Friday, September 21, 2007

Jogja 21.09.07

The greatest Love of all..is the love for one self..cinta pada diri kita sendiri + TUHAN (kalo lo punya Tuhan)

Mencintai dan dicintai temen temen deket kayaknya itu deh yang gak pernah menoreh luka dalam sehingga meski kadang tergores sedikit gampang ngobatinnya. Gosssh….. finally, thanks to my-self yang memang meski dapat julukan keagungan “self-center” justru disini kali hebatnya gue sehingga tidak cengeng dan selalu “gay” (red. Baca arti gay di kamus oxford, artinya orang yang selalu riang) heu heu heu


So,

Ketika morfin itu sudah susah aku temukan lagi bandarnya.

Ketika aku sudah terbiasa dengan kondisi sakaw-ku dan pelan-pelan toxin psikotropika itu keluar sendirinya dari sel darahku bersama bulir bulir keringat yang keluar dari setiap pori pori kulitku saat aku menjerit “sakit”.

Ketika madat yang kau jejalkan ke tenggorokanku sudah tidak aku nikmati lagi

Ketika lading opium terbakar dan hangus disapu angin selatan menguap tak berbekas.

Justru aku menikmatinya,

Menikmati kalo aku masih hidup

Menikmati kalo aku tak ketergantungan kepadamu

Menikmati kalo aku mempunyai darah segar yang aku bisa sumbangkan setetes demi kehidupan orang lain

Menikmati kalo aku menemukan kembali ke diriku sebagai aku yang dulu

Menikmati kalo aku lebih hidup dengan kesendiririan, tanpa beban dan fikiran


dj, I-Love-Myself

0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja