Wednesday, September 26, 2007
Jogja 25.09.07

Hujan emas di negeri orang, Hujan batu di negeri sendiri

Kayaknya peribahasa diatas udah gak berlaku lagi saat ini. Sementara gonjang ganjing racism masih ada ditambah dengan situasi politik Indonesia yang belum ada perubahan yang signifikan dibawah komando sang melankolis SBY.

Well gimanapun, betapapun aku ini adalah tetep anak bangsa. Lahir, sekolah, kerja, makan, tidur, semuanya dilakukan di negaraku Indonesia yang menurutku adalah surgawi semua hal. Contohnya, ketika gue perlu sapu lantai sejak sebulan lalu yang nggak pernah kesampean karena gimanapun juga gak mungkin dong gue beli sapu lantai satu biji dari carefour, alhasil karena bukan suatu kebutuhan yang mendesak ya selalu kelupaan lah kalo ke pasar ato belanja kebutuhan sehari-hari, sampai hari ini tiba dan dia diantar langsung ke depan pintu rumah gue.

Seorang bapak bapak berbadan kecil, item, keriput lewat depan rumah gue dengan gerobak dorongnya yang penuh dengan aneka kebutuhan alat kebersihan. “Ini yang gue perlu” kata gue dalam hati sembari gue matiin Mio gue yang udah ready-to-go.

DJ : “Sapu-nya berapa duit pak?”

Bapak : ”10 ribu nak”

DJ : ”Mahal betul pak, 7,000 dikasih gak”

Bapak : “Belum dapat nak, bapak juga ambil untung dikit aja, 8,000 saja boleh” (dalam Bahasa Indonesia yang dipaksakan

DJ : “Ya udah pak saya ambil yang ini” (gue ambil 1 sapu yang terbagus dari yang ada), sambil gue kasih 20 ribuan.

Bapak : “Wah uang kecil aja nak bapak baru keluar, belum dapat uang”. (sambil rogoh kiri kanan saku)

DJ : “Deg!” uluhati gue sekali lagi serasa ada yang nonjok

DJ : “Ya udah bapak ambil aja, Gak papa koq pak” Gue balik badan dan langsung simpan sapu kedalam rumah dan kembali ke Moi gue yang sudah ready to go, secara si bapak masih halangi gerbang jalan keluar motor gue.

Si bapak sedikit mendorong gerobak dagangannya, sehingga gue bisa keluar dan mengunci gerbang rumah. ”Mari pak ” hanya itu yang keluar dari mulut gue sambil gue gas Mio gue yang notabene dah telat 5 menit ke kantor.

Sementara si bapak masih terbengong, bengong ngeliatin gue sampe gue terakhir liat dari kaca spion dia masih tetep mematung memegangi selembar 20.000 an yang tadi dari gue.


Carrefour ***************VS ***********Gerobak Cleaning Supply

Min 1 jam belanja ***************VS ***********Waktu belanja Cuma 5 menit

Parkir Rp. 1.500 ***************VS ***********Free Parking

Terlalu banyak items ***************VS ***********Basic cleaning supply

Harga 10.000 – diatas100.000 ***************VS ***********Harga 2.000 – 10.000

Impersonal ***************VS ***********Personal Service

AC ***************VS ***********Angin + Sinar Mentari (sehat)

Terima Kartu Kredit ***************VS ***********Terima Kredit (Nyicil) asal dan kenal

Belanja pake baju bagus ***************VS ***********Pake daster jadi aja tuh

Suka kebablasan beli yang gak perlu ***************VS ***********Belanja seperlunya saja


dj, nggak mau pindah keluar negeri

0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja