Kami datang sedikit telat, dimana undangan seharusnya datang jam 19:00 hrs kami baru sampai 19:30 Hrs, sebenarnya untuk sebuah corporate anniversary event oke-oke saja sih, tapi ternyata ini lebih ke semacam family gathering dimana sepupu teman saya itu adalah pemilik sebuah web hosting company yang cukup diperhitungkan secara local (Indonesia) malah katanya menduduki peringkat 3 dengan pelanggan 10.000 orang dalam kurun waktu 8 tahun.
BRAVO!!
Jika dihitung secara kasat mata orang awam, berarti dalam setahun ada anggota baru sekitar 1.250 anggota , so berarti ada lebih dari 100 new clients dalam sebulan dan lebih dari 22 anggota baru dalam seminggu atau paling tidak 3 new clients dalam sehari. Angka yang cukup signifikan untuk sebuah perusahaan web hosting local!
Nama perusahaan yang cukup ear-catching rumahweb adalah sebuah nama sederhana. Tapi ternyata mampu bersaing dengan perusahaan internasional yang cukup punya nama, tentunya saya tidak perlu menyebutkannya disini.
Dipikir pikir, hebat atau beruntung ya? Bisnis semacam ini kan ga butuh kantor yang mentereng, cukup mempunyai ruangan sebesar kamar tidur biasapun bisa, alias dirumah. Sedangkan karyawan juga ga mesti ngantor seperti 9-5 kantor biasa, malah bisa dilakukan darimana saja selama terkoneksi dengan server tentunya.
Ini Bisnis Kepercayaan! Dan membangun kepercayaan itu tidak gampang, apalagi sampai 8 tahun. Semoga angka hoki ini menjadi simbol keberuntungan untuk rumah web mas yusuf selamanya.
++++++++++++++++++
Oh ya teman saya didaulat menjadi MC malam itu, memang teman saya itu seorang ex penyiar yang sekarang menjadi station manager FeMale Radio di Jogja. Mestinya bayaran dia mengjadi host per-jam nya 1/2 juta tapi tentunya untuk menjadi MC malam itu, dia rela menjadi volunteer demi keluarga.
Selain keluarga, tetangga dekat ada juga clients dan komunitas blogger di jogja yang diundang, mungkin sedikitnya ada 50 orang undangan yang hadir. Cukup intimate acara makan-makan di "the sawa" (tanpa H) sebuah resto yang cukup upmarket di jogja utara seputaran jalan damai dengan jalan palagan tentara.
Acaranya cukup basi sebenarnya, biasa lah ada sambutan2 ga penting, lalu door prize berhadiah t-shirt rumah web yang tentunya kita disuruh beriklan jalan, lalu ada juga meja notebook yang berbentuk bantal, serta ipod stick (entah betul2 ipod atau ipod2-an) karena saya ga melihat langsung, dan nomor undian saya adalah "4" yang bertolak belakang dengan no "8" dimana rumah web ini aniversary yang ke 8. Semoga saya bukan tamu tak diundang yang "ciong" untuk progress bisnis kedepan.
Tapi untungnya si MC dapat juga kaos dari hasil undian door prize (bukan pemberian) tanda kasih ngemci loh! dan kebetulan kaosnya model dan ukuran cowo, akhirnya saat saya mengetik artikel ini saya pake juga. hehehe. Padahal maunya saya sih pengunjung dikasih domain dan hosting gratis, paling tidak untuk waktu 1 tahun kedepan lah, kan 100 MB x 50 orang cuma 5.000MG atau sama lebih besar dari kapasitas flashdisk saya sehari hari (mupeng.com ON).
Gud luck mas yusuf! perlu sepertinya banyak enterpreneur muda yang seharusnya menyusul keberhasilan anda, supaya bisa memberikan lapangan kerja lebih banyak di bidang IT khususnya.
Saya sendiri, selain ga punya modal. Adalah low-risk-taker person yang dijejali oleh ide usaha yang belum satupun terealisasi. Mungkin tahun depan!
dj, selalu optimis
lotta loves from,


Kira-kira itu iklan Hi-Lo menyindir cewek-cewek yang sedang mengalami pelebaran jalan. Tapi bukan saja Hasimoto yang bermasalah, tapi mungkin gue juga. Buktinya, bulan puasa yang semestinya porsi makan dikurangi tapi malah nambah berat badan, secara carb masuk semua pada saat buka puasa + gula, gimana mau gak nambah berat badan.
So, di pertengahan puasa gue ganti pola makan dengan sedikit carb dan perbanyak buah dan serat serta asupan protein dari susu + ”water only” policy. Alhasil, celana ukuran 29 gue muat lagi malah masih ada sisa 1 kepel gue masuk pinggang.
Pernah gak sih kepikir badan ini bukannya seperti anggur yang semakin lama semakin bagus dan mahal harganya. Tapi seperti hanya seonggok protein dan campuran asam yang makin lama tumpukan lemak yang menggelayut sana sini semakin tidak indah, apalgi yang perawatannya alakadarnya!
Memang diperlukan high maintenance untuk supaya keliatan bagus dan “saleable”. Gimanapun, laksana baju yang digantung tapi belum laku-laku dihadapkan pada suatu dilema dimana, ngga mungkin harganya dinaikan untuk baju tersebut malah mungkin diturunkan, atau satu-satunya jalan supaya harga tetap sama dengan memodifikasi supaya model baju masih bisa “wearable” untuk jaman sekarang.
So, gue pilih jalan yang terakhir .Mudah-mudahan cicak itu tidak berubah jadi biawak atau atau buaya, tahu kan yang gue maksud.
dj, i’m-too-sexy
Jum’at, 20 Oktober 2007
Jam 6 :00 pagi
Pasar Colombo – Km7 Jakal
So, selain memperkenalkan masakan-masakan Indonesia kepada lidah mereka, sekalian juga gue makan makanan taste rumahan yang selama ini sangat jarang gue dapetin di warung umum. Yang pasti gue juga gak suka makanan yang rumit memasaknya, jadi ya alakadarnya ala gue deh, tapi ternyata tiap hari mendapat pujian dari house-mate, entah hanya menyenangkan hati gue atau memang iya enak, tapi fakta bahwa makanan selalu habis dan mereka nggak segan bantu masak sekedar pengan tahu rahasia gue memasak, padahal biasanya gue paling males namanya ada orang sekitat gue kalo masak.
So here we go:
Telur asin @1300 x 6 butir = Rp. 5,200
Ikan Cue @1200 x 2 pak = Rp. 2,400
Sayap Ayam 4 + ceker 6 = Rp. 5,000
Jamur Payung Putih = Rp. 3,500
Ubi Talas = Rp. 1,000
Ubi Jalar = Rp. 1,000
Jagung Muda = Rp. 1,000
Cabe Ijo = Rp. 1,500
Minyak Curah = Rp. 5,000
Leunca siap makan = Rp. 1,000
Total = Rp. 27,600
Note:
Pasar Colombo terkenal lebih mahal sekitar 20-30% harga ketimbang pasar Kranggan terutama untuk komoditi sayur mayur, tapi nggak mungkin kan gue jauh-jauh ke pasar kranggan hanya belanja sekantong kresek item buat stock seminggu. Halah….!
Penyakit gue kalo udah belanja suka lapar mata, tapi karena memang uang di dompet saat itu cuma sisa Rp. 30,000 jadilah sisa di dompet masih ada Rp. 2,000 dikurangi parkir Rp. 500. Cukuplah stock belanjaan diatas untuk 1 minggu gue, jadi rata-rata makan/hari Rp. 5,000 untuk 2-3 makan, huh memang akan sedikit bosan mungkin jika siang dan malam dengan menu yang sama, tapi gue bisa ngirit dengan makanan yang sehat dan berkualitas serta cocok dengan lidah gue tentunya.
Sudah 6 bulan terakhir hampir tidak makan daging merah (binatang kaki 4) dan jarang sekali juga makan sejenis poultry (ayam), bukannya gak mampu beli tapi ngerasa kalo makan tanpa daging lebih ringan di badang dan juga dompet (hehehe) tentunya dengan tidak mengindahkan asupan protein toh bisa didapat dari susu, telur, tempe & tahu.
Yupe, memang hari ini gue beli daging ayam (note. gue bukan vegetarian) kangen rasanya sup ceker + sayap ayam yang dicampur jamur putih murni hasil kreasi gue dulu sewaktu panen jamur di tempat uwa gue di sukabumi.
Bolehlah gue kasih sedikit contekan resep gue kali ini, toh namanya resep bisa didapat dari mana-mana yang pasti teknik serta hati yang beda saat memasaknya:
Bahan-bahan (sesuai yang gue belanja diatas).
4 Chiken Wing
6 Ceker ayang
1 Kantong Jamur payung putih sekitar berat 2 ons
1 kantong sohun kualitas super sekitar 1 ons
4 batang seledri (daun sop)
2 batang daun bawang (dibuang daun hijaunya)
Bumbu-Bumbu
1 sdm Garam bubuk beryodium
1 sdt Merica bubuk
2 butir maggy rasa ayam
1 sdm gula putih
3 buah cabe merah besar
2 ruas jahe tua sekitar 2 ruas jari
6 siung bawang putih
Cara Memasaknya
1. Siapkan jamur yang di-suir-suir kemudian cuci dengan air dingin seperti membilas pakaian, kemudian remas air yang mengendap didalam jamur kemudian sisihkan di tempat yang berlubang.
2. Robek rabe merah besar melintang dari pangkal ke ujung dengan menggunakan ujung pisau, biarkan biji cabe didalamnya.
3. Cuci ayam sampai bersih kemudian masukan ayam kedalam panci ukuran sedang dan isikan air sekitar 1 telujuk diatas permukaan ayam.
4. Letakan panci diatas api, biarkan air mendidih selama 10 menit bersama ayam yang direbus sejak air dingin tadi, kemudian buang air rebusan tadi. Cara ni untuk membuat ayam tidak bau pada saat dibuat sup dan akan menghasilkan ai sup yang bening menawan selera (tidak keruh).
5. Masukan kembali ayam beserta air dingin dan kembali letakan diatas api yang besar.
6. Masukan jahe yang telah dimemarkan beserta irisan daun bawang, cabe merah. Biarkan sampai benar-benar mendidih.
7. Sementara rendam dalam air dingin sohun yang telah disiapkan tadi. Sohun yang baik akan terlihat seperti nilon yang tidak lembek serta patah pasa saat direndam atau saat dimasukan kedalam air panas (coba merek burung phoenix buatan RRC).
8. Siapkab bawang putih iris memanjang, kemudian goreng terpisah sampai berwarna kecokelatan kemudian sisihkan.
9. Jika sudah mendidih selama 5 menit, masukan maggy blok beserta bumbu2 lain (kecuali irisan bawang putih goreng dan seledri cincang) yang telah disiapkan beserta jamur yang telah disiapkan, tunggu untuk 5 menit berikutnya:
10. Sekarang, waktunya untuk mencoba kalo kurang garam atao merica.
11. Matikan api kemudian, masukkan seledri cincang dan bawang putih goreng.
12. Tiriskan sohun yan direndam tadi kemudian potong supaya tidak terlalu panjang sesuai selera. Kemudian masukan kedalam sup tadi.
13. Siapkan dihidangkan untuk 4 orang.
Nha loh koq 4 orang? Siapa yang gue undangi ya? Tentunya orang-orang yang dekat dihati dong!
Tips:
Makan sup ini cukup mengenyangkan tanpa nasi, tapi namanya orang Indonesia katanya belum disebut makan kalau tidak dengan nasi.
Untuk penambah selera yang suka pedas, tambahkan irisan cabe rawit merah atau yang diulek kasar kemudian disiram oleh kuah sup.
Pasti dijamin Mak-NYuss!
dj, cook-with-love

[Jogja] Minggu 28.10.07 – 13:00 Hrs
andai wangi itu bisa aku save ke flashdisk.
Tepat +7 hari semenjak ada hujan lewat diatas langit jogja, hari ini langit Jogja mendung dari jam 11 sampai jam 1 siang ini, yang diikuti turunnya butir-butir hujan yang jarang namun jarang ”gemeretak” jatuh di atas genteng rumahku.
Riangnya hati ini menyambut kedatangannya
Tapi lacur dikata
Sekali lagi dia hanya lewat diatas kepala
Sial!
Tidak!
Nyatanya dia masih enggan turun kebumi
Tapi dia meninggalkan jekak sesaat
Ya, wangi itu
Wangi yang kurindu
Wangi yang selalu kujadikan ritual tahunanku
Wangi yang selalu menempel di kepalaku
Wangi tanah
Wangi tanah yang tersiram hujan di hari pertama setelah kemarau panjang
Aneh !
Terserah kalau kau bilang aku aneh
Terserah kau bilang aku kelainan
Tapi aku menikmatinya
Aku memujanya
Laksana harum tubuhnya yang telah lama menghilang
Laksana wangi keringat bersimbah disaat kami bercinta
Laksana multi orgasme yang telah lama tak kunikmati darinya
Dimana kau?
Ah, andai aku bisa menyimpanya dalam flashdsik-ku
Akan kubawa kemanapun aku pergi
Akan ku-upload biar kubisa berbagi
Payah!
Memang payah!
Kenapa para engineer itu masih belum bisa menciptakan piranti yang bisa menyimpan kepuasan indra penciuman.
Kenapa hanya sebatas piranti digital visual yang melangkah terlalu jauh.
Tanya kenapa ?
dj, indent-order-piranti-penyimpan-wewangian.
Share dari obrolan tetangga sebelah:
Thanks buat “dr” yang udah kasih sedikit pencerahan buat kita-kita yang udah matang dan hampir membusuk ini :
+++++++++++++++++++++++
"Pada umur berapa sih cewe sebaiknya kawin, err…., menikah?"
Begitu temen gw mulai obrolan di SPAZZIO – PIM II, rabu malem kemaren yg cukup rame walaupun ini bulan puasa. Udah seminggu ini dia gak bernafsu ngapa2-in, bahkan untuk keluar tadi juga hrs gw paksa. Herannya, sepiring salmon sandwich pesanannya habis juga. :D
"Menurut peraturan pemerintah sih, 21 udah bisa," gw menjawab "berapa umur dia?".
"Dia lebih tua 2 tahun dari gua sih." Katanya.
( ~*Ahh, klise. kita gak tahu siapa yg kita pilih, kan?.*~ )
Temen gw ini udah 6 bulan ini nge-date cewek yang sama. Awalnya dia nothing-to-lose, tapi mungkin karena sering ketemu, akhirnya suka juga. Apa boleh buat, dia mulai menjadikan si gadis sebagai bagian hidupnya. Biarpun yang namanya cinta-sejati masih diragukan juga kehadirannya bagi mereka.
Temen gw udah berniat baik menaikkan komitmen dari sekedar nge-date secara berkala, jadi sebuah ikatan. Pacar!. Sayang, hanya beberapa bulan sesudah masuk taraf pacaran, dia dapet masalah yg membebani kepalanya. Bukan...!.. bukan perbedaan umur yang terlampau jauh. tapi "DEADLINE" si gadis untuk segera menikah.
"Dia udah 28. Dan ortunya ngedesak awal tahun depan dia harus MENIKAH".
(Oohh, orang tuanya mendesak, dan elo teman... ~*tersedak dalam hati*~ menemukan rhyme. ... !*dasar musisi...*~ :D* )
"Orang tuanya nawarin dia banyak calon laen. Dia dulu kencan bukan cuma sama gua. tapi dgn calon2 yang menurut org tuanya representatif itu juga"
"So?" tanya gw
"Ya, gua masih mungkin menang sih..." jawabnya PD. "Tapi ya gua lebih mudaan aja dari mereka" sambungnya
Lalu dia menceritakan jenis2 cowok yg ditawarkan ortu si cewek itu. Temen gw ini jauh diatas mereka dalam hal ketampanan, dan juga kemapanan". Dia kerja di sebuah perusahaan IT yg ngasih gaji glamour untuk umurnya yg baru 26. Gw bangga sm temen gw ini. Kekurangan dia hanya satu!, gw nganggap temen gw ini terlalu muda untuk kawin.. err... menikah maksud gw.
"Lagian dia juga sering kok ngungkapin isi hatinya. Gua tahu, gimana perasaan dia ke gua. Gua sih siap2 aja menikah. tapi... errr..." ( ~*Nah. ini dia.*~ ) "Gua hanya punya waktu, 1 tahunlah... I mean, okey gua pacaran. tapi dalam waktu 1 tahun itu gua harus MARRIED. Gimana kalo dalam satu-dua bulan terakhir, gua gak menemukan kecocokan, lalu pernikahan itu GAGAL?"
( ~*Hmm..., itulah sebabnya gw suka film klaisik 'High Fidelity'. bukan karena John Cussack dan Jack Black bermain bagus untuk urusan musik2 itu. tapi juga mewakili masalah yg dihadapi cowok2 seumur kita (Rob Gordon is also 25 years old in the movie, abandoned by his girlfriend, and had the same problemo with his relationship).*~ COWOK!. DAN MASALAH KOMITMEN. Another classic. )
Dulu gw juga pernah punya masalah yg serupa. Masalah yang membuat gw memilih (kabur)ke Jakartasekarang.
Trus gw bilang pada temen gw itu: "Jangankan satu bulan terakhir. bahkan hanya 6 jam terakhir pun, itu masih mungkin gagal".
Ya.. hanya 6 jam, sebelum gw memberikan kepastian untuk menikah, gw diputusin cewek gw di bandung
--------------------------
Eniwei, gw ingat kata2 cewek yg gw pernah cintai itu sambil terisak kepada gw: "Gw tau... susah banget buat ngeyakinin cowok buat married. Sampe ada bukunya khusus buat itu..."
Baris terakhir itu sebenarnya membuat gw ketawa (dalam hati). betapa cewek yg gw sayangi itu sangat ORISINAL ( ~*bahkan dalam kesedihannya*~. )
Tapi hanya 30 detik kemudian gw sadar ini hal yang besar,MONSTER yg ditakuti sebagian besar cowok dalam umur gw. KESIAPAN untuk menikah!.
Sementara itu, bagi para cewek, waktu terus berdetik. tik.tik. detik. detik jadi menit, menit jadi jam, jam jadi hari, hari - hari berlalu, ( ~*loh... elo Ahmad Dhani ya?.*~ hahahaha :D )
Gw sebenarnya heran. gimana hal kayak gini bisa jadi KETAKUTAN bagi cewek?..
Maafkan gw, tapi gw benar2 gak ngerti.
Gw emosional banget waktu mengalami masalah dengan cewek gw dulu itu, karena gw gak mengerti apa sih yg dia takutkan?. Kenapa hal ini menjadi semacam GARIS-HABIS?,trus apa yg terjadi jika garis itu benar2 habis?.
------------------
Gw pesen gelas kedua honey-ginger vodka martini (ampun, ini bulan puasa bro!), trus gw memberikan saran untuk temen yang sudah kehabisan wajah cerianya itu,
"Bro, gw bilang sih.. it's NOT your problem. I mean, soal married itu... Itu kan masalah DIA dan keluarganya. WHO ARE YOU?"
Temen gw itu terdiam. Mungkin kata2 gw dengan tekanan tegar itu terlalu TELAK. dia memang BELUM ada ikatan.
Trus terang, gw ngerasa seperti melihat diri gw yang sama setahun yg lalu, teman gw itu duduk lemas...,. ( ~*yang dalam keletihannya, berusaha menjadi pahlawan buat ceweknya*~. )
Jangan salah…!. Jika sebagian cewek pengen jadi seperti JULIET dalam karya william shakespeare. Cowok juga punya mimpi menjadi ROMEO..!. ( ~*sepertinya gw lupa mematenkan hal ini, tapi gw menyebut hal ini dengan "Romeo Syndrome"*~.)
Butuh waktu lama untuk menyadari posisi gw dalam kasus dulu itu. Makanya gw mungkin agak MENEKAN temen gw itu. krn gw tau, ego cowok yg besar masih terlalu sulit untuk ditaklukkan. ( ~*sebuah pengakuan ya*~ : ) kadang bagi cowok itu yg jadi masalah itu bukan masalahnya. tapi EGO kami sendiri.
Lalu gw ajak dia ngobrol serius tentang nasib dan takdir.
Dulu, ketika gw stress dengan masalah gw sendiri, seorang teman menganjurkan gw berkontemplasi dengan agama. setidaknya, itu ngebantu gw lebih tegar dan sabar ( ~*memunguti keping2 hati yg hancur jadi serpihan*~.)
"Elo percaya takdir, man?" tanya gw
"Iya. tapi kan kita bisa merubah nasib...," dia masih belum menemukan gambaran.
"Ya, itu nasib!. Tapi kita gak bisa mengubah takdir kan?. Gini lho, Tuhan emang nyuruh kita mengubah nasib. Kita berusaha untuk itu, tapi takdir, lebih tinggi dari nasib. Elo mau apa kalo Tuhan udah bilang takdir elo bukan sama dia?"
Gw punya argumen tentang ini. Mungkin sedikit sinis.
Tapi gw ngelihat,orang2 tua yg menetapkan anaknya harus menikah pada usia sekian, atau juga si cewek itu sendiri yg membuat garis-habis dia harus menikah pada usia sekian,adalah kelompok yg "membuat takdirnya sendiri".
Okaya, gw juga membuat garis-batas. Gw harus jadi ayah pada usia sekian,tapi gw tidak memaksa untuk itu.
Gw berusaha!, tapi TIDAK menekan. Gw tidak ingin gw membuat takdir gw sendiri,karena tugas gw hanya berusaha, lalu menyerahkan sama yang punya takdir. Setidaknya, ketika gw gagal kemarin, ini yg membuat gw bisa kembali bangkit.
Emang bukan takdirnya gw "jadi" sama si-doi!.
Lalu, masalahkembali ke pokok.
"Oke, if she's NOT the-one. Anggaplah setelah 6 bulan, ternyata... gua gak cocok sama dia. Gua mau putus. trus, gua bakal nyakitin dia banget dong?" tanyanya
"Ya,nggak..." jawab gw pendek
"Kok nggak?" dia bingung
"Ya, apa salah elo?" gw balik bertanya
"Kan dia berharap gua jadi suaminya?"
"Hey... hey.....takdir...!. hei..!." potong gw.
"Tapi gua gak bisa kalo harus kayak gitu, gimanapun gua kan harus bertanggung jawab..."
(~*"Love conquer all...!". begitu kata cewek gw dulu itu. Nah, seperti ini contohnya, hahahaha...*~ :D )
Gw juga dulu kayak gitu. Ngerasa punya kewajiban untuk membuat si cewek bahagia. tapi sebenarnya, jika kita gak sadar, bisa jadi kita hancur lebur. Mending iya ceweknya bahagia. kalo ternyata gak merubah sesuatu?. ( ~*maaf, jika gw kembali sinis.*~ )
Gw kembalikan, bahwa tidak satu hal pun yg harus dikhawatirkan oleh sobat gw itu mengenai tanggung jawab ini.
Dia cukup berusaha. Jika ada masalah mengenai si cewek kemudian gak bisa menikah pada garis-habisnya, atau pada batas yg ditetapkan orang tuanya, itu sama sekali BUKAN masalah temen gw itu. Itu masalah si cewek dan ortunya.
Gak usah mencampuri masalah keluarga orang laen deh. Kira2 gitu pesan gw ke dia.
"Tau gak, cewek yg ampir gw nikahin dulu,akhirnya lewat kan batasnya. Toh gak terjadi apa2.
"Okey doi mungkin punya sedikit masalah dgn ortunya, tapi gak terjadi apa2!. Gak ada kiamat waktu-batas itu tiba dan berlalu gitu aja".
"Sekarang, doi malah pacaran lagi dengan cowok laen, sampe sekarang".
"Percaya deh, cewek elo itu juga akan begitu. In case loe gak work out, lalu putus, dia bisa nemuin cowok lain kok".
"Loe jalanin aja, berusaha untuk itu. Tapi kalo lo gak yakin dengan konsekuensinya, ya jangan lo jadiin ikatan yang sekarang."
Gw hanya memberi pesan. Tapi terserah temen gw itu, Dia punya intuisi sendiri.
Yang jelas, gw gak mau dia begitu terbebani dengan hal ini. Gw tau rasanya, ketika semua hancur begitu saja. ( ~*luka yg menancap jauh lebih perih dibanding jatuh secara horizontal kedalam lubang jebakan dalam game Prince of Persia*~. )
Lalu kami pulang.
Dan persis tadi siang ini gw mendengar kabar. Cewek gw yg di bandung dulu itu, putus lagi dengan kekasih barunya. Alasannya klasik, terlalu lama menunggu!. Ahh, beberapa cewek memang tidak berubah...!.
Whatever, itu jauh sudah BUKAN masalah gw lagi.
Gw punya masalah undercover yg lebih pelik ~* Tuink…tuink*~.
~dr~
++++++++++++++++++++
Dj, menikah kategori sunat kan bukan wajib?
Mamaku Germoku
Ini bukan skenario Oh Mama Oh Papa di sebuah kolom majalah perempuan yang dulu gue suka curi-curi baca dari kaka perempuan gue dan kolom itu yang pertama gue baca. Tapi ajang reality show yang sangat dan tetap membosankan sebagai program pembodohan masyarakt Indonesia serta tepatnya ajang mama “JUAL ANAK GADIS”.
Gue gak mau terlalu bitchy mengomentarinya, gimanapun gue masih pengen jaga nih mulut setelah lebaran ini karena gue tahu makanan yang masuk ke perut gue masuk lewat mulut gue, tapi gimana ya emang inilah gue yang gatel komentarin tentang apa yang menurut gue bertentangan dengan “nurani” gue. Yeah right! Gue bukan expert di bidangnya tapi justru inilah yang keluar dari mulut seorang gue:
Ahmad Dhani (Juri - Music)
Laksana kucing disodorin pepes ikan, gue yakin pasti akan ada grup baru yang akan ditelurkan dari acara MAMA MIA bernama cupid-cupid (malaikat cinta = anak telanjang yng suka memanah dengan busur cinta) setelah boleh dibilang Ahmad Dhani melahirkan 3 pecun dewi-dewi atas kegagalan Ratu! It’s all about re-gaining people awarneness of what Ahmad Dhani has destroy his own-life.
Shopiha Lacurtjuba (Juri)
Euleuh2 tahu kan apa yang gue maksud. Jangan ikuti ya nak
Arzeti (Juri – Fashion )
Self Explain….
Helmi Yahya (Juri - Managerial)
Boleh juga tuh buka kursus…. Gue ikutan ah daftar gelombang pertama.
Host
Seperti wasit sekaligus komentator sepakbola (sapa pula namanya)
Ruben (Co-Host)
Kurang banci, please deh Ruben semua orang juga kan udah tahu. Belajarlah dari Emmet si queer guy dari serial Queer
Perserta:
Mama Saida (no koment)
Mama Cindy - Ajeng (si item ex pengamen) Ajeng – beyonce yang dulu pengamen sekarang gemuk kebanyakan makan
Mama Acha Fiersha (Buta) – 2 orang body guard yang siap menuntun si buta melangkah atau menjaga dia kalo tergelincir (exploitasi) – Banyak orang mengangis dan mungkin juri juga tahan menangis karena rasa kasian.
Mytha genit bubudakeun masa masa ama ello, eh si Mytha gak tahu kalo Ello kan pengen ma gue dulu !
dj, self-promote
"Paris Hilton will not be looked that stupid, if she put her label on her new fragrance that smell of Coffee",
On this issue actually, I want to share you a short but meaningfull small gathering of the office colleguaes after having “Bukber” (Buka Bersama) or in details is the event to get together amongs friends having a breakfasting after a-long-day-fasting in month of ramadhan.
So, last night we had Bukber in WONG SOLO, a nice franchise local taste who is the founder has many wifes alias having polygamy in his family, I don’t why coz I think having one is making chaos already, and that’s is why some of my str8 friends still stay single. But in my preception why he is having so many wifes (yang syah secara hukum) gak tahu kalo yang kawin sirih deh, hehehe maaf! Coz, he is collecting some of the grandma recipies that finally he will make it for his WONG SOLO standard of recipe, DON’T U THINK SO!
So, WONG SOLO will not be longer Javanese semi Sundanese local taste but it will be more like NUSANTARA CULLINARIES. And I would say that WONG SOLO is one-of-the-reccommended local franchise portfolio regardless the polygami issue. This is pure a promissing business opportunity.
Stop talking about WONG SOLO, coz I don’t get pay for promoting his business.
The small crowd headed to my newly reccommended for coffee lover called “It’s Coffee”, a small coffee outlet located slightly just off-main-road in Bachiro area, off course in Jogja… where else? The lounge is on the second floor with direct access from parking area to the lounge, whilst the 1st floor they use for some storage and logictic purpose + the toilet.
Talking about the atmoshphere I would say It’s pretty cool:
- Some contempo lazy wooden Indonesian chairs remind me of 60 to 70 style, sliding wall-to-wall-glass door has given free-view from the main lounge through veranda.
- There is a small private room in the corner that can accommodate up to 8 people overlooking-looking rice field, Yess I know this is odd since It’s coffee located in-the-middle-of-no-where alias in the middle of kampong. But if this room is occupied, you will see like a human aquarium at the end
- Small library are there, some books even tough quite “basi” and too much into serius materials not-to-mention some academic book. Hellloooo situ mau buka kelas extention po!
- They have a good coffee machine that I would say the new price of the machine woul be the same with 4 my Yamaha MIO on the road price or equal to second “Kijang Kapsul” price. This is something that the owner put serius stuff for his business.
- The place is just nice crowd, medium that can accommodate visitors maybe up to max 50 pax only bue leaving enough space as the social-lounge atmosphere
- Don’t forget o bring your notebook, turn the WIFI-On and explore the magic of Netting! It’s 3 times faster than connection in my Office. Speedy Telkom SUCK!
The Menus,
- Don’t expect too much about the food since they serve more drinks that the food. But I would reccommended cheese salad + lasagna (ask more time to heat it up on microwave).
- Coffees are good! They even has what-so-called “Kopi Luwak” a special very javanese traditinal coffe with special taste coz the coffee bean was eaten by the animal call “luwak” like a fox and this animal eat seeds including coffee and this animal only eat high quaity beans. After being digested by the animal and a “nature” process then the seeds was again being processed by human to make a finest coffee. Wondering about the taste…. Come to It’s Coffee!
The staff
I thinks the owner has taste! Good looking Guys and Pretty Gals are always good to be with even when you are tha guest and they have to bring you a cooffee to your table.
It’s Coffee is where I need to see and to be seen!
dj, can't leave without Coffee
Life is like a-box-of-chocolate Ular Tangga
Tampaknya istilah Hidup Seperti Ular Tangga memang pas buat dengan pemkiran bahwa:
Cokelat:
Cokelat rasanya bukan budaya Indonesia, hanya mereka dari beberapa negara eropah dan amerika yang sangat meng-agung-kan cokelat sebagai “getar” penambah adrenaline dalam kehidupan cinta sehari-hari mereka. Makanya kenapa mereka punya istilah “Life-is-like-a-box-of-chocolate” yang mana darimana kan 1 kotak cokelat yang sudah d-kotak-kotak-in didalamnya itu terdiri dari berbagai rasa dan bentuk (nah coklat seperti ini memang gue cek terakhir di toko harganya diatss Rp. 75.000, “eeuuuw” mahal pisan), nah kita tidak akan tahu bentuk dan rasa apa yang akan kita dapatkan dari cokelat yang berikutnya, dan asal tahu saja karena cokelat semacam ini sangat di “sakral” kan biasanya, mereka mengambil cokelatnya dengan mata terpejam dan biasanya hanya memakannya setelah makan malam sebagai penutup makan menemani minum teh atau kopi, dengan harapan bahwa hidup di hari berikutnya akan semanis cokelat susu almond berbalut madu dari luar sampai dalammnya atau akan dirasa terbuat dari bitter chocolate yang berasa sedikit “getir” yang berakhir dengan melelehnya “rum” dicampur “mint” flavour yang rasanya hanya akan dicerna dengan “hati”.
Ps: memakan sepotong cokelat min 30 menit sebelum tidur akan membantu tidur kita lebih berkualitas, karena cokelat mengandung unsur kimia yang dapat menenangkan pikiran dan membuat zat “pembuat kesenangan” mengalir dari pembuluhnya. U know what I mean!
Ular Tangga:
Sebua permainan tradisional Indonesia yang meskipun dari beberapa literatur dibilang bahwa permainan ini sudah ada sejak jaman hindu kuno, click saja di link ini dan anda akan di-guide ke beberapa informasi perihal asal usul dan budaya serta moralitas memainkan permainan yang bisa dimainkan semua usia dari mulai umur 5 tahun (anak genius) s/d 85 tahun kali (kalo lom uzur).
Yang paling menarik dari permainan Ular Tangga ini tanpa sadar kita diajarkan perihal moral hidup yang kita jalani sehari hari seperti:
- Hidup kita sudah diatur sama yang maha Kuasa (katakanlah dadu yang dikocok, dan kamu haru melangkah berapa step kedepan).
- Hidup ini dimulai dari NOL BESAR dan kita dilahirkan dari titik awal (kotak 1 dimana langkah awal kita main di permainan Ular Tangga) dan mulai kehidupan yang penuh liku.
- Tangga (naik langkah) mencerminkan sebuah “anugerah/kesenangan/kesuksesan” dari pencipta dimana kita dimudahkan dalam mencapai langkah kesuksesan didepan, dan kita biasanya akan teriak kesenangan.
- Ular (turun langkah) adalah “petaka/cobaan/kegagalan” dimana kita akan dibuat tidak senang dan sedikit mundur dari gairah hidup. Kita diingatkan kalau untuk tidak lengah dengan jalan yang kita lalui atau jangan sampai terlena dalam kesenangan anugerah tadi. Kita dimakan ular tadi dan di buang dimana ekornya berada, sungguh menyakitkan memang!
- Diujung permainan (di kotak no 100) adalah akhir hidup kita yang sekarang, yang jelasnya adalah untuk memulai di kehidupan yang baru. Mulai lagi dari awal tentunya!
So, Hidup ini penuh dengan kejutan (walu kita gak suka dikejutkan), pahit manis, sedih bahagia, sakit sehat, hidup dan mati!
dj, do-u-believe-in-another-life?
translate this page
Blog Archive
-
►
2016
(1)
- ► December 2016 (1)
-
►
2014
(1)
- ► October 2014 (1)
-
►
2013
(1)
- ► December 2013 (1)
-
►
2011
(4)
- ► October 2011 (1)
- ► February 2011 (2)
-
►
2010
(30)
- ► November 2010 (5)
- ► October 2010 (3)
- ► April 2010 (4)
- ► March 2010 (4)
- ► February 2010 (2)
- ► January 2010 (3)
-
►
2009
(199)
- ► December 2009 (3)
- ► November 2009 (32)
- ► October 2009 (52)
- ► September 2009 (10)
- ► August 2009 (27)
- ► April 2009 (1)
- ► March 2009 (3)
- ► February 2009 (8)
- ► January 2009 (5)
-
►
2008
(86)
- ► November 2008 (5)
- ► October 2008 (9)
- ► September 2008 (3)
- ► August 2008 (4)
- ► March 2008 (10)
- ► February 2008 (19)
- ► January 2008 (2)
-
►
2007
(89)
- ► December 2007 (4)
- ► November 2007 (5)
- ► October 2007 (43)
- ► September 2007 (23)
- ► August 2007 (10)
- ► January 2007 (3)