuan yang lebih baik lagi. Toh yang terpilih adalah seorang yang terbaik dari yang “paling baik” atau diantara yang terjelek. Yo! Kita buktikan kalau demokrasi di Indonesia adalah yang terbaik dalam sejarah peradaban di muka bumi ini.

OK. Stop the crap!

Awal bulan Februari ini saya kedatangan teman CS saya dari Melaka, Malasia. Jimmy yang seorang chinese asal kota dengan pasukan pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia Banjarmasin, yang telah bertahun-tahun tinggal di negeri jiran itu untuk study dan mungkin juga berbisnis (mana aku tahu). Ceritanya saya meminjamkan Mio kesayangan saya ke dia, toh waktu itu juga saya sedang tidak begitu mobile, suatu pagi disaat saya rush harus tiba 20 menit lagi di hotel Jayakarta untuk workshop sementara waktu tempuh kesana seharusnya hanya 15 menit, tapi sewaktu mesin dipanaskan dan motor dibawa keluar gerbang tiba tiba mesin mati dan setelah itu semua kelistrikan mati total. Saya curiga kalau sikring yang mengatur kelistrikan itu putus dan saya ganti yang baru tapi kelistrikan tetap mati. Alhasil saya dorong motor ke bengkel resmi terdekat untuk diperiksa kelistrikannya, karena teori saya sudah tidak ada buktinya, mungkin teknisi resmi lebih tahu penyebabnya.

Bengkel menyarankan saya mengganti accu kering yang sudah saya pakai selama hampir 2 tahun dan tidak pernah ada masalah, karena saya pikir teknisi lebih pintar ketimbang saya yang hanya berasumsi saya nurut saja mengganti accu dan menebus dengan accu biasa seharga Rp. 100.000 dengan syarat meninggalkan accu kering lama saya di bengkel, tentunya masih punya nilai ekonomis buat dia untuk dijual kembali atau di-rekon.

Dua hari kemudian kejadian yang sama persis terulang kembali. Dengan kedongkolan di hati yang merasa ditipu oleh bengkel, saya bawa motor saya kembali dan saya meminta untuk mengurut kabel-kabel beserta rumah/dudukan sikring, saya memang bukan teknisi lulusan YAMAHA tapi akal saya jalan dengan menggabungkan teori, saya pikir kenapa manusia dibekali otak untuk berfikir secara logic dengan menggabungkan beberapa kasus dengan teori yang ada. Kemudian bengkel bilang dudukan sikring asli harus diganti karena goyang mungkin ini penyebab kelistrikan yang tidak optimal, saya rogoh lagi saku untuk menebus harga dudukan sikring saya lupa harganya dan bicara soal uang saya tidak masalah asalkan memang apa yang saya keluarkan adalah apa yang saya nikmati untuk hidup.

Cerita ini belum akhir, sewaktu saya ambil motor sepulang kerja lalu saya nyalakan dengan electrict starter menampakan sistim yang normal, tapi di tengah jalan saya merasa ada yang aneh di dashboard motor dan saya baru menyadari kalo jarum indikasi bensin tidak bergerak!!

What the fuck!! Semoga perut saya tidak ditusuk dengan obeng atau kepala saya dipukul kunci inggris jika untuk kesekian kali ini saya marah dan cukup sudah pengalaman saya dengan malpraktek teknisi YAMAHA yang telah banyak merugikan saya, dan lagi lagi saya dinasihati untuk mengganti sensor elektrik pelampung yang menempel di tangki bensin dibawah jok! Saya menolak mentah mentah dan saya minta mereka untuk membersihkan sambungan kabel dengan fitting sensor tersebut dengan FWD, sejenis cairan yang bisa merontokan debu maupun karat yang biasa menggerakan komponen mekanik tapi bisa juga membersihkan debu atau partikel lain yang mengganggu sambungan kabel kelistrikan suatu komponen.

Alhasil, Alhamdulillah jarum penunjuk bensin di dashboard motor bergerak meskipun pelan pelan dan tetap si bengkel bilang kalau ini biasanya hanya sesaat. Tapi biarlah, saya tidak mau mengeluarkan uang lagi yang telah merampok saya lebih dari Rp. 100.000 untuk analisa salah dari seorang ahli.

Ada yang dirugikan – Ada yang diuntungkan

Ini adalah contoh nyata dari pengalaman saya. Kembali ke kasus undang undang baru lalu lintas yang menharuskan menyalakan lampu motor di siang hari adalah sebab dari akibat kelistrikan yang yang tidak maksimal atau pun cepat rusak. Jujur, hanya bisa dihitung dengan jadi saya memadamkan lampu motor sejak akhir 2006 di siang hari, itupun saya tidak menambahkan aksesoris kelistrikan yang bisa mempengaruhi kinerja sistim secara signifikan.

Tahu kan sekarang yang saya maksud? Saya dirugikan pedagang diuntungkan dengan adanya peraturan baru ini. Bolehkan kalau saya berprasangka kalau ada udang dibalik batu? Berapa persen perdagangan melonjak untuk spare-part motor dan berapa keuntungan yang diperoleh para kapitalis tersebut.

Okelah kalau begitu! Kalau lahan korupsi di Indonesia sudah mulai menyempit dengan adanya “senjata makan tuan” pastinya mesti muter otak bagaimana bisa membuka lahan baru. Dulu jaman petani penggarap lahan berpindah pindah dari mulai membuka hutan subur lalu membakarnya dan merusaknya kemudian menanam tanaman palawija yang bisa dimakan seumur musim jagung, setelah lahan tak lagi berproduksi mereka akan pindah ke lahan baru untuk membuka ladang yang mempunyai secercah harapan demi mempertahankan hidup.

Seperti itukah gambarannya? Saya tidak ingin berasumsi lebih jauh, tapi azas praduga tak bersalah masih dalam batas kewajaran kan?


lotta loves from,

join me on