Friday, May 16, 2008
Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Seorang yang benci politik tapi hidup dalam tekanan poli-tikus itulah aku.

Dari mulai warung kopi sebelah rumah, sampai dengan supir dan sekuriti di kantor ramai bergunjing seputar permasalahan negara, seolah-olah seorang politikus kawakan.

Kenaikan BBM, 10 tahun tragedi Mei, BLT, pencalonan presiden 2009, kenaikan haga-harga yang menjulang, biaya masuk sekolah yang berbarengan dengan kenaikan BBM, sampai dengan
cacat bawaan pilkada, eh tidak tertinggal juga masalah sms santet.

Bagai ayam stress yang menunggu pisau kematian dengan hitungan menit, aku merasa kalau hidupku tidak akan lama lagi. Sementara sang tuan entah apa yang ada di benak dia yang akan ia lakukan terhadapku dan teman-teman senasibku.

Gundah gulana.

11:30 Jumat 16 Mei 2008.
Rasanya aku sudah lama tidak mendengar hotbah Jumat yang terngiang bagai nyanyian nina-bobo dimusim awal kemarau ini. Ya, Hotbah Jumat selalu menjadi waktu siesta seminggu sekali disela-sela kesibukan pekerjaanku.

Sepeda listrik-ku memang tidak bisa aku andalkan untuk segera menghindarkan aku dari sengatan matahari siang bolong, sementara awan bergerombol kecil jauh diatas sana, malas memayungi. Kubelokan sepedaku ke jalan menuju mesjid lembah UGM dari kawawan jalan kaliurang, tepat di tikungan itu kulihat menyilaukan mata baliho berlatar merah dengan seorang yang aku pikir "unang" si pelawak grup bagito (maaf kalau namanya salah) yang pernah melejit dengan rekan se-pelawak-nya Miing dan Didin.

Mataku terpana ......
Mulutku ternganga .......

Bukan karena aku terpesona oleh ketampanan dan kegagahan sosok di baliho itu, tapi aku tahu berapa puluh juta untuk memasang sebuah baliho seukuran itu. Aku yakin pasti banyak titik yang dipasangi serupa di Jogja ini, aku yakin di kota lain juga akan sama. Dan aku yakin, iklan serupa pernah memuat 1 lembar Koran Kompas dengan full-color dan dipasang beberapa kali, dan AKU YAKIN kalau aku pernah melihat iklan ini ditayangkan di tv-tv swasta.

Hanya dalam hitungan detik dikepalaku berterbangan berbagai pertanyaan dan kemungkinan....!

Seorang ber-kawasaki-ninja beteriak dan meraungkan motornya menyadarkan aku dari lamunan sesaat, sementara aku masih diatas speda yang berjalan memaksa aku menepi dibawah baliho tersebut, aku standarkan sepedaku dan aku terbungkuk jalan memasuki sebuah kios angkringan yang pas terletak dibawah baliho itu.

Segelas
Dua gelas
Tiga gelas es teh manis tidak juga melegakan tenggorokanku dari kehausan.

Sebatang
Dua Batang
Tiga batang class mildtidak juga membuatku beranjak pergi

Adzan Jumat
Hotbah Jumat
Terdengar sayup di telinga

Aku tidak jadi sembahyang jum'at.

++++++++++++++++++===


Catatan kecil untuk Soetrisno Bachtiar

Maaf saya tidak kenal bapak kalao bukan karena iklan itu, dan maaf kalo saya salah menyebut nama Soetrisno Bactiar yang kalau tidak salah Ketua PAN danmaaf kalau saya salah tentang arti 100 tahun kebangkitan nasional.

Penting banget nggak seh, curi start Pemilihan Presiden 2009 dengan ber-promo seperti itu:

  1. Beriklan diri dengan meg-quote penggalan kata-akta pujangga Chairil Anwar.
  2. Beriklan semua stasiun TV di Indonesia dan di Koran dengan Iklan termahal di Indonesia
Karena semua itu nggak ngepek (ngefek) buat saya, mungkin juga buat yang lain, untuk simpati kepada anda. Yang pasti saya akan cepat-cepat ganti channel kalo iklan and adi tv muncul, dan cepat-cepat saya lipat halaman koran dan loncat ke halaman lain jika saya melihat anda disitu.

Saya asa PR agency anda salah memberikan taktik bagaimana membuat rencana strategi politik anda.

Saya rasa sekarang waktunya anda memecat humas anda dan kirim dia ke pelatihan "bagaimana caranya mencuri simpatisan"

Bagaimana kalau saya saja dijadikan humas anda, meski saya benci politik tapi saya cinta akan uang dan biasanya saya paling pandai membelanjakannya, paling tidak itu komplimen kawan-kawan saya terhadap saya dari dulu.

Tapi apa ya yang akan aku perbuat dengan uang sebanyak biaya anda beriklan sekarang?

Menambah BLT ? NO
Mensubsidi BBM? NOO
Bikin pasar murang sembako? NOOO

Hmm. Gimana kalo kita bikin sejuta "Five-Star MCK UMUM" saja biar orang-orang yan terbiasa nongkrong buang hajat dan cepat-cepat itu bisa menikmati enaknya duduk di toilet duduk dengan suasana yang nyaman sehingga mereka bisa lebih berimajinasi tinggi dan berfikir sehat?

Bukannya pemikir dan pembuat keputusan ulung biasanya mempuyai gagasan pasa saat buang hajat di pagi hari?

dj_membalas_sms_sms_saat_beol

lotta loves from,

0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja