Saturday, May 10, 2008
YAIYALAHMASAYAIYADONGAAPALAGIYAIYASIH

Ingin rasanya kutonjok seragam-seragam putih kombinasi batik merah itu tatkala "Sabun Cuci" itu (red. Wing Air) yang akan menerbangkan aku dari Surabaya ke Jogja dengan penerbangan IW869 yang seyogyanya bertolak pk 19:30 diundur menjadi 20:30.

Memang bukan hal yang baru bagi penerbangan dengan slogan: "We Make People Fly" yang nampaknya percetakannya lupa menaruh satu kata di akhir "late" ini telat! Karena ya gimanapun "Singa Terbang" hanya dongeng belaka.

Senarnya masih trauma terbang dengan Lion Air, di akhir maret on transit from Medan to Jogja in Jakarta, aku ditunda lebih dari 2 jam, udag gitu saking chaosnya penerbangan hampir dari dan ke seluruh bagian Indonesia membuat aku tertinggal pesawat beserta 1 orang yang akan ke Jogja waktu itu. Dan aku tahu kalau kupingku tidak budekdan kita tidak mencucuk-kan earphone ke kuping, sewaktu kita menunggu di lorong keberangkatan hanya 5 meter dari ruang tunggu itu, nama kami atau last call tidak ada.

Akhirnya dengan modal:

  1. Kugebrak monitor komputer pertugas Lion Air yang hampir jatuh berguling ke lantai.
  2. Muka memelas si "adek" dari Batam yang akan pulang ke Gontor 6 di Magelang setelah long holiday.
Akhirnya aku menguping si Supervisor bicara sama rekannya "Sudah di-manual-kan aja" akhirnya kita bisa terbang ke Jogja dengan hati was-was dengan penerbangan berikutnya.


Inflight Nasi Bungkus

Mungkin 1 kelebihan yang diberikan pencipta kepadaku kalau aku diberikan sensitif yang tinggi, gak biasanya aku bekal 1 botol akua kecil dan membawa 1 bungkus besar roti kombinasi, malah kali ini aku bawa nasi krawu kesukaanku yang selalu harus aku cicipi kalau aku ke Surabaya, tapi karena short visit kali ini aku hanya sempat membawa sebungkus yang niatnya akan aku nikmati di ketinggian 30ribu kaki.

Tapi kenyataanya, niatku untuk mencicipi Inflight Nasi Bungkus harus aku urungkan, karena perut yang tidak bisa diajak kompromi ini mengharuskan aku melahap habis nasi krawu di ruang tunggu 4 Bandara Juanda.


lotta loves from,

0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja