Friday, May 02, 2008
Penghujung April 30, 2008. Sepulang dari workshop TOT (Training On Trainer) di Wisma Mawar Asri Kaliurang, aku bersama Faizal pulang dan mengambil jalan alternatif kearah palagan terntara, tidak melaluijalan raya kaliurang. 

Rintik gerimis dan awan hitam yang menggelayut di langi Jogja sewaktu berangkat dari wisma Mawar sedikit membuat miris hati kami, dan Faizal menyarankan aku memakai Jas hujan tapi tidak aku gubris karena aku yakin gerimis hanya terjadi di dataran tinggi saja, dan memang benar selang 15 menit kemudian langit dan panas di musim pancaroba ini cukup membuat silau perjalanan pulang.

Perjalanan cukup menyenangkan, sinar mentari sore yang menembus pepohonan seakan menggerakan bayang bayang yang bersama motorku melintas lalulintas yang lenggang, sampai pada tikungan tajam sebelum klinik Puri Husada..... tanpa isyarat dan tanda tanda, tiba tiba kami dihadang segerombolan polisi jalanan yang sedang beroperasi.

Semua lalulintas diberhentikan dan khusus motor diarahkan ke lapangan basket untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya, untungnya aku selalu menyimpan stnk dan sim kartu asuransi kartu donor darah dalam dompet kecil khusus di ranselku dan seketika aku menyerahkannya kepada petugas, kurang dari 20detik aku diminta meneruskan perjalanan setelah polisi tadi berujar "terimakasih" (baca. sial gak kena, gak ada setoran).

Tapi lain halnya dengan Faizal yang ternyata, orang seganteng dan segaul dia sim c nya udah mati! alias gak diperpanjang.... ya! kena deh.... akhirnya aku menepi di pinggir jalan sembari menunggu dia tawar menawar dengan polisi tadi.

Akhirnya 5 menit kemudian Faizal keluar dari lapangan basket dan aku tanya "berapa?", dia bilang sudahlah J.... dengan nada yang datar tak nampak dosa maupun kesalahan yang dia barusan lakukan dengan polisi tadi.

Udah biasa? ya iyalah.... apa sih yang nggak bisa dibeli di Indonesia! Tanggal 30 memang belom waktunya gajian buat PNS, sementara di junior masih harus minum susu formula!

Aku jadi ingat sebenarnya, 2 pihak terkait tadi bisa saja masing masing melaporkan kalo si Polisi dilaporkan oleh Faizal bahwa dia menerima suap, dan si polisi pun bisa melaporkan bahwa si Faizal mencoba menyuap petugas! Dan "Bangkok Hilton" akhirnya bisa jadi tempat peristirahatan yang lumayan panjang!

Hiih Serem!! 

Lain lagi dengan kasus temenku sebut saja Arie yang parno pulang ke kosnya dalam beberapa hari ini karena temennya dia di-gep (ditangkap polisi) di kosnya si Arie pas si Arienya lagi gak di kosnya, karena 2 orang temannya itu ternyata TO (Target Operasi) diduga sebagai pemakai atau mungkin juga penyalur ganja. Jadi si Arie sekarang lagi pusing karena temennya masih di Polda nunggu ditebus 25juta kalo mau keluar, lantas siapa yang mau nebus? 

Orang tuanya? 

Bandarnya? 

Alhasil, menjadi warga yang baik sepertinya tidak susah ko!
  1. Mempunyai Sim yang masih valid adalah kewajiban sebagai identitas kita.
  2. Menghindar dari penggunaan psikotropika juga hidup lebih nyaman dan aman.
  3. Berteman dengan orang-orang yang baik tentunya banyak memberikan manfaat yang positif ketimbang berteman dengan pemakai. Tapi emang kita tahu kalo temen kita ga make?
  4. Berurusan dengan polisi adalah hal terakhir yang ada di benak gue. Ketemu mereka di persimpangan jalan aja udah bikin gue ilfil, terakhir gue berurusan dengan polisi saat perpanjangan SIM gue di bulan april tahun lalu, semetara perpanjang stnk cuma lewat calo aja.  
Trus, dimana fungsi mengayomi masyarakatnya ya? Yang akan membuat masyarakat lebih tentram tanpa takut merasa bersalah saat jumpa di jalanan?




0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja