“Ketika seseorang adalah maniak end-gadget dan pemuja open source (red. Linux) maka disitulah ciri ciri akhir zaman nampak terlihat”.
Saya pernah membaca sebuah artikel keagamaan dan juga mendengar sebuah khotbah Jum'at di sebuah mesjid jami di sebuah university terkenal yang notabene bilang bahwa, “jika dunia sudah bisa digenggam, yang jauh menjadi dekat, yang tidak terlihat bisa terasa, yang mustahil menjadi biasa, itu adalah ciri-ciri akhir zaman.
what the f*ck!
True! Setelah lebih dari lima tahun saya tidak megang merk Nokia, saya ingat terakhir saya mempunyai Nokia adalah seri N2175 kalo ga salah, sebuah Nokia CDMA yang cukup mumpuni dan baik dari segi design dan performa termasuk didalamnya multimedia dan networking ini terbukti selama kurun waktu tiga tahun waktu itu harganya tetap tidak berubah. Setelah itu saya berkelana setiap paling lama enam bulan sekali berganti handset, aliran fesyen, multimedia dan netwoking adalah tiga unsur utama saya dalam menentukan sebuah gadget!
INGAT... it is a gadget, it is not a mobile phone but it is a mobile hand-held personal computing atau dengan kata akhir saya adalah “a computer that makes a call”. Mudah mudahan ada padanan bahasa indonesianya yang tepat untuk itu, saya sendiri lebih suka menyerhanakannya dengan bahasa inggris.
Saya sering pindah Agama tapi Tuhannya tetap Satu.
Sialnya, tidak ketiga item yang menjadi petimbangan saya untuk membelinya tidak selalu bersamaan ada dalam satu handset. Ditambah ketika saya menjadi seorang pengguna linux, tentunya saya harus mempertimbangkan lagi sebuah device yang cukup kompatibel dengan lingkungan sistim yang saya gunakan, paling tidak untuk kebutuhan mendasar seperti mentransfer multimedia files, ataupun sebatas koneksi modem. That is it!! chef farah queen mode ON! So, akhirnya device versus distro yang saya gunakanpun harus disesuaikan demi hanya untuk memuaskan “nafsu” saya, sebagai seorang non-xda nor technical background di bidang IT apalagi seorang gigs linux. No f*ckin way!
So, awal Januari 2010 sebuah HTC Magic berbasis android yang masih jamaahnya linux saya tebus di sebuah mall IT terbesar di kawasan Pataya, Thailand sewaktu saya berlibur tahun baru selama sepuluh hari disana. Ah sudahlah, hidup atau kesempatan itu hanya sekali toh! Setelah sampai hampir empat kali saya ke mall itu hanya demi memuaskan windows shopping saya, maka saya tebus HTC Magic myTouch 3G special edition berwarna putih keluaran T Mobile seharga sama dengan 4.5 juta rupiah. Sebuah harga yang cukup “pantas-tis” untuk sebiah endgadget yang hanya segelintir dibuat apalagi dengan tulisan “with Google” di cover belakangnya lengkaplah sudah kenikmatan sampai keujung ubun ubun hanya dengan memegangnya saja. Konsekuensinya BB Gemini white edition yang saya tebus 3.2 juta di mall Plaza Ambarukmo keluaran T Mobile juga harus saya lepas ke teman saya (tentunya harga teman dan dicicil pula) cuma satu hal saya hanya menjual gadget bekas saya ke teman teman yang memang menurut saya dia pantas memilikinya. TITIK!
BB si miskin yang tukang porotin orang
Saya pernah merivew sedikit perihal BB dari sudut pandang saya yang tentunya dengan perilaku pasar untuk kapasitas saya. Faham kan lo... yang gua maksud? Gemini special white edition itu hanya berumur tidak sampai musim panen padi di belakang rumah saya. Kepenasaranan saya terhadap perilaku gila orang Indonesia yang men-Tuhan-kan BB sudah sirna sama sekali dan saya tidak mau menjadi bagian orang orang sedeng itu “ENOUGH IS ENOUGH”, selain miskin dengan aplikasi dan feature, RIM dan operator GSM hanya mengeruk keuntungan dari para “NETWORK CLIMBER”, ini sungguh gila!! Entah kemana uang yang dikeruk RIM dipakai? Apakah dia punya bagian research dan development-nya? Saya rasa tidak. Dan jika punya BB tentunya kita harus terdaftar untuk paket layanan BB kan? Kalau tidak, sebuah BB hanya bisa untuk SMS dan memotret tidak lebih baik dari sebuah mid-end handphone kan? TITIK
Aku ingin IMAM bukan Jamaah
Ketika saya mengupload sebuah foto hasil jepretan di Singkawang minggu lalu ke Facebook, akan tertera tulisan dibawahnya “uploaded by N900”, tapi SIAPA PEDULI? Toh sekarang HTC (red Hape Teko Chino) pun sudah bisa mengupload foto ke facebook langsung. Bahkan temen saya seorang hacker dan linuxer sejati, sebut saja namanya Darmansyah seorang mahasiswa asal Kendari malah bisa merubah footer untuk sebuah komen di facebook apa saja, dia bisa membuat seolah dikirim dari iPhone, Mac, apapun lah yang dia mau.
So kembali ke gadget, kembali ke OS yang dicangkokan dan kembali ke non-provietary application linux based, setelah saya main main delama 3 bulan dengan android yang notabene masih jamaahnya linux, saya tidak puas karena N900 yang saya beri julukan Imam nya OS smartphone saat ini dengan berbasis linux maemo adalah kepuasan multi orgasme yang pernah ada.
Ah, ini komputer apa smartphone sih?
Menurut Patrialis, pihak-pihak berwenang harus menindak tegas para produsen dan penjual CD bajakan. Langkah tersebut diambil untuk memperbaiki citra Indonesia yang terkenal sebagai negara yang gemar melakukan pembajakan. "Harus disikat, harus ada kerjsama, polisi harus turun," tegasnya.
Patrialis mengatakan peraturan yang tegas mengenai larangan pembajakan sudah ada, hanya perlu diimplementasikan saja. Saat ini Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tengah melakukan pembicaraan untuk meratifikasi peraturan mengenai Hak Kekayaan Intelektual antar negara ASEAN. Pembicaraan tersebut juga termasuk dalam rangka Asean Economic Humanity.
lotta loves from,
lotta loves from,
Tidak heran, kemudian, bahwa ketika pengguna Windows (red Aku) akhirnya mampu memecahkan/memutuskan rantai kapitalis IT dan beralih ke sebuah OS dan aplikasi yang bebas dipakai maupun didistribusikan untuk sebuah kebebasan pengalaman pada desktop Linux. Selanjutnya mereka (para sales support) menatapku tak percaya ketika aku bilanng aku akan “menuntut mereka” untuk apa yang mereka tawarkan menginstallkan aplikasi apa saja yang ingin Aku installkan. Toh Aku tidak bilang kalau Aku pengguna Linux, mereka enggan untuk menghentikan mental bajakan itu. Mereka masih berfikir costumer akan merasa senang jika mereka mengisntallkan aplikasi aplikasi bajakan di net/notebook “mereka” dan ini benar benar sebuah PEMERKOSAAN massal yang BIADAB.
Microsoft Windows yang dirancang untuk memungkinkan orang luar (non authorise) untuk menjalankan perangkat lunak pada sistem kita. Perusahaan software yang menjustifikasi dengan mengatakan bahwa kita akan mendapatkan pengalaman dan dapat melakukan hal-hal yang dianggap keren pada desktop kita. Padahal menurut Aku harus jelas sekarang bahwa hanya orang yang mempunyai akses terhadap sistim adalah mereka yang mendapatkan benefit dan selanjutnya bertanggung jawab terhadap pengamanan tambahan didalam sistim atau memperbaiki kerusakan sistem yang disebabkan oleh itu.
Seperti bercinta dengan seorang pelacur cantik, kembangnya “pasar kembang”
Pada Linux, ada built-in perlindungan terhadap “kerajinan” tersebut. File baru yang tersimpan dari klien email kita atau browser Web tidak langsung diberi hak mengeksekusi. Mallware memang cerdik, ia mampu mengubah extensi nama file yang dapat dieksekusi secara umum dalam OS windows tapi tidak dengan LINUX, karena Linux dan aplikasinya tidak tergantung pada ekstensi file untuk mengidentifikasi sifat-sifat suatu file, sehingga mereka tidak akan keliru mengeksekusi malware saat mereka berinteraksi dengan itu. Keren kan?
Lalu mereka bertanya apa tinggal di kampung Linux tahan terhadap serangan terosris? Apakah rumah rumah di kampung Linux tahan thd peluru? Saya bilang tidak juga, cuma kita harus bertindak cerdas dan cepat untuk untuk menjaga sistem lingkungan dan kita tidak sendiri, kita melakukannya bersama sama tanpa pamrih, itu adalah sebuah kekayaan budi yang tidak dimiliki kampung sebelah sana.
lotta loves from,
View Sanimas Jethak - Godean in a larger map
But what is it all about "GREBEG AIR"?
lotta loves from,
there is no such free lance or free lunch
Saya harap ubunteros menggaris bawahi itu. Now, take a look of new look dari kandidat ubuntu 10.04 ini:
lotta loves from,
sing penting ferform
being realistic and being fair
saya menyesal mengenal linux
So, see me at the Ubuntu mendebat Windows 7 di acara mega bazaar komputer 2010 yang berlangsung dari tgl 3 s/d 7 Maret di JEC - Jogja
lotta loves from,
Kami datang sedikit telat, dimana undangan seharusnya datang jam 19:00 hrs kami baru sampai 19:30 Hrs, sebenarnya untuk sebuah corporate anniversary event oke-oke saja sih, tapi ternyata ini lebih ke semacam family gathering dimana sepupu teman saya itu adalah pemilik sebuah web hosting company yang cukup diperhitungkan secara local (Indonesia) malah katanya menduduki peringkat 3 dengan pelanggan 10.000 orang dalam kurun waktu 8 tahun.
BRAVO!!
Jika dihitung secara kasat mata orang awam, berarti dalam setahun ada anggota baru sekitar 1.250 anggota , so berarti ada lebih dari 100 new clients dalam sebulan dan lebih dari 22 anggota baru dalam seminggu atau paling tidak 3 new clients dalam sehari. Angka yang cukup signifikan untuk sebuah perusahaan web hosting local!
Nama perusahaan yang cukup ear-catching rumahweb adalah sebuah nama sederhana. Tapi ternyata mampu bersaing dengan perusahaan internasional yang cukup punya nama, tentunya saya tidak perlu menyebutkannya disini.
Dipikir pikir, hebat atau beruntung ya? Bisnis semacam ini kan ga butuh kantor yang mentereng, cukup mempunyai ruangan sebesar kamar tidur biasapun bisa, alias dirumah. Sedangkan karyawan juga ga mesti ngantor seperti 9-5 kantor biasa, malah bisa dilakukan darimana saja selama terkoneksi dengan server tentunya.
Ini Bisnis Kepercayaan! Dan membangun kepercayaan itu tidak gampang, apalagi sampai 8 tahun. Semoga angka hoki ini menjadi simbol keberuntungan untuk rumah web mas yusuf selamanya.
++++++++++++++++++
Oh ya teman saya didaulat menjadi MC malam itu, memang teman saya itu seorang ex penyiar yang sekarang menjadi station manager FeMale Radio di Jogja. Mestinya bayaran dia mengjadi host per-jam nya 1/2 juta tapi tentunya untuk menjadi MC malam itu, dia rela menjadi volunteer demi keluarga.
Selain keluarga, tetangga dekat ada juga clients dan komunitas blogger di jogja yang diundang, mungkin sedikitnya ada 50 orang undangan yang hadir. Cukup intimate acara makan-makan di "the sawa" (tanpa H) sebuah resto yang cukup upmarket di jogja utara seputaran jalan damai dengan jalan palagan tentara.
Acaranya cukup basi sebenarnya, biasa lah ada sambutan2 ga penting, lalu door prize berhadiah t-shirt rumah web yang tentunya kita disuruh beriklan jalan, lalu ada juga meja notebook yang berbentuk bantal, serta ipod stick (entah betul2 ipod atau ipod2-an) karena saya ga melihat langsung, dan nomor undian saya adalah "4" yang bertolak belakang dengan no "8" dimana rumah web ini aniversary yang ke 8. Semoga saya bukan tamu tak diundang yang "ciong" untuk progress bisnis kedepan.
Tapi untungnya si MC dapat juga kaos dari hasil undian door prize (bukan pemberian) tanda kasih ngemci loh! dan kebetulan kaosnya model dan ukuran cowo, akhirnya saat saya mengetik artikel ini saya pake juga. hehehe. Padahal maunya saya sih pengunjung dikasih domain dan hosting gratis, paling tidak untuk waktu 1 tahun kedepan lah, kan 100 MB x 50 orang cuma 5.000MG atau sama lebih besar dari kapasitas flashdisk saya sehari hari (mupeng.com ON).
Gud luck mas yusuf! perlu sepertinya banyak enterpreneur muda yang seharusnya menyusul keberhasilan anda, supaya bisa memberikan lapangan kerja lebih banyak di bidang IT khususnya.
Saya sendiri, selain ga punya modal. Adalah low-risk-taker person yang dijejali oleh ide usaha yang belum satupun terealisasi. Mungkin tahun depan!
dj, selalu optimis
lotta loves from,
Cuma yang tinggal di Jogja atau pernah ke Jogja yang melihat rambu-rambu jalan yang bertengger hampir di setiap “bangjo” sebutan lampu merah a la orang jogja. Saya pikir pasti kependekan dari “Abang = Merah” dan “Ijo = Hijau” untuk sebutan lampu pengatur lalu lintas di persimpangan jalan raya. Tapi kemungkinan besar rambu “turn-left-go” itu yang biasanya ditempel sebelah kiri di tiang bangjo akan lenyap dan tak akan dijumpai kembali, dikarenakan per 1 Februari peraturan lalulintas baru tahun 2009 yang di-syah-kan SBY itu akan diimplementasikan.
Peta berikut adalah lokasi saya pernah ditilang:
View Jogja - Lokasi Tilang Motor in a larger map
Alkitab yang berhalaman 203 lembar itu seakan sebuah alkitab perjanjian baru yang akan menjerat para pemakai kendaraan terutama di jalan protokol, saya tidak perlu menjelaskan detil dari semua tarif baru tilang tersebut tapi siapkan saja uang minimum Rp. 50.000 untuk tilang roda dua yang sms-an atau terima telephone sambil mengendarai motor dan maximum Rp. 750.000 rupiah saja! Karena dikategorikan mengendarai tidak konsentrasi dan membahayakan nyawa orang lain. Sepertinya saya harus istirahatkan ipod saya mulai sekarang jika saya harus bepergian dengan si “white angel” mio 2007 kesayangan saya, padahal dengan earphone ipod yang menempel dikuping saya, saya merasa lebih konsentrasi kalau mengendarai motor, tapi saya tidak bisa membela argumentasi saya ini di depan hakim bukan?
Sekali palu telah diketok tidak mungkin ditarik kembali kecuali saya menyewa seorang pengacara hebat yang mau membela saya dengan bayaran super mahal tentunya, meskipun ada indikasi bahwa people power sedang naik daun saat ini. Ah, semoga tidak menambah poin negatif untuk SBY yang sedang di-demo diseluruh Nusantara yang puncaknya 28 Januari kemarin, tapi toh tetep kelihatannya rupiah masih menunjukan angka yang kuat terhadap mata uang kuat lainnya. Ini bukti kalau kepercayaan internasional tehadap Indonesia masih megang!
Jadi ya mari, siapapun pemimpin di negri ini kita dukung demi kemajuan yang lebih baik lagi. Toh yang terpilih adalah seorang yang terbaik dari yang “paling baik” atau diantara yang terjelek. Yo! Kita buktikan kalau demokrasi di Indonesia adalah yang terbaik dalam sejarah peradaban di muka bumi ini.
OK. Stop the crap!
Awal bulan Februari ini saya kedatangan teman CS saya dari Melaka, Malasia. Jimmy yang seorang chinese asal kota dengan pasukan pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia Banjarmasin, yang telah bertahun-tahun tinggal di negeri jiran itu untuk study dan mungkin juga berbisnis (mana aku tahu). Ceritanya saya meminjamkan Mio kesayangan saya ke dia, toh waktu itu juga saya sedang tidak begitu mobile, suatu pagi disaat saya rush harus tiba 20 menit lagi di hotel Jayakarta untuk workshop sementara waktu tempuh kesana seharusnya hanya 15 menit, tapi sewaktu mesin dipanaskan dan motor dibawa keluar gerbang tiba tiba mesin mati dan setelah itu semua kelistrikan mati total. Saya curiga kalau sikring yang mengatur kelistrikan itu putus dan saya ganti yang baru tapi kelistrikan tetap mati. Alhasil saya dorong motor ke bengkel resmi terdekat untuk diperiksa kelistrikannya, karena teori saya sudah tidak ada buktinya, mungkin teknisi resmi lebih tahu penyebabnya.
Bengkel menyarankan saya mengganti accu kering yang sudah saya pakai selama hampir 2 tahun dan tidak pernah ada masalah, karena saya pikir teknisi lebih pintar ketimbang saya yang hanya berasumsi saya nurut saja mengganti accu dan menebus dengan accu biasa seharga Rp. 100.000 dengan syarat meninggalkan accu kering lama saya di bengkel, tentunya masih punya nilai ekonomis buat dia untuk dijual kembali atau di-rekon.
Dua hari kemudian kejadian yang sama persis terulang kembali. Dengan kedongkolan di hati yang merasa ditipu oleh bengkel, saya bawa motor saya kembali dan saya meminta untuk mengurut kabel-kabel beserta rumah/dudukan sikring, saya memang bukan teknisi lulusan YAMAHA tapi akal saya jalan dengan menggabungkan teori, saya pikir kenapa manusia dibekali otak untuk berfikir secara logic dengan menggabungkan beberapa kasus dengan teori yang ada. Kemudian bengkel bilang dudukan sikring asli harus diganti karena goyang mungkin ini penyebab kelistrikan yang tidak optimal, saya rogoh lagi saku untuk menebus harga dudukan sikring saya lupa harganya dan bicara soal uang saya tidak masalah asalkan memang apa yang saya keluarkan adalah apa yang saya nikmati untuk hidup.
Cerita ini belum akhir, sewaktu saya ambil motor sepulang kerja lalu saya nyalakan dengan electrict starter menampakan sistim yang normal, tapi di tengah jalan saya merasa ada yang aneh di dashboard motor dan saya baru menyadari kalo jarum indikasi bensin tidak bergerak!!
What the fuck!! Semoga perut saya tidak ditusuk dengan obeng atau kepala saya dipukul kunci inggris jika untuk kesekian kali ini saya marah dan cukup sudah pengalaman saya dengan malpraktek teknisi YAMAHA yang telah banyak merugikan saya, dan lagi lagi saya dinasihati untuk mengganti sensor elektrik pelampung yang menempel di tangki bensin dibawah jok! Saya menolak mentah mentah dan saya minta mereka untuk membersihkan sambungan kabel dengan fitting sensor tersebut dengan FWD, sejenis cairan yang bisa merontokan debu maupun karat yang biasa menggerakan komponen mekanik tapi bisa juga membersihkan debu atau partikel lain yang mengganggu sambungan kabel kelistrikan suatu komponen.
Alhasil, Alhamdulillah jarum penunjuk bensin di dashboard motor bergerak meskipun pelan pelan dan tetap si bengkel bilang kalau ini biasanya hanya sesaat. Tapi biarlah, saya tidak mau mengeluarkan uang lagi yang telah merampok saya lebih dari Rp. 100.000 untuk analisa salah dari seorang ahli.
Ada yang dirugikan – Ada yang diuntungkan
Ini adalah contoh nyata dari pengalaman saya. Kembali ke kasus undang undang baru lalu lintas yang menharuskan menyalakan lampu motor di siang hari adalah sebab dari akibat kelistrikan yang yang tidak maksimal atau pun cepat rusak. Jujur, hanya bisa dihitung dengan jadi saya memadamkan lampu motor sejak akhir 2006 di siang hari, itupun saya tidak menambahkan aksesoris kelistrikan yang bisa mempengaruhi kinerja sistim secara signifikan.
Tahu kan sekarang yang saya maksud? Saya dirugikan pedagang diuntungkan dengan adanya peraturan baru ini. Bolehkan kalau saya berprasangka kalau ada udang dibalik batu? Berapa persen perdagangan melonjak untuk spare-part motor dan berapa keuntungan yang diperoleh para kapitalis tersebut.
Okelah kalau begitu! Kalau lahan korupsi di Indonesia sudah mulai menyempit dengan adanya “senjata makan tuan” pastinya mesti muter otak bagaimana bisa membuka lahan baru. Dulu jaman petani penggarap lahan berpindah pindah dari mulai membuka hutan subur lalu membakarnya dan merusaknya kemudian menanam tanaman palawija yang bisa dimakan seumur musim jagung, setelah lahan tak lagi berproduksi mereka akan pindah ke lahan baru untuk membuka ladang yang mempunyai secercah harapan demi mempertahankan hidup.
Seperti itukah gambarannya? Saya tidak ingin berasumsi lebih jauh, tapi azas praduga tak bersalah masih dalam batas kewajaran kan?
lotta loves from,
translate this page
Blog Archive
-
►
2016
(1)
- ► December 2016 (1)
-
►
2014
(1)
- ► October 2014 (1)
-
►
2013
(1)
- ► December 2013 (1)
-
►
2011
(4)
- ► October 2011 (1)
- ► February 2011 (2)
-
►
2010
(30)
- ► November 2010 (5)
- ► October 2010 (3)
- ► April 2010 (4)
- ► March 2010 (4)
- ► February 2010 (2)
- ► January 2010 (3)
-
►
2009
(199)
- ► December 2009 (3)
- ► November 2009 (32)
- ► October 2009 (52)
- ► September 2009 (10)
- ► August 2009 (27)
- ► April 2009 (1)
- ► March 2009 (3)
- ► February 2009 (8)
- ► January 2009 (5)
-
►
2008
(86)
- ► November 2008 (5)
- ► October 2008 (9)
- ► September 2008 (3)
- ► August 2008 (4)
- ► March 2008 (10)
- ► February 2008 (19)
- ► January 2008 (2)
-
►
2007
(89)
- ► December 2007 (4)
- ► November 2007 (5)
- ► October 2007 (43)
- ► September 2007 (23)
- ► August 2007 (10)
- ► January 2007 (3)


