Wednesday, October 10, 2007




dalamnya lautan bisa diselami, hati orang sapa tahu








Katanya:
  • A, B, C, D = sobatan + E (gue) baru masuk lingkaran mereka setahun belakangan ini.
  • A,B,C udah sobatan lama banget mungkin A-B malah more than 10 tahun I don’t know
  • A,B Soulmate, more than sodara kandung. Padahal mereka lain ayah pisah mama.
  • A,C Pernah clash, … karena si C naksir si D yang notabene si A disangka pacaran ama si D oleh si B&C.
  • C Jatuh hati sama orang yang salah (si. D) itu loh

Ternyata :

  • A mengaku kalo A gak pacaran ama si D (itu menurut versi D loh) setelah gue desak, dan itu juga yg A curhatkan sama B.
  • D kayaknya gak suka banget ma gue sekarang, entah kenapa tapi D pernah cerita ke C & B dan tentunya ke A.

Note :

A,B,D = Cowok

C = Cewek


dj, ora-urus

Tuesday, October 09, 2007
Sebelum friendster dalam mode maintenance

Sebelum koneksi internet minta refresh page

Sebelum GPRS mengalami gangguan

Sebelum sinyal WIFI semakin melemah

Sebelum sms traffic 1juta / detik

Sebelum kantor gue cuti bersama

Sebelum gue report beli penganan lebaran buat mudik

Sebelum gue gak ada waktu buat tuning Mio menempuh 700KM VV

Ijinkan gue berucap…


MINAL AIZIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


Gue mudik dulu ya dari tanggal11 dan kembali ke hadapan pemirsa tanggal 22 Oktober 2007, tuh angkutan pedesaannya udah nungguin, takutnya cangkang ketupat2 itu nanti pada penyok, gak jadi deh gue traktir oopr ayam buat temen-temen sekampung.

Monday, October 08, 2007

What if you are sent an email from someone you used to have a good time with, like this…. But you know that you are not deceiver, and you know what you wanted. At least you are being honest to yourself.

And It happens to me now..... gila kan!!

++++++++++++++++++

I haven't seen you in a week and a half, and I'm still hung up on you.
You texted me yesterday to say you are just too busy to spend time with me this week and hopes I'll understand. We all make time for the things that matter in our lives, so what I understand is that I'm not someone who matters to you. You tried to call me today, but I guess only for luring me back into you for another sex vista.

I don't know how to deliver it to you, because I know you'll start your speech about typical fags wanting so much for things. So here I am, writing this, wanting things. Things you can't afford. I don't know why, well actually I know, it's because you are a self centered, crippled narcissistic person with intimacy issues you bastard!

So, why do I keep going back to you? Well, your body is magnificent and I love how naturally dominant you are in bed. You know what makes me cum and you know how much pleasure I get from having my hands tied to the bed so you can whip me. You know talking dirty is the fastest way to turn me on and that I like it when you fuck me, hard.

You understand ownership and control and boundaries. You know how to hold me afterwards and say words like "I love you" to soften the pain.

You are my drug of choice.

But being with you only sporadically is killing me. When I'm alone in my apartment afterwards, I feel drained and quiet. I look at myself naked in the mirror and observe the marks you leave on my skin with a mixture of pride and revulsion. I can smell you on my hands and taste you in my mouth. I do nothing but think of how badly I want to see you again, how I would do anything to spend a few more hours in your arms,
how good it feels to be wanted and cherished and whole. I spend days trapped in a fog of sadness and anxiety. Will you want to see me again? How long will you make me wait this time?

Do you even think of me when we're apart?

How many other guys do you do this to?

It's like this again and again and again. Have another meaningless sex with other is helping somewhat, but not fully. Still don't know how people can deal with it.

I hate myself every time I justify this non-relationship with you. I hate craving something so destructive and worthless. I am smart, strong, good looking, and confident. I have a bunch of friends and a family that loves me. I keep busy with practice and clubs and a well-used gym membership. I am passionate and giving and sensual. I deserve a man in my life who will meet my needs both in and out of bed, but I have never found someone capable of both.

So I settle.

Afterall, it's only a message for you. I know you will be reading it since this is where you found your satisfaction of meeting strangers to fuck don't you. And why openly? Because it's my resolution from now on to stay single (and looking, hehe) for as long as it takes to meet a guy who does not make me feel like settling.

You are already exclude.

dj, no-regret-person-aku-tahu-yang-kumau



[Jogja] 08.10.07

Di multiply gue ada message dari H. Noris "Thanks katanya dengan gue mampir di Blog dia, tapi koq gak komen" baru kali juga gue "ditodong" suruh komen oleh blogger biasanya gue yang nyuruh orang komen di blogging gue. Tapi bukannya gue gak mau komen sih secara gue emang gak pernah mau diem, dan selalu apapun gue "silet-silet" sampe "nangis darah" baru gue puas!

Tapi ini soal campur tangan N.U atas rencana pemerintah membangun PLTN di Muria Jepara yang katanya banyak merugikan daripada menguntungkan dan di "stempel" HARAM.

Baca artikel ini untuk jelasnya

Hihihi (mode Mencibir ON), sejak kapan sih N.U jadi expert di bidang Nuklir? So, gue buka deh websitenya N.U perihal PLTN ini dan lo bakalan kaget deh dengan komentar para pemerhati kelangsungan kesejahteraan rakyat Indonesia ini coba aja click disini.

So, sebagai gesture gua buat sesama blogger yang atau sebagai pernyataan sikap diketiklah komen gue seperti ini.

NU OH NU Aduh mas kalo aku suruh komen nanti aku malah dikenai fatwa baru oleh NU, jadinya takuut sumpah! hehehe. Just sharing aja nih ya saya bukan NU tapi konon ayah saya dulu katanya did NU tapi gak ngerti apa itu NU ato Muhammadiyah atau apapun itu saya nggak ngeliat perbedaan yang signifikan akan tetapi kalo kita sama-sama berangkulan mendukung apapun yang akan dilakukan negara ini demi kesejateraan rakyat, please dong jangan dihalang-halangi dan pastinya dengan alasan yang sangat kuat serta research yang mendalam perihal pembangunan PLTN ini. Ingat pintu itu hanya bisa dibuka dari dalam, bukan dari luar nah barulah kalau sudah pintu terbuka kita bisa melihat indahnya dunia tidak hanya melulu lihat ruangan kelam :) gitu aja ya.... makasih.

Sebenarnya bukan karena gue geli baca artikel tentang N.U ini tapi gue juga udah pernah lihat di liputan6 pagi tentang ditentangnya rencana pembangunan PLTN di gunung Muria Jepara ini. Waktu itu gue malah langsung "CLICK" dengan seorang temen yang boleh dibilang sekarang "adik angkat" gue yang baru lulus SMA dan ingin sekali kuliah.

1 dari 9 bersodara, anak pensiunan pegawai PJKA (gak heran kan anaknya 9) konon emang katanya pegawai PJKA atau orang-orang yg tinggal di bantalan "spoor" biasanya anaknya banyak kenapa? Soalnya setiap kali mereka sedang tidur dan kebangun saat kereja lewat, susah merem lagi akhirnya bikin anak terus deh.... he he he maaf intermzo.

Alhasil, ortunya kurang mampu tapi anaknya gigih pengen kuliah dan akhirnya gue bantu urus sana sini, dan kasih gambaran kalo issue rencana pembangunan PLTN di Muria ini malah akan menjadi peluang dia untuk bisa bekerja di MEGA SCIENCE PROJECT OF INDONESIA ini dengan catatan tanpa dia meninggalkan ortu dan kaka adiknya jauh-jauh alias masih bisa bantu-bantu ekonomi keluarga disama yang akan datang.

Jreng, akhirnya atas rekomendasi gue ke dia yang diteruskan manya-menye ke ortunya, masuklah dia di D3 TEKNIK SIPIL UGM dengan nilai test A++ yang sangat membanggakan gue tentunya. Tadinya gue saranin dia malah suruh masuk Teknik Geomatika yang lengket sekali dengan urusan pemetaan yang notabene sangat minim banget pelaku di bidang ini yang diperlukan sekali baik kebutuhan local, national ato international apalagi dengan banyaknya fenomena alam yang merubah tatanan bumi tercinta Indonesia ini.

Tapi ya sudahlah toh yag kuliah dia dan gue bukan ortunya dia, so at the end adalah gue support dia dari segi moral, mental dan juga financial. Bukannya gue mau "riya" apalagi di bulan suci ini dan bukannya gue juga tidak menuruti standar keamanan dan prosedure aviasi dimana gue harus seorang ibu harus dulu menghirup oxygen sebelum ia memberikan untuk bayinya, tapi pintu gue cuma terketuk aja saat ini gue cuma bilang dalam hati "Kapan lagi?" .

So, Alhamdulillah dia sekarang udah settle sharing ngontrak rumah dengan temen-temen se-fakultas dia (tadinya dia malah mau tinggal besebelahan di rumah petakan samping sungai codet dengan tukang2 angkringan karena ortunya hanya memberikan dia jatah dibawah 1 juta setahun buat kos) O.M.G. sekali lagi dada gue nyesek "Mana bisa berkembang nih anak kalo tetangganya bukan anak kuliahan", so sekali lagi gue alokasikan jatah beli pulsa gue untuk 5 bulan nambahin buat bayar kontrakannya.

Jadi kalo N.U mau concern, please lebih baik tolonglah para kaum dhuafa itu supaya bisa melangsungkan kehidupan mereka dengan lebih baik. Pastinya kalau dibangun poject PLTN ini banyak sekali tenaga local yang akan diserap pekerjaan, rakyat sekitar akan terangkat ekonominya dan pastinya berapa ribu tenaga di bidang keahlian masing-masing termasuk mimpi adik angkat gue itu.


Please.... N.U

  • Carikan dong caranya akan bangsa kita gak gampang terprovokasi oleh segelintir orang yang mendompleng kepentingan pribadi.
  • Atau otak warasmu telah tercemari dengan limbah nuklir (red. provokasi)? sehingga urat penyalur kebijaksanaanmu terahalang oleh racun laten yang mengerogoti paru-parumu?

dj, loved-being-n(u)aked

bebera links dari www.liputan6.com perihal project PLTN ini:
1. Doa bersama tolak PLTN Muria
2.
Mbah Lim Dukung Warga Balong Menolak PLTN


and more..... do you know that there are 53,000 links if you type PLTN MURIA from your google.id/search
Sunday, October 07, 2007

[Jogja] 06.10.07

Berapa persen dalam hidup kita buat mendengarkan radio? Gue yakin pasti jawabannya less than 10% kecuali kalo lagi iseng nggak ada media lain yang bisa dijadikan hiburan. Bosen dengan kumpulan MP3 di HP kita (mending kalo punya HP yang ada radio + Mp3 player-nya) atau pada saat kita di mobil pribadi yang lupa kaset (mending kalau masih punya kaset kan sekarang jamannya CD).


4:45 AM – Female Radio FM


Sepulang dari berjamaah subuh di mesjid selepas imsak dihari ke -6 lebaran di tahun 2007 Masehi.


SANDIWARA RADIO

Prolog:

Tiba-tiba laki-laki yang seharusnya menjadi ayah kandung Ando muncul tiba-tiba muncul begitu saja setelah tujuh tahun hidup Echa dalam ketenangan, dan Agus yang selama ini telah menggantikan fungsi kepala keluarga dalam rumah tangga Echa harus dihadapkan dengan dilema baru dimana dia harus bertempur dengan bathin-nya sendiri apakah iya harus tetap bekerja di café yang telah menjadi sumber keuangan satu-satunya tapi harus selalu menjadi objek nafsu setan managernya.

“Ah penasaran juga pikirku dalam hati”, baru kali ini gue switch ke radio lain setelah sejak pertengan juli lalu gue beli radio kesayangan gue ini selalu bercokol di Swara Gama yang emang gue suka denger tembang tembang apik buatan negeri sendiri dengan DJ2nya yang muda ber-otak yang fresh dengan obrolan seputar jogja dan permasalah anak kampus.

JADIKAN DIRI KITA SEPERTI MEREKA

Memang sih gue bukan anak kampus lagi, rasanya gue udah meninggalkan kampus seumur Adhit yang sekarang duduk di kelas 10 atau mungkin seumur Demas yang baru diwisuda S1 Teknik Industri, gue udah lupa lagi saking kelamaan. But never mind, itu bukan toh permasalahannya tapi lebih kepada permasalahan gue yang harus mengetahui sekitar permasalahan kampus (red. Mereka) sehingga gue bisa menempatkan posisi gue di posisi mereka dan melihat dari sisi dan kacamata mereka, kalau gue mau tahu dan mengerti apa yang ada di kepala dan hati mereka sebelum tahu isi “selangkangan” mereka tentunya! Dan dengan cara ini gue ngerasa a lot of easier to get along with them ( you know what I meant) dan sebaliknya mereka selalu menerima gue selevel dengan mereka bukan mereka melihat gue seperti Assisten Dosen apalagi sebagai Dosennya (ini hubungannya dengan factor “U” lho!) bukan dengan factor knowledge.

Hush jangan salah sangka, gue udah mundur dari kumpulan gerombolan si berat yang meng-atas-namakan kaum hedon kampus meski kadang sekarang masih ada sisa-sisanya sekitar 80% (lhoo koq masih banyak sih), tapi ya gitulah toh gue pada akhirnya hanya segumpal “micro organism yang perlu orgasm” demi terjaganya kelangsungan hidup yang entah sampai kapan berakhir. So, enjoy aja lah dengan apa yang gue miliki saat ini.

BANGKITNYA RUNTUHNYA SANDIWARA RADIO

Ok, back to Sandiwara Radio yang seinget gue terakhir rame-rame-nya sandiwara radio sewaktu “Tutur Tinular” atau “Saur Sepuh” sewaktu gue masih di SMP. Gue inget nyokap dengan radio 2 band Phillip-nya yang hanya bertenaga 2 batere ABC yang ukuran gede itu, mirip dengan radio (red. Gadget) yang gue punyai saat ini, nyokap gue sembari memasak di sore hari mendengarkan sandiwara itu sampai-sampai dia kadang gak bisa diganggu sama sekali kalo sudah manteng dengerin sandiwara itu.


Tapi setelah era itu muncul TV2 swasta apalagi dengan hadirnya sinetron2 yang menggantikan hilangnya perfilm-an Indonesia pada saat itu, otomatis Radio Phillip nyokap gue hanya sebatas pajangan lemari pajangan, tapi tanpa mengenyampingkan tugasnya sebagai seorang ibu buat anak2nya dan istri bokap gue. Itulah nyokap gue yang gak pernah mengeluh! (mode sentimental ON”.


Nah hari ini, gue denger lagi sandiwara radio di jam yang sangat minim pendengarnya, mungkin hanya slot kosong dimana jadwal radio sudah ON sementara penyiar belum ada jadwalnya, jadi secara otomatis terjadwal di antrian oto-running di computer di studio radio.

Kasian?

Rasanya tidak juga!

Karena walau jumlahnya sedikit, tapi pendengarnya adalah “market target” yang sangat loyal dan ini adalah potensi yang baik untuk memasarkan ide maupun produk.

RADIO ADALAH MEDIA YANG EFEKTIF

Gue yakin masih banyak penggemar yang memanjakan telinganya dengan mendengarkan radio, toh memang setelah program gue “back to audio” (red. Radio) rasanya banyak sekali hal yang missing dalam hidup gue kembali lagi, coba fikirkan dengan mendengarkan radio;

1. Komunkasi 2 arah antara pendengar dan presenter dengan kirim2 sms atau hanya curhat lewat call center.

2. Update dengan informasi teranyar tanpa kita baca Koran.

3. Update lagu lagu teranyar tanpa beli CD bajakan atau an juga tanpa membeli Ipod atau Mp3 player yang harganya bisa sampai sama dengan uang kuliah D3 UGM 1 smster atau tanpa “mengunduh” dari lime wire yang kebanyakan hanya tukar menukar virus atau dari blogspot pribadi yang notabene “menjamurkan” dunia pembajakan lagu! (no comment lah).

4. Dengan mendengarkan radio kita masih bisa mengerjakan banyak hal yang tidak memerlukan konsentrasi 2 dari panca indera bersamaan, bisa sambil masak, baca koran, nyapu, mandi, apapun lah selama jangkauan volume-nya masih terdengar. Tidak seperti TV yang mana kita harus duduk terpaku depan TV sementara mata dan kuping terpasang dengan full mode.

5. Dan juga banyak sponsorship yang bekerja sama dengan radio dimana kadang memenangkan door prize lebih gampang hanya dengan ikutan quiz sms atau telefon interkatif dibanding dengan media cetak atau TV. Lumayan kan kalau dapat jatah Indomie untuk satu tahun, apalagi buat anak kos bisa dijadikan P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KELAPARAN).


AKU ADALAH APA YANG AKU PUNYAI

Setelah gue beli radio seharga Rp. 475,000- padahal harga waktu pre-launching-nya 1 tahun lalu hanya Rp. 375,000,- yang gue bela-belain di hari terakhir Jakarta Fair tahun ini yang sebelumnya telah memimpikannya sekitar 6 bulan terakhir. Cuma karena memang kurang populartitas karena memang diproduksi hanya terbatas bukan oleh produsen HIFI tapi oleh sebuah perusahaan peripherals computer yang core business-nya spekaer aktif “Sonic Gear”, maka lengkaplah sebuah radio seukuran tissue box berwarna putih polos dengan kesan yang sangat minimalis gue miliki.

Dengan hanya terdiri dari volume control, tombol ON/OFF dan pencari frekuensi dengan model radio kuno, tapi radio ini dilengkapi dengan jam analog yang kalau radio dinyalakan maka sinar lampu putih susu menyala menjadikan background led control untuk bisa jelas melihat angka-angka gelombang radio dan waktu di jam analog, sementara single speakernya cukup nyaring menghadap keatas dengan ber-diameter selebar panjang telunjuk orang dewasa yang dibalut dengan cover speaker berbaut empat terbuat dari stainless steel yang terkesan solid dan macho dengan mengetengahkan retro fashion yang kontemporer + ada lubang booster di belakang radio sebesar lubang MUG Kopi, sedangkan antenna standar yang bisa dipanjang-pendekkan dan dimasukan dalam slotnya menambah kesan klasik dan tetap berkesan radio apa adanya. Oh ya, meski sederhana radio ini dilengkapi dengan line-in untuk memasang Ipod atau Mp3 Player, kita tinggal putar tombol ON/OFF ke posisi aux maka kalau malam hari kamu set wake-up alarm Ipod kamu makan radio akan membangunkan dan memutar lagu lagu kesukaanmu dan mengantar kamu mengarungi hari hari pagi yang indahmu.

Satu hal yang palin gue sukai, body luar radio ini berwarna putih susu terbuat dari kayu! Sekali lagi kayu….! Alias Wooden Radio…. Sungguh perpaduan antara kesederhanaan, elegance, macho, klasik, tapi tetep mengetengahkan sisi kegunaan jaman sekarang (red. Modern).

KENCAN DENGAN PRESENTER RADIO

Duh sebenernya malu sharing disini tapi udah kadung bicara tentang radio, sekalinya gue pernah “ditembak” oleh penyiar radio. Gara-garanya gue diundangi ke studio radio buat talk-show tentang event sebuah festival yang gue ama temen gue organise waktu itu, talk-show nya lumayan hidup sampai-sampai selain sms dan interkatif lewat call center juga sampai Off-Air setelah acara talk-show masih banyak yang penasaran dengan event tersebut. Dan pada saat itu dia sebagai penyiar yang mendampingi kami, biasa lah setelah acara kelar kita itu tukar-tukaran no hp termasuk dengan si penyiar tadi. Belum lagi berselang hari, ada sms dari dia “mas aku udah kelar siaran, ngopi yuk, mau ga”, sms masuk di HP gue.

Then, berlanjutlah ke kopi darat lalu hari-hari selanjutnya dikala dia siaran ada aja lagu cinta yang dikirimkan buat gue itu berlangsung sekitar 2 bulan lebih sampai akhirnya kita jadian (duuh senengnya).

Oh ya satu hal yang unik selama “menjalin hubungan” dengan penyiar radio ini adalah gue menemukan suatu pribadi yang sangat komplek sekali diantaranya:

  • 1. Lebih sensitive terhadap audio menelefon dia 30 detik akan jauh lebih puas daripada 30 sms berantai.
  • 2. Lebih romantis.
  • 3. Lebih percaya diri.
  • 4. Lebih banyak tahu segala permasalahan hidup dan bisa menjadi pendengar yang baik saat dicurhatin.
  • 5. Lebih tepat waktu kalau diajak ketemuan.
  • 6. Lebih rapi dan modist.
  • 7. Lebih cuek dengan gaya yang bikin ngangenin.

Tapi tidak bisa ambil sikap dan menentukan permasalah hidupnya, termasuk permasalahan yang timbul selama menjalin hubungan sama gue! So, I said “Honey, I know ee have something in common but I think we better to stay as a special friend, kayak adek kaka gitu aja deh buat kebaikan kita berdua”.

(padahal dalam hati gue, kita sudahi saja sampai sini gue capek!)


DJ WAS A DJ’S RADIO

Another true story of mine. Yess, I was a DJ’s Radio once!

Ceritanya waktu gue di Balikpapan, you know di kota kecil yang modern berskala international itu selepas gue kerja gak ada kerjaan lain selain mengajar sebagai dosen di sebuah lembaga pendidikan rabu dan sabtu selebihnya, sooo boring! So, adalah seorang kawan mengenalkan seseorang yang notabene adalah founder dari sebuah radio station untuk kalangan dewasa lah. Dan satu dari sederet program-nya ada semacam obrolan malam yang inter-aktif dengan pendegar dari jam 11 malam sampe radio OFF jam 1 pagi.

Setelah beberapa kali gue tandem dengan penyiar tetap yang di statistik tidak menunjukan rating yang signifikan akhirnya gue dengan berbekal beberapa acara talk show Oprah + Majalah Cosmo gue mengudara sendiri mengembangkan program yang ada. Memang kadang menyimpang dari patokan yang ada tapi justru disini tercatat rating mulai naik perlahan, terbukti dengan makin banyaknya sms dan telefon masuk serta di grup milis yang dikelola.

Jadilah gue seorang Mr. Ditch yang dikenal dengan obrolan “nyeleneh” tengah malam! Gue gak mau ulas lebih detail apa itu obrolan “nyeleneh” karena itu ide gue dan jangan sampai dibajak oleh pelaku di bidang radio yang baca blog gue. Halah!

Tapi kalo masih penasaran then “HIRE ME AND I’LL TELL U”!

dj, listening-to-female-radio

Friday, October 05, 2007

[Jogja] 05.09.07

"Paris Hilton will not be looked that stupid, if she put her label on her new fragrance that smell of Coffee",
And I will be the 1st one who queue up for the early product launching". Didin Jamaludin (DJ) - The Sex Therapy Columnist

On this issue actually, I want to share you a short but meaningfull small gathering of the office colleguaes after having “Bukber” (Buka Bersama) or in details is the event to get together amongs friends having a breakfasting after a-long-day-fasting in month of ramadhan.

So, last night we had Bukber in WONG SOLO, a nice franchise local taste who is the founder has many wifes alias having polygamy in his family, I don’t why coz I think having one is making chaos already, and that’s is why some of my str8 friends still stay single. But in my preception why he is having so many wifes (yang syah secara hukum) gak tahu kalo yang kawin sirih deh, hehehe maaf! Coz, he is collecting some of the grandma recipies that finally he will make it for his WONG SOLO standard of recipe, DON’T U THINK SO!

So, WONG SOLO will not be longer Javanese semi Sundanese local taste but it will be more like NUSANTARA CULLINARIES. And I would say that WONG SOLO is one-of-the-reccommended local franchise portfolio regardless the polygami issue. This is pure a promissing business opportunity.

Stop talking about WONG SOLO, coz I don’t get pay for promoting his business.

The small crowd headed to my newly reccommended for coffee lover called “It’s Coffee”, a small coffee outlet located slightly just off-main-road in Bachiro area, off course in Jogja… where else? The lounge is on the second floor with direct access from parking area to the lounge, whilst the 1st floor they use for some storage and logictic purpose + the toilet.

Talking about the atmoshphere I would say It’s pretty cool:

  • Some contempo lazy wooden Indonesian chairs remind me of 60 to 70 style, sliding wall-to-wall-glass door has given free-view from the main lounge through veranda.
  • There is a small private room in the corner that can accommodate up to 8 people overlooking-looking rice field, Yess I know this is odd since It’s coffee located in-the-middle-of-no-where alias in the middle of kampong. But if this room is occupied, you will see like a human aquarium at the end
  • Small library are there, some books even tough quite “basi” and too much into serius materials not-to-mention some academic book. Hellloooo situ mau buka kelas extention po!
  • They have a good coffee machine that I would say the new price of the machine woul be the same with 4 my Yamaha MIO on the road price or equal to second “Kijang Kapsul” price. This is something that the owner put serius stuff for his business.
  • The place is just nice crowd, medium that can accommodate visitors maybe up to max 50 pax only bue leaving enough space as the social-lounge atmosphere
  • Don’t forget o bring your notebook, turn the WIFI-On and explore the magic of Netting! It’s 3 times faster than connection in my Office. Speedy Telkom SUCK!

The Menus,

  • Don’t expect too much about the food since they serve more drinks that the food. But I would reccommended cheese salad + lasagna (ask more time to heat it up on microwave).
  • Coffees are good! They even has what-so-called “Kopi Luwak” a special very javanese traditinal coffe with special taste coz the coffee bean was eaten by the animal call “luwak” like a fox and this animal eat seeds including coffee and this animal only eat high quaity beans. After being digested by the animal and a “nature” process then the seeds was again being processed by human to make a finest coffee. Wondering about the taste…. Come to It’s Coffee!

The staff

I thinks the owner has taste! Good looking Guys and Pretty Gals are always good to be with even when you are tha guest and they have to bring you a cooffee to your table.


It’s Coffee is where I need to see and to be seen!


dj, can't leave without Coffee

[Jogja] 05.09.07

Life is like a-box-of-chocolate Ular Tangga


Tampaknya istilah Hidup Seperti Ular Tangga memang pas buat dengan pemkiran bahwa:

Cokelat:

Cokelat rasanya bukan budaya Indonesia, hanya mereka dari beberapa negara eropah dan amerika yang sangat meng-agung-kan cokelat sebagai “getar” penambah adrenaline dalam kehidupan cinta sehari-hari mereka. Makanya kenapa mereka punya istilah “Life-is-like-a-box-of-chocolate” yang mana darimana kan 1 kotak cokelat yang sudah d-kotak-kotak-in didalamnya itu terdiri dari berbagai rasa dan bentuk (nah coklat seperti ini memang gue cek terakhir di toko harganya diatss Rp. 75.000, “eeuuuw” mahal pisan), nah kita tidak akan tahu bentuk dan rasa apa yang akan kita dapatkan dari cokelat yang berikutnya, dan asal tahu saja karena cokelat semacam ini sangat di “sakral” kan biasanya, mereka mengambil cokelatnya dengan mata terpejam dan biasanya hanya memakannya setelah makan malam sebagai penutup makan menemani minum teh atau kopi, dengan harapan bahwa hidup di hari berikutnya akan semanis cokelat susu almond berbalut madu dari luar sampai dalammnya atau akan dirasa terbuat dari bitter chocolate yang berasa sedikit “getir” yang berakhir dengan melelehnya “rum” dicampur “mint” flavour yang rasanya hanya akan dicerna dengan “hati”.

Ps: memakan sepotong cokelat min 30 menit sebelum tidur akan membantu tidur kita lebih berkualitas, karena cokelat mengandung unsur kimia yang dapat menenangkan pikiran dan membuat zat “pembuat kesenangan” mengalir dari pembuluhnya. U know what I mean!

Ular Tangga:

Sebua permainan tradisional Indonesia yang meskipun dari beberapa literatur dibilang bahwa permainan ini sudah ada sejak jaman hindu kuno, click saja di link ini dan anda akan di-guide ke beberapa informasi perihal asal usul dan budaya serta moralitas memainkan permainan yang bisa dimainkan semua usia dari mulai umur 5 tahun (anak genius) s/d 85 tahun kali (kalo lom uzur).

Yang paling menarik dari permainan Ular Tangga ini tanpa sadar kita diajarkan perihal moral hidup yang kita jalani sehari hari seperti:

  • Hidup kita sudah diatur sama yang maha Kuasa (katakanlah dadu yang dikocok, dan kamu haru melangkah berapa step kedepan).

  • Hidup ini dimulai dari NOL BESAR dan kita dilahirkan dari titik awal (kotak 1 dimana langkah awal kita main di permainan Ular Tangga) dan mulai kehidupan yang penuh liku.

  • Tangga (naik langkah) mencerminkan sebuah “anugerah/kesenangan/kesuksesan” dari pencipta dimana kita dimudahkan dalam mencapai langkah kesuksesan didepan, dan kita biasanya akan teriak kesenangan.

  • Ular (turun langkah) adalah “petaka/cobaan/kegagalan” dimana kita akan dibuat tidak senang dan sedikit mundur dari gairah hidup. Kita diingatkan kalau untuk tidak lengah dengan jalan yang kita lalui atau jangan sampai terlena dalam kesenangan anugerah tadi. Kita dimakan ular tadi dan di buang dimana ekornya berada, sungguh menyakitkan memang!

  • Diujung permainan (di kotak no 100) adalah akhir hidup kita yang sekarang, yang jelasnya adalah untuk memulai di kehidupan yang baru. Mulai lagi dari awal tentunya!

So, Hidup ini penuh dengan kejutan (walu kita gak suka dikejutkan), pahit manis, sedih bahagia, sakit sehat, hidup dan mati!


dj, do-u-believe-in-another-life?

[Jogja] 05.09.07

Life is like a-box-of-chocolate Ular Tangga


Tampaknya istilah Hidup Seperti Ular Tangga memang pas buat kita dengan pemikiran bahwa:

Cokelat:

Cokelat rasanya bukan budaya Indonesia, hanya mereka dari beberapa negara eropah dan amerika yang sangat meng-agung-kan cokelat sebagai “getar” penambah adrenaline dalam kehidupan cinta sehari-hari mereka. Makanya kenapa mereka punya istilah “Life-is-like-a-box-of-chocolate” yang mana darimana kan 1 kotak cokelat yang sudah d-kotak-kotak-in didalamnya itu terdiri dari berbagai rasa dan bentuk (nah coklat seperti ini memang gue cek terakhir di toko harganya diatss Rp. 75.000, “eeuuuw” mahal pisan), nah kita tidak akan tahu bentuk dan rasa apa yang akan kita dapatkan dari cokelat yang berikutnya, dan asal tahu saja karena cokelat semacam ini sangat di “sakral” kan biasanya, mereka mengambil cokelatnya dengan mata terpejam dan biasanya hanya memakannya setelah makan malam sebagai penutup makan menemani minum teh atau kopi, dengan harapan bahwa hidup di hari berikutnya akan semanis cokelat susu almond berbalut madu dari luar sampai dalammnya atau akan dirasa terbuat dari bitter chocolate yang berasa sedikit “getir” yang berakhir dengan melelehnya “rum” dicampur “mint” flavour yang rasanya hanya akan dicerna dengan “hati”.

Ps: memakan sepotong cokelat min 30 menit sebelum tidur akan membantu tidur kita lebih berkualitas, karena cokelat mengandung unsur kimia yang dapat menenangkan pikiran dan membuat zat “pembuat kesenangan” mengalir dari pembuluhnya. U know what I mean!

Ular Tangga:

Sebua permainan tradisional Indonesia yang meskipun dari beberapa literatur dibilang bahwa permainan ini sudah ada sejak jaman hindu kuno, click saja di link ini dan anda akan di-guide ke beberapa informasi perihal asal usul dan budaya serta moralitas memainkan permainan yang bisa dimainkan semua usia dari mulai umur 5 tahun (anak genius) s/d 85 tahun kali (kalo lom uzur).

Yang paling menarik dari permainan Ular Tangga ini tanpa sadar kita diajarkan perihal moral hidup yang kita jalani sehari hari seperti:

  • Hidup kita sudah diatur sama yang maha Kuasa (katakanlah dadu yang dikocok, dan kamu haru melangkah berapa step kedepan).

  • Hidup ini dimulai dari NOL BESAR dan kita dilahirkan dari titik awal (kotak 1 dimana langkah awal kita main di permainan Ular Tangga) dan mulai kehidupan yang penuh liku.

  • Tangga (naik langkah) mencerminkan sebuah “anugerah/kesenangan/kesuksesan” dari pencipta dimana kita dimudahkan dalam mencapai langkah kesuksesan didepan, dan kita biasanya akan teriak kesenangan.

  • Ular (turun langkah) adalah “petaka/cobaan/kegagalan” dimana kita akan dibuat tidak senang dan sedikit mundur dari gairah hidup. Kita diingatkan kalau untuk tidak lengah dengan jalan yang kita lalui atau jangan sampai terlena dalam kesenangan anugerah tadi. Kita dimakan ular tadi dan di buang dimana ekornya berada, sungguh menyakitkan memang!

  • Diujung permainan (di kotak no 100) adalah akhir hidup kita yang sekarang, yang jelasnya adalah untuk memulai di kehidupan yang baru. Mulai lagi dari awal tentunya!

So, Hidup ini penuh dengan kejutan (walu kita gak suka dikejutkan), pahit manis, sedih bahagia, sakit sehat, hidup dan mati!


dj, do-u-believe-in-another-life?

Thursday, October 04, 2007
[Jogja] 04.09.07

Entah karena para pekerja seni di Indonesia otak kanannya sudah rusak sehingga tidak bisa masuk lagi ide-ide kreatif pekerja seni yang bisa digunakan untuk memajukan bangsa ini atau memang ide kreatif mereka tidak sesuai dengan rating acara yang diharapkan pemasang iklan di TV?

Bagai 2 sisi belati yang seringkali bisa saling membunuh!

Itulah kenyataannya dunia layar kaca kita saat ini, jangan menyangkal!

This is Fresh News !


Gue inget banget deh jaman gue SMP dulu ada komik Jepun namanya POPCORN cerita perihal sepasang anak kembar yang dipisahin karena yang satunya sakit parah dan satunya Hyperactive, nah RCTI mau launch ceerita yang sama namanya MUTIARA.

· Pujabi dan antek2nya sedang buat film horor yang bejudul FILM HOROR, coba liat kalo nggak copy-an dari SCARY MOVIE, anjriit!

· CINTA ITU NGGAK BUTA, Sinetron yang ditayangkan SCTV setiap jam 10 malam gitu, kan sama bener jalan ceritanya dengan salah satu drama seri korea yang judulnya gue lupa lagi. Fuiih!

Jadi kapan kita bisa men-demo Punjabi untuk stop memproduksi tayangan TV yang tidak membangun dan malah menghancurkan moral adik-adik kita sebagai masa depan bangsa?

Trus apakah emang dia yang perlu didemo? Bukan pihak TV nya atau pihak PH yang telah mencetak perilaku masyarakat kita seperti dunia sinetron saat ini?

Atau malah pemerintah Indonesia yang kita demo? Apa iya mereka mau mendengar secara masalah lain yang lebih urgent aja masih dianggap last priority !

Sadar gak sih kita ini sebenarnya punya hak untuk itu ! Sebagai public viewer yang disodorkan tontonan tidak bermutu harusnya punya kesempatan untuk bicara, menolak dan meminta yang kita inginkan.

Tapi apa iya masyarakat kita sudah sadar seperti itu? Tanya lah pada rumput yang bergoyang!

Tanya lah sama kita sendiri. Kapan kita terakhir matiin TV dan acara apa? Nah itulah kita jawabannya.

dj, u-turn-it-on-u-turn-it-off

Wednesday, October 03, 2007
LO-PHANG

Sebenarnya pengen sharing info ini udah dari bulan lalu tapi gue sendiri masih cari sana sini perihal buah aneh yang baru gue liat di Jogja ini. Tanya sana sini terutama tetangga rumah gak ada yang tahu, tapi setelah gue MMS ke beberapa temen di beberapa kota hanya yang dari Sukabumi bilang "sigana mah lopang eta teh, biasana mah hirupna di leuweung anu taneuhna loba batu" English "It seemed to be Lopang, normally it grows in jungle in a soil that textured sand and stone" Bahasa: "Kayaknya sih Lopang, biasanya numbuh di hutan dengan tektur tanah berpasir dab berkerikil".

Tanpa sengaja sepulang dari rumah tetangga yang hajatan, gue lewat tanah kosong yng di tumbuhi semak belukar samping rumah yang gue tinggalin sekarang dan anehnya bergelantungan buah-buah berwarna merah diatas pohon petai cina dan ternyata banyak sekali yang dihasilkan oleh tanaman merambat.

Ciri-ciri Fisik:
  1. Kayaknya masih 1 keluarga dengan timun, atu melon.
  2. Merambat dengan daun maximal lebar 10 cm, dengan sisi daun membentuk shape hexagonal seperti daun labu siam, dengan daun tidak berbulu tapi warha hijau keputihan.
  3. Seperti terlihat dalam gambar buahnya maximal hanya seukuran korek gas.
  4. Nampak hijau saat muda dan memerah laksana saga pasa saat matang, dengan texture yang lembut serta beraroma wangi seperti sejenis wangi manis markisa cuma lebih soft tanpa wangi asem.
  5. Juicy tapi tidak watery, sedikit lengket tapi tidak membekas di tangan.
  6. Rasa manis sedang dan dingin seperti timun suri.
Ciri lain:
  1. Tidak ada hewan yang memakannya, ini sempet bikin gue "ngeper" takut beracun tapi setelah gue makan 1 gue masih hidup tuh. Mungkin karena di sekitar tempat tinggal gue gak ada binatang liar, tapi nampak sisa2 binatang malam yg makan buah itu berserakan di tanah.
  2. Tidak ada orang (tetangga) yang tahu buah itu apalagi mengkonsumsinya.
  3. Tidak ada orang lain di region lain yg mungkin pernah liat buah itu dan komentar banyak. Nihil... cuma yang dari sukabumi asal asalan siah maneh!
So. untungnya masih di compund tanah kosong sebelah gue juga da pohon pepaya yang buahnya bisa dijangkau tangan orang dewasa tidak menarik perhatian tetangga untuk mengambilnya dengan alasan dagingnya "benyek" alias lembek dan kurang enak dikonsumsi.

So. gue remas-remas 2 buah Lo Pang sampai hancur dicampur dengan buah pepaya yang matang tadi kira-kira 2oo gram dicampur dengan Ice-cube dari kulkas and I start spreading out on my body from toe to head... including face

So. Hasilnya jangan ditanya!
  1. Tunggu 15 menit kemudian muka dan badan gue mulai mengeras karena lumuran lulur buah tadi mengering di kulit, tidak ada gatal yang mengganggu persis seperti gue dipake-in Masker-Biotherm di salon tempat gue dulu suka facial (not anymore).
  2. Siram seluruh badan dengan air biasa sampai semua lulur hilang dari kulit.
  3. Kemudian gosok kembali badan /kulit dengan memakai batu pipih untuk membantu kotoran daki keluar dari pori pori. Kalo berat badan lo 50 kilo seetelah keluar kamar mandi mungkin berat badanmu jadi 48Kg
This is not a joke. And now I share the tips with my housemate, and we enjoy the effort to make use of tropical fruit for our tropical exotic body.

Yang pasti:
1. Exotic Banget.
2. Natural
3. Detoxifikasi
4. Anti Aging coz mengandung anti oxidan.



dj, who-said-beauty-is-expensive

join me on