Wednesday, October 03, 2007
[Jogja] – 03.09.07


Sebuah anekdot bilang kalo lo bangun pagi dan disebelah lo ternyata istri lo makan lo memang sedang berpolitik.

Mind my languange tapi bukannya memang demikian?

Bang Yos alias Sutiyoso alias Gubernur Jakarta yang sedang menikmati hari-hari terakhirnya di kursi panasnya sekarang mau mencalonkan diri menjadi Presiden RI pada Pemilu 2009.

Mupeng = Muka Pengen

1. Pengen jadi Presiden

2. Pengen dapat jatah lebih besar

3. Pengen lebih populer

5. Pengen apalagi ya…. Au ah elap

Yang pasti bukan gejolak situasi politik yang mulai menghangat di bumi persada ini tentang siapa-siapa yang akan mencalonkan diri di Pemilu 2009 nanti, toh I’m not into politic and I hate politiciants but I live in it and I live with it.

Yang bikin gue geli dan senyum sinis dipagi hari adalah sebuah headline koran Sindo yang memberitakan seorang Sutiyoso yang tadi malam sungkem ke Mbah Marijan di dusun cangkringan sekitar 20 menit dari kediaman gue saat ini. You know kan siapa Sutiyoso dan every body know who Mbah Marijan is…. He is a gate-keeper of Merapi, a sacred volcanic mountain in central java.


Ooo Gosh…. Sejak kapan seorang politiciant sungkem ke seorang Mbah Marijan? Mungkin hanya Bang Yos aja yang bikin gebrakan baru yang nggak pernah dilakukan seorang calon Presiden RI geto loh! Trus apa hubungannya dengan seorang “kuncen” (red. Juru kunci) gunung merapi? Apakah kalo sudah jadi Presiden nanti lantas Mbah Marijan akan dijadikan juru nasihat istana presiden yang bisa meneropong jauh kedepan akan hal yang akan terjadi kepada negri ini sehingga terhindar dari marabahaya?


Tentu saja tidak bukan?


But for me as Jakarta ID’s holder who is not resides in Jakarta for almost 5 years, si Mupeng masih menduduki hati gue…. (plok plok plok riuh rendah tepuk tangan) bolehlah warga Jakarta sekarang berbangga hati dengan fasilitas yang “super ada” dibanding dengan kota lain di Indonesia, atau ibukota lain di Asia Tenggara. Janganlah kita bicara Singapore dulu, tapi liat dengan KL dan Bangkok mungkin sebagai perbandingan at least itu kota2 negara lain sebagai lancongan gue, sebagai warga Jakarta atau tepatnya ”Indonesian ” I’m proud of my capital city.

Lihat saja caci-maki-sumpah-serapah dimakan Bang Yos saat gonjang ganing pembangunan Bus-Way, sekarang dia menuai pujian dari seluruh pengguna kendaraan umum. Gimana tidak dari ujung Timur Jakarta bisa ke ujung Barat Jakarta hanya dengan Rp. 3.500 + AC + Nyaman + Aman + Cepat meski memang belum sempurna tapi memang saat ini dirasa kalo Bus-Way lah yang masih cocok untuk Jakarta. Bukan Monorail yang didambakan orang-orang akan menyerupai MRT di S’pore ato MTR di Bangkok janganlah dulu, pelan-pelan toh di KL pun pemerintah M’sia masih mengsubsidi monorail yang beroperasi disana kalau tidak tarifnya tidak akan terjangkau oleh masyarakat M’sia apalagi masyarakat Jakarta yang daya belinya masih rendah, yang tingkat ekonominya masih dibawah.


Bang Yos, majulah…. Anjing menggongong kafilah berlalu! Kayaknya tepat ungkapan itu buat anda sekarang. Toh dengan Mupeng-mu dan ke over-pe-de-an-mu itu telah mengantarmu untuk kebaikan warga Jakarta, semoga jika Bang Yos jadi Presiden warga Jogja bisa dibuatkan Trem yang sepertinya sangat cocok untuk commuter di kota gudeng ini.


Soal investor pastilah ada, toh Bang Yos jagonya tentang lobi-lobi, terbukti kan sampe-sampe-sampe-an-bela-bela-ni-munggah dusun Cangkringan yang dulunya nggak terkenal dan belakangan google-earth telah menempatkanya sebagai titik-merah pada koordinat bumi yang membahayakan.


Ah, andai Merapi tak mengamuk, mungkin mbah Marijan masih adem-ayem di cangkrian mengabdi sebagai abdi dalem keraton sebagai juru kunci merapi. Di usia mbah Marijan yang sudah tidak muda lagi (lha iya wong sebutane wae mbah koq), sekarang dia mesti disibukan dengan protokoler kunjungan pejabat, jadwal pembuatan iklan, interview dengan wartawan lokal maupun mancanegara, atau mungkin hanya melayani foto bersama dengan turis lokal yang berwisata ke kawasan Lava Tour Kali Adem.


dj, not-into-politic-coz-never-found-a-wife-on-his-bed


0 komentar:

Post a Comment

hey...thanks for your post, i really appreciate it.

join me on

translate this page

Blog Archive

Subscribe to Feed


who viewed me

visit Jogja

Visit Yogyakarta / Jogja