Saturday, October 20, 2007

Gue gak mau terperangkap di kebun sendiri, asyik “melahap” tahu-tahunya gue akan gemuk tanpa sadar dan nggak bisa lagi menyelinap keluar pagar dari kebun sendiri kembali ke “habitat” gue.

 

Apa jadinya kalo ibu gue sudah tidak ada? Itu pemikiran gue saat ini.

 

Apakah gue masih harus pulang kampung ketemu dengan sodara-sodara jauh yang makin menjauh?

 

Pertanyaan ini sama persis dengan pertanyaan yang selama ini kadang kalo diucapkan akan membuat gue murtad kayaknya, ”Kalo Tuhan tidak membuat neraka dan surga, apa manusia masih mau ke mesjid dan Gereja”? Jawabannya, tanyakan pada rumput yang bergoyang.

 

Secara dalam 5 tahun terakhir dimana gue mudik hanya 1-2 kali setahun dan itupun maximum hanya 3 hari, u know why lah alasannya ! So setiap kali gue mudik, trus berpapasan dengan anak-anak ABG (red. Usia dibawah gue) di jalanan atau mungkin di Indomaret yang baru masuk ke kecamatan gue sekitar 2 tahun lalu, dan sekarang jadi tempat tongkrongan ABG, mereka yang melihat gue dari atas kebawah gitu…. Ada apa dengan gue?, pikir gue dalam hati.

 

Seporadis sekali ya pertumbuhan kependudukan di kampung gue, banyak rumah-rumah baru bermunculan sekitar kampung gue yang kadang gue sendiri malu kalo jalan nyasar-nyasar mau ke rumah sodara di kampung sebelah. Ditambah lagi buat lulusan SMP sekarang gak usah lagi pergi ke kota kabupaten karena ada 2 SMA negeri yang dibuka dalam 5 tahun terakhir, ini jelas peningkatan angka statistik kependukan yang sangat signifikan. Jadi bukan hanya di kampung gue yang pesat pertumbuhannya tapi karena dari kota kecamatan lain juga yang mengirimkan kelulusan SMP sederajat ke tingkat SLTA di kampung gue.

 

Ini bener-bener dilematis sekali buat gue sumpah!         

 

Mestinya buat gue yang “doyan” daun muda, tentunya gampang sekali memamah biak di kebun sendiri atau hanya tebar jaring pukat harimau yang akan kejaring sampai ikan seukuran teri masuk ke perangkap. Dan jawabannya tetap TIDAK.

 

Gue gak mau terperangkap di kebun sendiri, asyik “melahap” tahu-tahunya gue akan gemuk tanpa sadar dan nggak bisa lagi menyelinap keluar pagar dari kebun sendiri kembali ke “habitat” gue. Dan akhirnya gue akan ditangkap petani dan dikerangkeng untuk jadi tontonan, Oh NO! what a nite-mare!

 

Akhirnya peribahasa, rumput di halaman tetangga akan terlihat lebih hijau sepertinya menyelamatkan gue dari bencana ini. Thanks God!

 

 

dj, will-come-back-and-being-totally-stanger

 

0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja